
Rabu, 11 Agustus 2010
Puasa jaman kecil (1)

Senin, 26 Juli 2010
Serigala atau Keledai?

Seperti biasa pikiran saya selalu mengembara kemana-mana, kali ini berhenti pada pertanyaan: “kok rasanya lebih menyenangkan ya bila ‘tanpa ikatan’?”
Ah ternyata… mulai lagi pemikiran saya balik lagi kesini. Sungguh saya rindu rasanya jadi petualang cinta (halah kayak pernah aja hahaha), saya rindu dekat dengan laki2 tanpa ikatan apapun, saya rindu bisa jalan dengan siapa saja, nonton, jalan, ngobrol dan telpon berjam-jam dengan siapa pun kan kapan pun.Saya rindu dengan debaran2 itu, rasa penasaran saat bertemu orang baru atau apalah..
Seorang kawan mengingatkan jika itu adalah keiinginan sesaat, biarin aja lah nanti juga hilang dengan sendirinya. Hem mungkin… tapi apa gak lebih ke rasa bosan ya? Bosan dengan pasangan sendiri, bosan dengan hubungan yang dijalani (walau belum juga ada setahun). Saya merasa rasa geregetnya hilang, sudah tidak berapi2 seperti dulu. Lalu lantas saya berpikir bagaimana jika nantinya saya terikat sama partner saya sekarang seumur hidup? Seperti apakah rasanya??
Saya tahu… saat akhirnya memutuskan berpartner seumur hidup itu pasti akan datang, panggilan hati itu akan datang maka nikmatilah 'sekarang' ini sepuasnya. Tapi apakah itu akan menyelesaikan masalah? Apakah setelah saya melakukan yang ingin saya lakukan berarti keiinginan sesaat itu akan hilang dengan sendirinya? Tidak akan terulang lagi? Siapa yang bisa menjamin? Kalo sayanya sendiri gak yakin?
Okey.. saya pernah bermain api dalam kehidupan cinta masa lalu saya, ya dipicu oleh rasa bosan, jenuh. Saya butuh selingan, maka main api lah saya. Saya senang? Ya jelas, saya mendapatkan rasa yang saya cari itu. Apakah aman? Haha inilah dia repotnya jika partner resmi saya ialah orang yang sangat perasa dan sensitive. Maka kebakaranlah saya dan hancurlah hubungan saya, bahkan saya malah pernah dalam posisi memilih salah satu dari 2 pria.
Kapok, tidak mau mengulangi lagi. Ya mungkin itu cuma abang2 lambe, cuma merah lipstik yang jika sudah hilang akan dioleskan lagi di bibir. Saya masih kangen rasanya dan saya ulangi lagi. Keledai ya saya… :p Jika berhasil mengelabuhi partner resmi saya akan menjadi pongah, sepongah serigala dengan kecerdikannya. Jika saya gagal maka saya akan hancur dan bodoh, sebodoh keledai.
Kini rasa itu muncul lagi, rupanya kebosanan dalam stagnansi hubungan mulai menyergap. Akan kah saya menjadi serigala atau saya akan berubah wujud menjadi keledai kembali?
Adakah yang punya saran? Bagaimana membuat hubungan kembali menjadi bergairah? Bagaimana biar gak bosan lagi?
Yah sepertinya saya mendadak menjadi bodoh bagaimana caranya membina sebuah hubungan.
Kamis, 22 Juli 2010
Warung Bebek Goreng Gemes





Warungnya sederhana, ada 2 sekat ruangan yang di dalam dan yang di depan (dekat dengan etalase makanannya). 2 ruangan itu di sekat dengan lemari kayu yang berisi pajangan pernak pernik milik merahitam. 2 ruangan itu dilengkapi dengan meja kayu dan kursi plastik, dan dimejanya disusun air mineral kemasan gelas. sederhana namun rapi dan yang pasti bersih. saya saja sampe bingung pas mau masuk warung, ini sepatu dipake apa dicopot ya? :)) hahaha (jadi berasa masuk masjid deh..) habis lantainya bersih jadi agak sayang untuk saya injak dengan sepatu hehe...