Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2016

Review buku: As Red As Blood (The Snow White Triology)

Terus terang saya jarang baca novel terjemahan. Selain karena biasanya saya mendapat novel dengan terjemahan tidak pas, kurang luwes, kurang enak dibaca, saya juga kadang susah membayangkan apa yang digambarkan di dalam novel terjemahan. Umumnya novel terjemahan bercerita tentang deskriptif suatu tempat lain yang asing buat saya dan yah... mendapat novel dengan penggambaran yang pas buat saya itu yang kadang2 sulit saya temukan. Hehe...

Tapi, mendadak saya harus membaca buku ini. Novel As Red As Blood, buku pertama dari The Snow White Triologi karya Salla Simukka, penulis asal Finlandia. Kenapa tiba2 saya bisa baca buku ini? Kok tumben banget? Hehehe karena saya penasaran dengan isinya, buku aslinya covernya terdesain dengan kuat. Menampilkan warna-warna tema triologi ini, merah, putih dan hitam. Saya jatuh cinta dengan cover aslinya (yg versi Finlandia).



Novel thriller misteri ini menceritakan tentang Lumikki, si Puteri Salju, bersekolah di sekolah seni. Suatu hari dia menemukan ratusan lembar uang yang dicuci di kamar gelap. Uang yang berlumuran darah, Lumikki pun akhirnya tahu kisah di balik uang berlumur darah itu. Dia pun terjebak dalam sebuah pertemanan dalam rahasia. Yang tak disangka juga terperangkap dalam jaringan narkoba internasional. Woops semoga saya gak terlalu spoiler memberikan gambaran isi buku ini yah.
 

Lalu apa hubungan Lumikki dengan Snow White? Salla Simukka di sini menuturkan kisah Lumikki dengan mengambil inti dari kisah dongeng Puteri Salju. Jika dalam kisah Snow White merah digambarkan dari pipi meronanya namun di kisah ini warna merahnya darah merupakan analogi dari darah dan kisah yang dialami Lumikki.


Sejauh yang saya baca sih, gaya bahasanya menarik, alurnya gak membingungkan dan enak dibaca, saya terus terang jadi penasaran banget di buku satu ini. Apa ya jadi menduga-duga kelanjutannya bagaimana hehehe.... Ternyata selain covernya yang menarik mata, isinya juga bikin saya penasaran :D




Buku ini ditangani oleh teman desainer saya dalam pembuatannya. Memang sih akhirnya konsep cover berubah dari yang asli, jadi pakai ilustrasi dari ilustrator lokal. Sempat agak2 gak sreg juga saya melihat desainnya selama dalam proses pembuatan, tapi teman saya cukup baik menanganinya sehingga covernya menjadi apik, apalagi ditambah dengan fitur kantong jinjing sebagai kemasannya.

Iya, kantong berbentuk amplop dengan pegangan dari kartonnya ini menurut saya sangat unik. Novel jadi terkemas beda dari lainnya dan menjadi eksklusif dengan cara yang berbeda. Daaan.. kok ya tepat banget keluarnya seri pertama novel ini pas pada saat kampanye diet kantong plastik digencarkan. Jadinya, tinggal ambil novel ini, bayar ke kasir dan tinggal dijinjing bawa pulang deh, tanpa harus bawa tas tambahan atau kantong plastik untuk membawa buku ini. Harusnya sih begitu... tapi kenyataannya di toko, saya agak heran, kenapa novel yang telah dikemas siap bawa ini masih harus diwrapping plastik lagi ya? jadinya kurang cakep setelah terdisplay di toko. Padahal yang bikin menarik dari novel ini salah satunya adalah kemasan jinjingnya... :( Apa konsumen di toko masih belum siap ya disuguhi buku dengan kemasan cakep, sampai harus diwrapping plastik? Dengan alasan, takut rusak kemasannya, takut basah, takut sobek? (bukankah itu gunanya kemasan dibuat?).
Atau mungkin pegawai toko kurang paham untuk mendisplay buku dengan kemasan tertentu?

Ah kok saya malah jadi mikir2 yang lainnya hahaha :D Tapi yang pasti saya masih penasaran kisah si Lumikki di seri kedua. Tak sabar menunggu buku keduanya terbit.


Bagi yang penasaran sama buku ini, As Red As Blood bisa ditemukan di toko buku terdekat kok, beli online juga bisa tingga searsh aja di google. Diterbitkan oleh Bhuanasastra, jumlah halaman novel yang telah dialih bahasakan ke 49 negara ini ada 300 halaman. Softcover, dengan kemasan jinjing dengan harga jual Rp.77.000,-

Kamis, 03 Maret 2016

Review makanan: Chitato rasa Indomie Goreng

Akhirnya ketemu! 😆

Ada di indomaret dekat Gramedia Matraman!

Saya penasaran banget sama produk Chitato dengan rasa yang unik ini, sumpah ini bener2 jajanan langka! 
Setiap hari selama 2 minggu tearkhir ini saya terpapar review teman, apdet foto toman yang habis makan Chitato ini, sampe saya tanya mereka nemu dimana dan sebagainya. Akhirnya saya malah jadi ikutan mencari di berbagai Indomaret (konon katanya cuma dijual eksklusif di Indomaret). Saya emang gak ngoyo mencari sih, tapi tiap memasuki Indomaret emang mata saya jadi jelalatan untuk mengecek. Dan memang tidak semua Indomaret jual Chitato yang rare ini, saya pasrah karena di cabang dekat kantor di daerah Palmerah Barat dan di dekat rumah daerah Duren Sawit sama sekali gak ada Chitato yg ngehits ini.

Dan suatu ketika, hari ini saat saya sedang ada tugas meliput acara launching buku anak Zoo Story di Gramedia Matraman saya malah nemu Chitato rasa Indomie goreng ini!
Saya nemu di Indomaret samping Gramedia Matraman. 

Karena launching buku pagi, saya pagi2 sudah stand by di toko buku. Saat masih bersiap dan beberas, perut lapar minta sarapan, kepikirlah jajan roti di Indomaret eh malah ketemu yang dicari-cari. Alhamdulillah 😆.

Jadi gimana rasanya? Okey-okey saya buka bungkusnya dulu, bungkusnya eksklusif seperti terpampang pada foto dengan finishing kemasan seperti Chitato edisi Asian Taste, ngedoff gitu jadi terlihat eksklusif. Saat saya coba isinya, hem..tercium aroma indomie goreng, saat dirasakan pun terasa rasa indomie goreng namun ada after taste kentangnya Chitato. Setelah makan beberapa keping ada rasa pedas di lidah. Iya terasa lebih pedas dariada Chitato biasa (menurut saya sih...). 

Inovasi yang menarik, apalagi konon Chitato ini tidak dibuat banyak, hanya limited edition. Awalnya hanya tersedia di jabodetabek, lalu jawa barat, menyusul seluruh pulau jawa. Apakah sampai seindonesia penjualannya? Wah saya agak kurang tahu sih. Dan memang untuk ndapetin Chitato rare ini susaah banget. Kayaknya kampanye testimoni produk ini di sosmed berdampak viral dan sukses, sukses bikin org penasaran dan pengin mencari dan mencobanya.

Jadi apa kamu sudah mendapatkannya dan mencoba rasanya? Saya sudah! 😁


Minggu, 28 Februari 2016

Review film: The Revenant

Setelah menonton Siti, Surat dari Praha dan, A Copy of My Mind, akhirnya rampung juga nonton The Revenant. 

Mengejar hingga ke studio2, ke ujung bioskop tertentu. Yup, saya baru nonton film ini setelah film ini hampir apkir dari layar lebar. Sebenarnya saya sdah pengin nonton ini saat saya tahu dia masuk nominasi Oscar 2016, saya sudah lihat trailernya di bioskop yang terasa apik, seru menegangkan dan dihibur oleh lansekap yang indah. Wih makin penasaran banget! :D Tapi.... sayangnya ada banyak film indonesia bagus yang sedang diputar dan kapan lagi saya bisa nonton film2 tersebut? Daur hidup film indonesia di layar lebar lebih singkat daripada film hollywood. Jadi saya baru mengejar The Revenant setelah usah menikmati 3 film indonesia pilihan saya.

Bagaimana The Revenant? Bagus! Pertarungan beruangnya sungguh menegangkan, saya harus merem melek untuk menikmati adegan pertarungan beruangnya yang intens, brutal, dengan darah dimana-mana, terasa nyeri, ngilu, dan lain sebagainya, usai pertarungan berujung kasihan, sakit dan bermacam2 rasa dari film yang tergambar.

Dan satu lagi yang bikin saya mengumpat karena terpukau dan 'arrgg gila itu gila banget!' yaitu adegan melawan rasa dingin di dalam perut sang kuda. Disitu saya merasakan bagaimana melawan rasa dingin yang merasuk dan haurs tetap survive hidup, astagah dinginnya benar2 merasuk dan saya terheran-heran, kok bisa sih kepikiran mengambil jalan itu?

Dua poin itu yang bener2 menyentuh saya saat nonton The Revenant, perihal premis film untuk membalas dendam atau mengejar pembunuh anaknya pun hampir terlupakan oleh saya. Saya sungguh lebih terpukau dengan lansekap negeri dingin yang indah dan bagaimana bertahan hidup di alam liar yang bar-bar di masa itu.

Dan apakah Leonardo di Caprio pantas mendapatkan penghargaan Oscar yang telah dinantinya bertahun-tahun? Ya, kurasa dia pantas mendapatkannya. Bagaimana dengan Innaritu sang sutradara?
Masih pantas juga, tapi menurutku ini bukan karya terbaik Innaritu :) Birdman masih lebih cakep, dan Biutiful masih lebih menyentuh saya... hehehe... (ya mungkin ini masalah selera sih).

Ada yang belum nonton The Revenant? Tontonlah, worth it kok :D


Kamis, 28 Januari 2016

Hobi mewarnai Aga

Gak terasa... ternyata sudah setahun gak apdet blog!
Yak ampuuunnn saya merasa malu jadi blogger :(( Sungguh media sosial yang singkat-singkat dan praktis itu betul2 sukses mendistraksi keinginan ngeblog.

Apakabar kamu? Kabar saya, alhamdulillah baik. Masih menjadi ibu2 newbie yang masih gagap mengamati perkembangan bocah..
Apakabar Aga? Aga sudah besar, sudah 2 tahun 4 bulan. Masih nenen (iya saya belum sukses menyapih, hiks), sudah lari-lari, pintar ngambek dan nangis, kalo manjanya kumat masih suka banget gendong dan sepertinya Aga telat berbicara. Untuk yang terakhir saya bingung juga, padahal sudah diajak ngomong segala macem, dan sudah didongengin macem-macem tapi Aga masih enggan mengucap kata, masih sedikit sekali kosakata yang keluar dari mulutnya.. Ah tapi tentang speech delay ini akan dibahas di lain postingan lah ya... (yg entah kapan hehehe).

Salah satu kesukaan Aga selain main mobil, main kereta, main bola, nangis heheh ada juga mewarnai. Ya lebih tepatnya sih coret-coret, untungnya coret-coret kertas atau buku mewarnai bukan dinding rumah atau lemari hehehehe...

Kalo sudah disodorin kertas, spidol atau kerayon langsung deh anteng corat coret, entah dengan 1 warna saja atau semua warna dicoret jadi satu, biasanya motifnya benang kusut hahahaha... :D


tekun bikin benang kusut :))


Kadang saking gemasnya, ibunya juga ikut mewarnai buku mewarnai Aga, ya maksudnya memberi contoh kalo mewarnai misal jeruk itu oranye, atau strawberi itu merah, dll Tapi kenyataannya ya hasil karya anaknya bisa 1 halaman full isinya benang ruwet sedangkan hasil karya ibunya terlalu serius dan tampak bagus :)) hahahaha ini kalo kaya begini kelihatan kalo ibunya kurang kerjaan hahaha...

semua warna dicoba, pokoknya campur-campur.


Ya Aga masih belum paham sih sama konsep mewarnai gambar yang baik, tapi dari goresan2 tangan kecilnya, kurasa tipe kami sama, sama2 tegas dalam menarik garis, gak ragu-ragu :D hihihi... jadi teringat masa kecil saya yang sudah bahagia banget kalo dikasih spidol snowman hitam dan kertas atau buku tulis, pasti langsung coret2. :D

Oh ya buku mewarnai Aga di rumah yang judulnya ini Color Me Happy, terbitan BIP. Ada 5 buku dan masing-masing buku punya topik gambar tersendiri. Ada yang berisi gambar2 hewan, gambar transportasi, gambar buah2an, gambar olah raga dan gambar makanan dan minuman. Semuanya berisi gambar-gambar sederhana dengan garis outline yang tebal, juga tulisan nama2 gambar tersebut dalam dwibahasa. Lumayan, deh menyenangkan untuk aktivitas mewarnai bersama anak2 hihi..
Kalau kalian apa buku mewarnai favorit kalian? :)

Color Me Happy the series.




Senin, 24 September 2012

Menikmati Sasikirana Spa

 
Ada sebuah tempat spa khusus wanita yang baru buka belum lama ini di dekat rumah. Tepatnya di Jalan Kolonel Soegiono no. 23 Duren Sawit (jalan raya samping Kanal Banjir Timur). Namanya Sasikirana Spa. Penasaran dan sempat agak ragu, desain bangunannya dari luar tampak minimalis dan manis, kesannya ini tempat spa mahal. Tetapi setelah saya cek harganya di web mereka, wah ternyata standar dan tidak mahal. Apalagi mereka lagi promo soft opening, semua treatment diskon 20%. Wah kebetulan banget nih :D

Fasilitas ruang VIP di sasikirana.

Taman kecil di belakang rumah Sasikirana, pemandangan yang menyegarkan pas meni-pedi.
Saya bikin janji untuk treatment, sabtu kemarin. Berniat, merasakan Kirana Perfect Exfoliation Coffee (body scrub kopi), classic menicure-pedicure. Saya pun datang dan terkesan dengan interior Sasikirana, konsep mereka rumah modern minimalis, yang dirancang dengan pemanis khas jawa (macam ukiran kayu pada perabot dan aksen batik pada kain kimono mandi). Bersih dan nyaman, rumahnya pun luas. Terdiri dari ruang lobby, ruang penitipan alas kaki, loker penitipan tas, kamar mandi shower, ruang lulur dan massage yang terdiri 1 ruang besar dengan tempat tidur pijat bersekat kain gorden, kamar mandi bathub untuk treatment mandi susu, teras yang nyaman untuk meni-pedi–terasnya ini menghadap taman yang dilengkapi air terjun kecil, ruang salon untuk perawatan rambut, dan 2 ruang vip–pada ruang vip ini terdapat tempat tidur pijat dan bathub khusus. Oh iya dan tempat parkir di depan cukup untuk dimasuki 3-4 mobil dan motor, jangan khawatir ada petugas keamanan yang menjaga kendaraan kita dan tersedia kursi dan meja di teras depan untuk menunggu pengantar kita.

Meja massage dalam bilik bersekat gorden.

Sekitar 2 jam saya menikmati treatment Exfoliation Coffee yang akhirnya saya kombinasikan dengan Coffee Body Mask juga, hehe ditawarin mbaknya buat nambah treatment masker itu dan saya mau aja hehe... perawatannya bikin saya rileks dan sukses kedinginan :)) dasar saya yang ndeso, terlalu lama tak berbaju di ruang ber AC bikin saya cukup kedinginan (walaupun selimutan handuk tebal sih). Tapi saya menikmati pijatan dan luluran kopinya :D hehe

Setelah mandi untuk membersihkan sisa masker saya pun lanjut treatment meni-pedi di teras belakang rumah yang menghadap taman ber-air terjun kecil. Siang hari yang silau dan panas namun terbantu dengan adanya semilir angin kipas angin. Sembari kuku kaki dan tangan dibersihkan dan dibentuk dan dipijat saya sukses ketiduran :)) Proses ini memakan waktu 2 jam, cukup lama untuk proses meni-pedi tanpa pewarnaan kuku. Sepertinya kapal di kaki saya terlalu luas dan tebal untuk ditipiskan mbaknya hahaha. Untungnya saya gak punya rencana pergi siang ini jadinya santai saja berlama-lama di Sasikirana.

Mbak therapist-nya sedang sibuk menipiskan 'kapalan' di kaki saya :))
Kursi meni-pedi.

Masuk waktu sholat dzuhur sempat bingung juga akan numpang sholat di mana, apalagi ternyata si Sasikirana tidak ada mushola. Akhirnya numpang sholat deh di kamar VIP (untungnya boleh), hihihi.. sepertinya kalo ada sebuah ruangan buat mushola akan lebih lengkap juga nih fasilitas di Sasikirana :) jadi gak khawatir kalo berlama-lama di sana.

Yak total 4 jam saya berada di sana, usai semua perawatan selesai saya pun membayar. Sesuai dengan price list harga perawatan sebagai berikut:
Kirana Perfect Exfoliation Coffee: 80.000
Body Mask Coffee: 25.000
Classic Manicure Pedicure: 80.000

Total pembayaran setelah diskon 20% menjadi 148.000.
Wihhh muraaahh hihihi... dan puas dengan hasilnya. :D badan jadi segar kembali. Pembayaran bisa dilakukan dengan debet, tapi belum bisa untuk BCA dan Permata sayangnya. :)

Yup bertambah lagi tempat spa khusus wanita nyaman dengan harga bersahabat dan senangnya ini ada di Jakarta Timur, dekat rumah saya. Saya rekomendasikan buat yang mau merasakan perawatan relaxing with heart ala Sasikirana Spa :)

Rabu, 19 September 2012

Mie Jomen (Mie Ayam Ijo Kebumen)


Mi Jomen Spesial

Kalo diingat-ngat saya jarang mereview tempat kuliner di Jakarta Timur, tepatnya di dekat rumah saya. Nah akhirnya kesampaian juga saya mereview salah satu diantaranya. Namanya warung Mie Jomen (sepertinya singkatan dari mi ayam ijo kebumen)
Yang bikin unik warung ini ialah: 
  • Terletak di jalan raya Buaran diantara ruko-ruko yang jualan makanan, tempat foto kopi, tempat servis AC, warung tenda, toko mainan. Sangat mencolok banget kemunculannya apalagi warungnya sangat terang benderang.
  • Interior warungnya yang unik, dinding warung dilapisi 'wallpaper' patchwork kertas koran. Sementara langit2 warung dilapisi dengan kardus bekas. 
  • Nuansa perabot berwarna hijau segar dan perabot motif kayu. 
  • Kap lampu kandang burung (kalo kap lampu ini sudah banyak resto atau warung masa kini yang menggunakannya).
  • Mie-nya yang berwarna hijau.
  • Namanya yang Jomen. Nama yang asing tapi mudah pelafalan dan mudah juga diingat :))

Katanya hijaunya pake pewarna alami, dari daun suji.
Mi Jomen + bakso

Sebagai penggemar mi ayam, saya sempatkan mencicipinya. Warungnya bersih, ada banyak meja dan kursi. Pegawainya cukup banyak dengan berkostum kaos polo hitam. Untuk parkiran, karena warung ini terletak dipinggir jalan yang cukup ramai hanya cukup untuk parkir motor saja, sedangkan untuk mobil agak sulit hehe palingan parkir di depan toko sebelah :D.

Langit2 warung yang dilapisi kardus bekas.

Toppingnya disimpan dalam wadah plastik, terorganisir dan terlihat higienis.

Untuk menu ada bermacam2 menu dengan basic-nya mi ayam hijau (mi hijau+caysim+ayam). Topping tambahannya ada ceker, pangsit rebus, bakso, jamur, dan telur hitam (tapi saya tak yakin menggunakan telur hitam/pitan beneran seperti yg biasa digunakan di resto china, telurnya telur ayam pindang–yang biasanya suka buat lauk di menu nasi boks itu lho... :D). 

Dinding warung dilapisi patchwork kertas koran, terdapat gambar2 menu sebagai penghias.

Di malam hari, cukup ramai. 
Saya memesan Mi Jomen 6 berisi mi ayam hijau + bakso 2 butir. Si mas memesan menu Mi Jomen Spesial berisi mi ayam hijau + potongan ayam (jadi full ayam deh). Mi ayamnya kecil, porsi cukup tidak terlalu banyak, caysim cukup banyak, dan ayamnya benar2 ayam :)) potongan besar2 dan gurih dan banyak, untuk bumbu mienya cenderung asin tapi menurut saya masih kurang terasa, kurang berani. Warna hijaunya ternyata menggunakan warna alami dari daun pandan suji. Saya kira warna hijau karena mie-nya terbuat dari sayuran atau bayam gitu... eh ternyata tidak. :D Nah untuk kuah, justru kuahnya enak banget! Bening, kaldu ringan tapi berasa gurih. Lebih cocok lagi jika kita siramkan kuah ke mi ayamnya kalo mau mie-nya jadi lebih berasa. Kalo masih kurang berasa tersedia sambal, kecap, dan saus di meja kok.

Price list

Mi Jomen + bakso dibandrol Rp. 14.000. Sedangkan untuk mi Jomen spesialnya dibandrol Rp. 15.000. Untuk harga yang lainnya bisa diintip di buku menu yang kufoto hehe... :D

Lumayan... saya lumayan puas dengan mi jomen ini :) bukan yang terbaik sih... karena tetep yg terbaik buat saya bakmi ayam Roxy heheh :)) tapi dari segi pelayanan, penyajian dan tempat sangat rekomended. Nilai keseluruhan buat warung mi jomen ini 7.5/10. Nah buat yang main2 ke daerah Buaran, selamat mencicipi yah :D

Senin, 17 September 2012

Review: Jiro Dreams of Sushi (2012)


Udah lama banget saya ndak me-review film ya, setelah hampir membuat blog sendiri menjadi blog resep mari sedikit mewarnakan blog lagi dengan review film :) Kebetulan akhir2 ini saya lagi sering nonton film, film donlotan tepatnya, aslinya sih saya lagi gak pengin nonton banget tapi berhubung si mas gandrung banget nonton (setelah diamati si mas selalu nonton sebagai pengantar tidur dan teman makan) ya akhirnya saya jadi ikut nonton juga deh :p

Film yang kali ini saya tonton ialah Jiro Dreams of Sushi, film dokumenter tahun 2012 ini salah satu film dokumenter jepang tentang makanan yang bikin saya pengin makan sushi saat itu juga! (hehehe lebay deh) :p. Dari penceritaannya khas jepang, tegas, mengalir dan detail (yang mungkin ini juga salah satu daya tarik dan kewajiban film dokumenter sih...) karena menurut saya film dokumenter itu sebenernya boring. Tapi.... kalo penceritaannya mengalir, enak ditonton, detil, dan tidak membosankan saya betah-betah saja untuk menontonnya.

Hampir mirip dengan film Udon yang pernah saya review juga di blog, memasukkan unsur budaya pada dokumenter makanan juga menjadi daya tarik tersendiri. :) Penonton disuguhi tidak hanya sekedar bagaimana membuat sushi, namun juga filosofi dari bikin sushi itu sendiri.

Sushi yang enak menurut Pak Jiro Ono tentunya, yang bahannya segar pilihan ikannya pun dibedakan (saya saja yg nonton tak bisa membedakan mana salmon yang A dan yang B) :)) Masakan yang enak itu apabila selain terdiri dari bahan2 berkualitas, dibentuk dengan cantik (jepang terkenal dengan seni menghias makanannya, bisa dilihat dari hasil makan jepang selalu tampak menarik untuk dimakan), juga efek dari kebersihan alat2 memasak. Wah wah  ini bener banget, menjaga kualitas dari segi higienitas.

Saya juga terpukau dengan warung pak Jiro ini, sederhana banget, warung yang kecil tapi bersih dan cuma punya 10 bangku untuk pengunjung. Untuk bisa makan di situ pengunjung harus merogoh kocek sebesar 30.000 Yen, yang kira2 dikurskan menjadi sekitar 3 juta! Buset, dan itu sekali makan (kalo lihat di filmnya sepertinya all u can eat gitu). Untuk makan di sana juga harus pesan kursi jauh-jauh hari. Edaaan... :)) saya melongo pas menontonnya.
Emang ya kualitas warung yang sudah diakui secara internasional itu benar2 tetap menjaga kualitasnya. Mungkin ada restoran yang setelah sedikit punya nama lalu langsung memperbesar kapasitas warung atau restonya atau bahkan ekspansi ke luar daerah atau bahkan luar negeri, tapi pak Jiro tetap bertahan dengan warungnya itu, selama bertahun-tahun hingga anak pertamanya yang melanjutkan usahanya.

Pak Jiro ini punya 2 anak, 2-2nya laki2 dan seperti kebanyakan tradisi di asia, penerus usaha keluarga selalu anak yang pertama. Dua orang anak pak Jiro ini menggeluti bidang yang sama, bahkan anak keduanya juga membuka kedai sushi (anak yang pertama melanjutkan kedai bapaknya). Kemampuan mereka sama dengan bapaknya, hasil didikan bapak mereka yang kaku, dan perfeksionis. Namun kelebihan anak2 pak Jiro ialah kesupelan mereka, karena ramah dan hangat warung mereka lebih laris dari warung bapaknya. Kebayang ya sekaku apa pak Jiro ini hehe :D

Film ini menarik :D serius, apalagi jika Anda pecinta sushi, kuliner, budaya Jepang, dan dokumenter. Tapi kalau Anda penggemar film romantis, aksi laga, sains fiksi, disarankan Anda tidak menontonnya (ya iya lah!) :)) nanti bisa-bisa Anda tertidur pulas dibuatnya hehehe....

Selamat mencari filmnya yah :D

Senin, 02 Juli 2012

Bon Chon Chicken, ayam goreng ala Korea

Korea sedang naik daun (dalam hal ini Korea Selatan), dari drama Korea-nya yang sudah lama merajai tayangan tivi swasta, boyband dan girlband Korea yang sangat digilai remaja2 di Indonesia, komik2 Korea yang sudah lama juga membanjiri pasar komik di toko buku, hingga makanan Korea.

Ngomong2 makanan Korea ternyata variasi jenisnya pun banyak, tak cuma sekedar Kimchi (sejenis acar sawi yang asam dan pedas, umumnya menjadi pelengkap di berbagai hidangan Korea)  dan Bulgogi (sejenis daging bakar seperti Yakiniku yang dimakan bareng dedaunan dan bumbu khas Korea).

Nah yang mau saya tulis kali ini ialah tentang makanan Korea-nya. Berawal dari tayangan Kimchi Chronicles di tivi kabel Star World. Tayangan ini mengupas semua hidangan Korea, dari yang tradisional, hingga yang sudah modern, dari yang bersifat snack/jajanan hingga makanan mewah yang cuma disajikan dilingkup kerajaan saja. 

Ada episode yang bikin saya ter-ngeces2 saat menontonnya. Episode membahas tentang segala makan olahan ayam. Jujur untuk masakan Korea dalam pikiran saya ya Bulgogi=Daging Sapi. Saya pikir semuanya tentang daging sapi, ternyata tidak. Ada juga berbagai masakan ayam. Yang bikin saya ingin mencicipi ialah ayam goreng, yang dimasak sangat pop, digoreng layaknya chicken wings namun dengan bumbu khas dan rasanya kriuk. Jika dilihat dari tayangan tampak berbeda jauh dengan ayam goreng KFC di sini. Dan angan pun termimpi2 ingin mencicipinya. 


Berhubung saya  belum punya paspor dan tak cukup biaya buat mengubek2 Korea langsung, pucuk dicinta ulam pun tiba. Seorang kawan sempat memberitahu jika sudah mencicipi jenis menu ini. Ternyata, ayam goreng Korea ini di jakarta sudah ada, restorannya pun bervariasi. Ada resto Omo! Chicken, 4 Fingers Crispy Chicken, Bon Chon Chicken, dan lain lain (saya gak hapal dan belum survey lagi, hehe)

Nah... yang direkomendasikan kawan saya ini ialah Bon Chon. Mumpung letak salah satu cabangnya dekat kantor saya jadi melipirlah saya ke Grand Indonesia untuk mencicipinya.
Tempatnya tidak terlalu besar, ya tak jauh beda lah besarnya dengan KFC yang ada di sebelahnya. Paketan menunya macam2, ada yang paket ayam (seharga 29rebuan belum termasuk pajak) terdiri dari nasi/kentang dan ayam (bisa 2 paha, 4 wings, atau 3 paha atas), ada paketan ikan krispi, ada paketan bulgogi, dll. Menu pendamping ada Kimchi, Soup Kimchi, Gyoza, Mochi es krim, dll. Beli ayamnya pun juga bisa ala carte, jadi pesan ayam saja ada sesuai jumlah mau berapa potong. Saya sempat pesan, 4 wings harga 25rebu belum termasuk pajak.

Soal rasa karena saya pesan yang spicy rasanya cukup pedas (saya katakan cukup karena saya pernah makan ayam yang lebih pedas dari ini) , pas digigit ayamnya kemriyuk, renyah, padahal permukaan ayam mengkilat seperti terlihat basah. Kriuknya ini sepertinya berasal dari karamelisasi gula/madu pada bumbunya. Ayamnya dalamnya kering, tidak basah seperti ayam goreng tepung.. Tekstur ayam  yang kering dan kriuk hasil karamelisasinya inilah yang unik buat saya, dan bikin nagih. Soal rasa saya cukup puas, soal ukuran saya merasa sedikit tertipu. 4 wings dalam bayangan saya 4 buah sayap ayam, namun yang saya dapatkan 2 buah sayap ayam yang dibagi 2 sehingga berjumlah 4 potong. Yah kalo begini namanya mah sedikit ya... :p dan kalo dilihat dari segi harga, jadi cukup mahal jatuhnya. Sedikit kecewa di sini sih.

Untuk rasa Sup kimchi saya cukup suka, lebih light dibanding kalo makan kimchi langsung. saya agak kurang suka dengan rasa masamnya kimchi, namun setelah dikombinasikan menjadi sup yang bersi, kimchi, tahu/tofu dan potongan ayam serta potongan daun bawang rasa sup menjadi enak dan segar. :D

Bonchon selalu tampak rame, ternyata banyak juga pasangan kekasih yang makan di sini. Agak lucu saya buat saya jika mengajak pacar makan di sini, kencan tapi makan ditempat makan yang membuka gaya makan kebinatangan anda, gimana tidak, kencan sambil makan ayam dengan nikmat pake tangan, menyisakan tulang belulang jauh dari cantik dan elegan, padahal sebelumnya datang ke situ dan duduk manis bak putri. :)) Ini hasil pengamatan saya loh ya, kebanyakan yang datang itu mbak2 dan mas2 yang berbaju rapih, modis layaknya kaum hipster yang menjamur di jakarta. Kok ya setelah melihat mereka makan dengan lahapnya itu saya jadi sadar ya mereka cuma manusia biasa hehehe...Ya iya lah yaa.... :))

Selasa, 06 Desember 2011

Katering Pernikahan: Kiky Katering



Tante saya pernah bilang, kalo untuk acara besar dan sepenting pernikahan lebih baik jangan ambil resiko untuk masalah makanan. Makanan itu servis untuk para tamu undangan, sebisa mungkin kita bikin mereka senang dan jangan sampe mereka berkomentar miring tentang hari besarmu cuma gara2 makanannya.


Saya jadi berpikir, iya juga ya… kan males aja sih kalo tiba2 katering saya masakannya gak enak, atau tiba2 porsinya habis pada saat acara berlangsung, atau malah makanan katering jadi harus dibuang2 karena berlebih lantaran tidak bisa memperkirakan jumlah porsi makanan dan tamu yang diundang. Wah itu kan pemborosan dana banget! Belum lagi kalau berencana mengundang banyak orang hingga ribuan orang tapi ternyata porsi makanan kecil, walau sudah memesan makanan ribuan porsi juga tapi tetap saja habis. Ih kalo sampe begitu kan malu banget belum lagi marah karena berasa ditipu oleh katering perihal jumlah porsi mereka.

Saya pilih saran Tante saya itu (yang sudah sering memakai katering itu pastinya), dan juga atas rekomendasi teman2 saya. Saya pake Kiky Katering.

Kiki Catering & Service

Jl. Elang Malindo 10

Curug Indah, Jatiwaringin

Jakarta 13620

Telp. (021)8618746


Saya puas memakai Kiky, saya memesan 400 porsi buffet untuk 500 org undangan. Pertimbangannya, menu Kiky besar dan dan bisa dimakan untuk tamu 500 org. Untuk gubukan saya ada menyediakan Siomay, es lilin, Bakso Pak Bagoes dan Kembang Tahu.

Pelayanan baik, profesional dan memuaskan. Malem sebelum hari H, jam 8 petugas katering sudah mulai loadinng piranti makan dan meja. Esok paginya tepat jam 6 mobil katering datang bersama krunya mulai mendekor meja katering dan menata makanan. Satu jam sebelum acara makanan sudah rapi terhidang di meja.

Saat pelaksanaan acara pun makanan keluar sesuai dari kontrol panitia katering. Piring dan gelas kotor pun segera dibereskan tidak dibiarkan terpajang berlarut2 di meja piring kotor. Masakannya pun menurut saya enak.

Tentang pembayaran mereka biasanya menerima DP dulu baru pelunasan semingu sebelum acara. Oh iya walau kantor mereka jauh di Jatiwaringin tapi mereka tidak mengenakan charge transport pada pengiriman makanannya. Tidak seperti beberapa katering lain yg minta uang bensin karena alasan tempat acara jauh dari kantor mereka.

Untuk informasi lebih jelasnya bisa dilihat di web Kiky Katering. Disini ada rincian menu paket ples penghitungan simulasi biaya yang dibutuhkan.

Gubukan yang dari menu Kiky katering cuma Siomay saja. Aslinya saya mendapat free siomay 200 dr pemesana porsi 400 itu lalu saya tambahkan lagi 200 siomay lagi. Supaya jadinya sama 400 porsi.

Es Lilin ini merupakan sumbangan dari salah satu panitia. Pesannya di daerah Cengkareng. Saya pesan 400 tusuk.

Untuk bakso saya memilih memakai bakso langganan saya yang biasanya suka lewat di depan rumah. Kiky juga ada bakso sih tp kalo bicara harga jelas porsian bakso abang2 lebih murah drpada di kateringan. :D Saya kemarin pesan bakso seporsi 6000 rupiah dengan isi 1 bakso besar, tahu 1, bakso kecil 2, dan mie.

Bakso Pak Bagoes: 08158714210

Nah gubuk kembang tahu juga saya dapet dari sumbangan panitia juga. pesan juga sama kembang tahu langganan tante. kemarin saya pesan 300 porsi kembang tahu. Tapi untuk pirantinya saya menyediakan sendiri. Saya sedia gelas dan sendok plastik.

Total untuk biaya konsumsi kemarin saya menghabiskan sekitar 23 jt. Sudah termasuk kiky katering dan juga snack box saat akad serta konsumsi selama 3hari di rumah pengantin. (selama 3 hari di rumah saya sama sekali gak masak, jadi untuk konsumsi keluarga pengantin beserta sodara2 yang menginap di rumah saya pesan ke tukang masak. hehe :p)

Kemarin jug saya sempat survey katering lain sebelum pakai Kiky. Sempat direkomendasikan:

Tiara Royale Catering

Jl. Lebak Bulus I 7

Cilandak, Jakarta Selatan

INDONESIA 12440

Telpon: 021-7570 7173


Tempatnya memang dekat dari tempat acara di Lebak Bulus, persis di seberang Rumah 7A (Rumah ini juga sering disewakan untuk tempat acara pernikahan juga). Saya datangi tempatnya dan tanya2 tentang harga perpaketnya. Agak lebih mahal dari Kiky katering. Kualitas hampir sama. Jadi saya lebih pilih Kiky :)


Rhima Katering

Jl.Mesjid IV No. 1 Blok A Kebayoran baru jakarta Selatan

Phone : 021-7236343 / 7265280 / 98226068 / 98108070 Mobile : 08129692239 / 70726982 Fax. : 021 - 7265280

email : rhimacatering1@yahoo.com


Tahu Rhima katering juga dari beberapa link vendor tempat nikahan. Ternyata Rhima menjadi katering dibeberapa rekanan gedung nikahan di jakarta. Paket harga juga tertulis jelas di web-nya. Untuk rasa saya kurang tahu, belum pernah pake :D


Itu review saya tentang konsumsi nikahan saya kemarin :) Semoga berguna.

Rabu, 19 Oktober 2011

Undangan pernikahan: Bikin sendiri dong! :p

Undangan pernikahan berbentuk amplop yang disisipkan peta lokasi acara.

Undangan

Kalau mau praktis, undangan sebenernya tinggal pesan di jasa pembuat undangan. Biasanya di jasa tersebut menawarkan mendesainkan undangan, atau tinggal mencetak pola undan

gan yg mereka punya dan tinggal menulis ulang nama pengantinnya. Tapi kendalanya, biasanya bikin undangan itu lama. Memakan waktu 1-2 bulan, setelah jadi kadang hasilnya tidak sesuai dengan display yang ditawarkan. Belum lagi ada minimum jumlah undangan. Mau pesan di bawah 500 undangan susah sekali. Saya pun memutuskan membuat sendiri. Yang sederhana, cepat dalam pembuatan dan dalam harga terjangkau.

Kenapa sih saya kekeuh dengan keinginan saya ini? bukankah bikin undangan nikah itu cuma sekali seumur hidup? kenapa juga harus irit2 dan sederhana? Saya suka sekali dengan opini Paman Tyo di sini, sangat2 rasional :D fungsi undangan ialah alat pemberitahuan sebuah acara. mau bagaimana pun bentuknya bebas2 saja. Walau sederhana pun juga tak mengapa karena fungsinya tetap sebagai pemberitahuan. jadi kalo undangan lewat sms, status di sosmed, imel, sampai selebaran macam surat dari RT/RW juga gak papa. :D Toh nantinya undangan tersebut jika sudah kedaluwarsa juga akan masuk kotak sampah, dibuang atau dihapus :)


Ya sudah saya desainlah undangan yang murah pembuatannya tp ndak malu2in hasilnya. Dengan, eksekusi undangan printing dan laminating doff cukup elegan kok jadi undangan. Yang penting isi undangannya: seperti nama mempelai, waktu, tempat, jam, peta tempat acara. Gak pake foto mempelai pun juga gak papa. Ndak harus juga pakai puisi2 atau kata2 indah di dalam undangan, kan yang akan dibaca duluan juga hal2 yang saya sebutkan tadi kan? :D hehehe. Biar gak sepi saya tambahkan desain patern yang masih cocok untuk undangan pernikahan dan hasil gambar tangan saya. :D


Bikinnya juga kurang lebih seminggu. seharian ngeprint undangan di printing daerah Pasar Senen. Dan selama seminggu memotong2 kertas undangannya untuk dirangkai jadi undangan yg diinginkan. Sisa kertasnya pun juga saya maksimalkan untuk membuat label ucapan terima kasih pada sovenir saya. (buat yang suka prakarya pasti suka banget kerjaan kayak gini hehehe)


Undangan cetak hanya saya buat 250 undangan. sistem printing memakai ukuran A3, dan satu kertas A3 bisa memuat 2 undangan saya. Jadi saya hanya mengeprint 125 lembar A3. 250 undangan itu juga tidak semuanya dibagi, seingat saya masih menyimpan undangan cetak di rumah (itu juga yang cacat produksi pada saat pemotongan kertasnya). Sisa undangan lainnya saya undangan dengan imel yang berisi link web undangan kami http://vidyafirman.tumblr.com/. Biasanya yang saya beri undangan elektronik itu teman2 online saya, relasi, temen2 yang ada di luar kota biar mudah menghubunginya. Kalo undangan cetak saya bagikan ke teman2 bapak-ibu, tetangga, dan temen kantor, juga keluarga besar yang sudah sepuh. Total kemarin bikin undangan habis 750ribuan.


Saya kemarin ngeprint undangan di sini:

Primagraphia

Jl. Kalibaru Timur III no. 1A

Senen-Jakarta Pusat

(021) 42883355

http://primagraphia.com/

Bisa di cek di web primagraphia ada beberapa cabang dan alamat beserta kontaknya ada di webnya.


saran:

  • Kalo mau cepat, harus bener2 ngurusin bikin undangannya sendiri. Kalo banyak waktu bisa pake jasa pembuat undangan. Ingat ada harga ada rupa ya :)
  • Untuk printing di primagraphia disarankan untuk ngeprint dalam jumlah besar. Karena ngeprint di sana bisa lamaaa banget jadinya saya nyoba ngeprint cuma selembar sama 125 lembar waktunya sama bisa sekitar 3-4 jam. Entah kenapa lama banget, banyak pesanan kali ya :p soalnya kalo saya lihat gak pernah sepi. Jadi luangkan waktu seharian di tempat printing walaupun printing ini buka 24 jam.
  • Setelah terima hasil print segera cek hasilnya di sana, karena komplain tidak akan dilayani jika sudah pergi meninggalkan toko. (sempat menyesal karena kemarin saya gak ngecek potongan undangannya, jadi beberapa undangan terpaksa tidak bisa dipakai karena salah potong) :'(

souvenir gantungan kunci bentuk boneka


Souvenir

Ada berjuta keinginan pengin ngasih souvenir ini dan itu. Saya dan pasangan sempet berpikir mau bikin flipbook yang bisa berfungsi sebagai notes. Karena saya dan si Mas sama2 memiliki kesukaan sama, buku, komik, animasi. Yang menyambungkan ya….. flipbook. Tapi.. ternyata saya masih diberi berkah lagi, souvenir pernikahan tidak perlu saya pusingkan karena mendapat hadiah dari adik ipar tersayang. (makasih ya Intan) :) diberi banyak souvenir gantungan kunci berbentuk boneka, dan semuanya lucu2. Herannya pengantinnya sendiri malah gak kebagian karena habis tak bersisa saat acara. Hehehehe… Jadi budget souvenir bisa dicoret hehehe :p

Selasa, 20 September 2011

Tempat: Masjid Puri Cinere


Seperti janji saya pada seorang kawan, setelah semua selesai saya akan menuliskan semua proses yang bikin ribet itu. Yup, menyiapkan sebuah acara pernikahan dalam waktu 2 bulan itu tidaklah mudah. Butuh kerja keras dari kedua mempelai dan keluarga yang membantu, juga tak lupa teman-teman dekat. Itu yang saya lakukan sehingga persiapan alhamdulillah berjalan lancar dan selalu diberi kemudahan :)

Beberapa akan saya berikan review berdasar persiapan yang saya alami. Saya tidak memakai paket pernikahan (walau ditawari bermacam2 paket) yah selera kepuasan orang kan berbeda-beda ya :)

Saya murni mencari apa yang saya butuhkan dengan tanya-tanya teman, browsing dan menurut saran keluarga. Oh iya satu lagi saya ndak pake WO (wedding organizer), keluarga besar masih bisa diandalkan untuk jadi WO pribadi :))

Biaya

Sebelum memulai semuanya, yang perlu disiapkan pada awal ialah biaya :) ini perlu dan penting, biaya ini yang akan menentukan akan jadi apa acara pernikahan kita. Bisa jadi sederhana hanya ijab kabul saja, bisa berpesta dengan runutan adat yang panjang, bisa juga diselenggarakan di rumah, atau di aula masjid atau malah di ballroom gedung yang megah.

Dana bisa didapat dari kedua mempelai, atau dari salah satu keluarga mempelai (yang biasanya mempelai perempuan yang punya acara) atau bisa juga hasil patungan bersama keluarga pengantin. Kebijakan ini tergantung dengan kesepakatan kedua keluarga. Sangat sensitif, tapi dilarang sungkan. Biasanya saat ada acara besar seperti ini banyak sekali keluarga yang membantu memberikan sumbangan dana, sumbangan benda atau jasa kebutuhan pernikahan, dan bahkan pinjaman dana lunak.

Mengambil dana pinjaman di koperasi kantor pun juga bisa dipertimbangkan, namun kemarin saya memutuskan tidak mempergunakannya. Saya beruntung masih punya banyak keluarga yang membantu :)

Tempat Acara

Setelah dana terkumpul dan jelas, nah dari sini mulai berburu tempat acara. Pertama kenapa saya perlu mencari tempat acara? alasannya ialah rumah saya tidak cukup besar untuk menampung semua tamu undangan, dan saya dan sekeluarga mempertimbangkan lelahnya jika seharian rumah dipake untuk tempat acara, kapan saya akan istirahatnya? Oleh karena itu saya memutuskan mencari tempat acara.

Saya terbilang nekat, menikah dengan tanggal yang mepet, 2 bulan saja di kota Jakarta (Depok anggaplah masih masuk Jakarta) :D Jelas, semua tempat (masjid maupun gedung) strategis dan favorit banyak orang sudah terpesan di tanggal yang diinginkan. Pun pada saat saya berburu tempat ini saya masih belum bisa menetapkan tanggal pasti. Karena tanggal hari H tergantung ketersediaan tempat :D Jadi gak ada tanggal baik dalam kamus saya :)

Tip mencari tempat acara:

  1. Sesuaikan dengan dana yang ada.
  2. Sesuaikan dengan rencana menikah di mana, dalam hal ini saya mencari gedung/masjid yang cakupan KUAnya sesuai dengan KUA saya menikah. Agar mudah mengurusnya, dan menekan biaya untuk pindah2 pengurusan administrasi.
  3. Sesuaikan dengan jumlah undangan, gedung muat untuk 100 org, 400 org, 500 org atau 1000 org.
  4. Lihat akses menuju tempat acara, kalo bisa yang memudahkan tamu untuk datang.
  5. Kapasitas tempat parkir, walau gedung besar keren dan bagus kalo gak ada tempat parkir kan menyulitkan juga ya.
  6. Cari gedung yang sudah memiliki AC/kipas angin juga sound system, dan penerangan yang layak, ini akan sangat menekan biaya sewa AC, sound system dan lighting.
  7. Lihat keamanannya, apakah sudah termasuk jasa sekuriti gedung, terlihat remeh namun penting karena berkaitan dengan keamanan acara dan barang2 saat acara berlangsung nanti.
  8. Lihat apakah tersedia toilet dan pantry, toilet dibutuhkan untuk tamu dan juga pengguna acara, pantry sangat dibutuhkan untuk pihak katering menaruh barang2nya.
  9. Setelah dapat gedung yang diinginkan segera DP gedung, biasanya sistem pembayaran atau DP gedung akan diberitahu oleh pihak gedung. Sistemnya macam2 ada yang dilunasi sebelum acara ada juga yang bisa DP dahulu.
  10. Jika banyak tempat penuh cobalah cari tempat2 di sekitar rumah, mesjid komplek rumah pun masih cocok loh untuk menyelenggarakan acara :)

Saya kemarin memilih Masjid Puri Cinere. Tak banyak orang yang tahu jika di Perumahan Puri Cinere terdapat Masjid yang sangat layak untuk menyelenggarakan acara akad dan resepsi pernikahan. Masjid dekat dengan tempat tinggal saya, dan masih dalam lingkup KUA tempat saya menikah. Jadinya saya tak perlu mengurus surat pindah KUA. Yang mengurus surat pindah KUA hanya suami saya mas Firman (jieeee suamiii :)) hahaha)

Ruang ibadah, untuk akad nikah. meja, karpet, bantal, taplak, mikrofon disediakan oleh masjid.

Setelah saya cek semua syarat yang saya butuhkan ada semua dalam masjid itu:

  1. AC sentral, dingin apabila semua pintu ruangan ditutup, saya hanya menambahkan 1 AC portable untuk di pelaminan saja. (biar pengantinnya gak kepanasan gitu) :p
  2. Lighting, cahaya pas, walau acara dilaksanakan siang hari saya hanya menambahkan lampu tambahan untuk kepentingan dokumentasi saja.
  3. Tempat parkir (walau menggunakan jalan komplek),
  4. Petugas keamanan, disediakan 2 petugas keamanan dari pihak masjid.
  5. Sound system sederhana, berguna banget saat acara akad nikah, disediakan juga mikrofon dan meja akad juga karpet. Untuk sound system di gedung serba gunannya saya menyewa lagi :)
  6. Dipinjamkan 40 kursi lipat Chitose dari masjid.
  7. Terdapat toilet, bersih dan tersedia air bersih.
  8. Terdapat pantry yang cukup luas, area didepan pantry saya tambahkan tenda kecil agar pihak katering bisa meletakkan semua kebutuhan di situ.
  9. Terdapat 2 ruang rias/kamar ganti pengantin, ruang riasnya itu tersedia kaca besar, AC dan penerangan cukup.
  10. Disediakan jasa pembaca Al-Quran dan saritilawahnya juga penasehat pernikahan, digunakan pada saat akad nikah nanti. Jika penasehat pernikahan (khotbah nikah) saya sepaket dengan pak penghulunya saja. (biaya untuk Qori biasanya berupa infaq, seikhlasnya saja) :)
  11. Listrik 33.000 watt, sangat besar untuk keperluan acara namun apabila kita menyewa bermacam2 alat dari luar kita harus melapor pihak masjid biar mereka tahu.
  12. Kapasitas untuk 300-400 orang, saya menambahkan tenda di dekat lobby gedung untuk meletakkan kursi2 dan mengakomodasi undangan saya yang 500 org.

Saya cukup puas dengan ketersediaan gedung tersebut, membantu dalam banyak hal :) dan memuaskan. Pihak masjid pun juga sangat koperatif dalam memberi info tentang kebutuhan saya. Masjid Puri Cinere masih tergolong masjid yang belum terlalu komersil, pihak masjid masih belum memiliki rekanan kebutuhan wedding. Jadi jika butuh tenda, katering, sewa kursi dan tambahan lain saya masih harus mencari sendiri. Tapi untungnya apabila kita mencari rekanan, pihak masjid tidak meminta biaya kompensasi (ada beberapa pihak gedung dan masjid yang memberlakukan biaya kompensasi soalnya :P).

Harga Sewa Ruang Ibadah (untuk akad nikah) dan Ruang Serba Guna (untuk resepsi yang terletak di bawah ruang ibadah) total semua Rp. 3,5 juta

Masjid Puri Cinere

Jl. Lembah Pinus, Puri Cinere

Pangkalan Jati, Depok 16513

Telpon: (021) 754 7090


Tambahan:

Sebelumnya saya juga sempat survey beberapa tempat yang saya inginkan tapi sayangnya biasanya kapasitas gedung dan harga tidak sesuai jadi tidak jadi saya gunakan. hehehe tapi tetap saya bagi saja ya, siapa tahu ada yang membutuhkan.

Omah Sendok Resto

Konsep garden party, restoran, jawa, traditional. Kapasitas 300 org.

Jl. Mpu Sendok no. 45, Blok S Kebayoran Baru Jaksel

Telp: (021) 521 4531

Masjid Agung Sunda Kelapa

Kapasitas 500-1000 orang, ada beberapa ruangan yang disewakan, masjid paling laris disewa di jakarta dan memesan minimal 1 tahun sebelum hari H. Bisa di cek di webnya ada harga sewa dan detil kelengkapan.


Masjid Jami Darul Al-Adzkar

Jl. Karang Tengah Raya, Jakarta Selatan (persis di seberang komplek perumahan Bumi Karang Indah)

Kemarin survey ke sana itu biaya sewa gedung untuk akad nikah dan resepsi Rp. 5 juta. Kapasitas gedung 800 org, tempat parkir luas, ada satpam, toilet, pantry.

Ruang sekertariat buka setiap hari, terpampang bagan tanggal penggunaan gedung (jadi ketahuan masih kosong tanggal berapa), memiliki banyak daftar rekanan katering, sewa tenda, dekorasi dan pelaminan (banyak brosur rekanan yang dititipkan di sana).

Masjid Baiturrahman

Jl. Bukit Cinere Raya, Gandul

sewa gedung untuk resepsi dan akad nikah Rp. 1 juta. Kapasitas 500-800 orang, tempat parkir luas, ada satpam, dan toilet juga memiliki beberapa jasa rekanan.

Kekurangan dari masjid ini ialah ruang serba guna untuk resepsinya menurut saya kurang representatif, langit2nya terlalu rendah, tersedia kipas angin. Tapi terakhir saya ke sana pihak masjid berencana akan merenovasi ruang serbaguna ini.


Semoga informasi tentang Biaya dan Tempat Acara berguna ya.. selanjutnya nanti saya akan posting tentang mengurus Surat Nikah, Katering, Baju Pengantin, dll :)

Minggu, 03 Oktober 2010

Royston Tan show lah...

ahem... saya ketemu orgnya langsung pas pemutaran kemarin, tinggi besar, putih, ganteng sayang ndak doyan cewe Tears

Sabtu, 25 September 2010 saya menghadiri pemutaran Q Film Festival di CCF Salemba.. Sesi kali ini ialah Royston Show Lah... memutarkan 4 film pendek milik Royston Tan, sutradara asal Singapura.

Kalo dijelajahi lewat gugel banyaklah karya2 dia yang sudah mendunia bahkan menghebohkan! Ambillah contoh film pendeknya berjudul ‘15' yang menggambarkan daerah kumuh dan mafia di Singapura. Hal yang tabu untuk Negara Singapura dan akhirnya malah membuat film2 Royston dicekal dinegaranya sendiri karena alasan mengancam keamanan negeri. Bayang pun! Saya makin penasaran seperti apa filmnya dia yang ‘15' itu :D *tinggal dicari aja sih di gugel mudah2an dapet*


Sayangnya.. dalam pemutaran kemarin '15' tidak ada dalam listnya, tak membuat saya kecewa karena 4 film yang dibawanya bisa mengaduk2 perasaan saya dan bisa bikin mewek karena ingat ibu atau bapak dan bahkan bisa ngakak sengakak-ngakaknya karena film komedi satirnya yang nyelekit namun menghibur.


Saya beri sedikit ulasan dan komentar saya akan 4 filmnya ya :


Anniversary | 16 menit |2009|bahasa inggris

Ini film pendek tentang kesetiaan gay, lembut, indah dan manis menurut saya.. Saya sebagai cewe sih amat sangat dimanjakan dengan pemeran prianya yang ganteng2 semua.. begitu juga dengan pria2 yang duduk disebelah saya di dalam ruang sinema CCF hehehe....
Mungkin sebagian orang akan risih menonton dua pasang pria sedang memadu kasih tapi kalo untuk saya sih itu tidak terlalu mengganggu. (ya tinggal bayangin aja yang salah satu itu cewe :p masalah persepsi beres kan?)


Ceritanya sih tentang relationship antara 2 orang pria yang bentar lagi mau merayakan anniversary-nya. Kampanye tentang AIDS di sini juga kental sekali, malah saya pikir ini ialah film pendek kampanye tentang pemeriksaan dini AIDS.


Little Note|15 menit|2009
Ini film yang bikin saya mewek! crying
Menceritakan tentang hubungan ibu dan anak dari kecil hingga dia dewasa dan akhirnya harus pergi berpisah dengan sang ibu. Sebagai anak yatim, sang anak selalu diolok2 oleh teman2nya di sekolah namun sang ibu selalu mendukung dan meyakinkan pada anak untuk "Tidak takut".


Sons|10 menit|2000|bahasa china teks inggris
Hampir mirip dengan cerita Little Note, bedanya ini bapak dan anak dan cara penceritaan dari sisi sang Bapak. Lagu mandarin yang mengiringi film ini bikin ngantuk dan membosankan. Dan seperti itulah sang Bapak sebegitu membosankannya untuk si anak. Maka Bapaknya tak pernah dianggap, masakannya tak pernah dimakannya dan pulang ke rumah pun jarang. Hingga yang dirasakan ialah kesepian yang amat sangat untuk si bapak.Penuturan ceritanya seperti berpuisi (dlm bahasa mandarin) di bacakan oleh sang bapak. Kalo benar2 menyimak film ini (dalam kantuk tentunya) sungguh kata2nya indah dan mendalam sekali... 


Cut|16 menit|2004

Ini dia film yang bikin aya ngakk guling2, film ini mengkritisi masalah sensorship di Singapura. Semuanya diceritakan jelas di film ini dengan komedi dan tari (operet). Satu yang paling saya tangkap: Lembaga sensor Singapura menyensor film2 yang masuk untuk melindungi masyarakat singapura tapi siapakah yang melindungi Lembaga Sensor Singapura itu sendiri? Hahaha sumpah gw ngakak pas dengar statement itu.


Yang mengganggu dari film ini, tanpa teks Indonesia dan pemain mengucapkan bahasa inggris singapur dengan cepat, saya jadi harus tanya sana sini dulu biar ngerti :p hehe..

Oh iya film ini juga mendapat reaksi dan kecaman keran sari pemerintah Singapura, karena amat sangat mengkritik lembaga sensor mereka.


Usai nonton film2 Royston saya memuji dia untuk seluruh scoring lagu di semua filmnya, benar2 menyatu dengan film dan mampu membangkitkan emosi. Dan alur ceritanya pun pas tidak terlalu berlebihan dan banyak momen2 yang bisa bikin penonton langsung bereaksi melihatnya. Satu lagi catatan saya untuk film2 Royston, terutama Little Note dan Sons fotografinya bagus sekali.. memanjakan mata, tanpa harus saya kehilangan jalan cerita untuk mengaguminya.


Kok sepertinya saya terlalu memujinya ya? Heheh enggak juga kok, satu yang mengganggu saya ialah film2nya bersih, gambar dengan pencahayaan baik, kesannya seperti drama2 korea atau jepang yang sering saya tonton. Tak ada cacat sedikit pun. Menurutku sih kelebihannya yang berlebihan itulah kekurangannya...

Sekian laporan saya dari QFilm Festival, saya bersyukur bisa nonton sebelum terjadi demo dari FPI. heran banget padahal festival ini sudah diselenggarakan bertahun2 dan FPI ndak pernah bermasalah dg ini tapi tahun ini QFest mendadak jadi masalah. Bingung sama FPI semua2 dipermasalahkan? Curiga ini sengaja diangkat karena pengalihan isu deh...

Tapi dampak dari demo kemarin itu cukup besar buat penyelenggaraan QFest sad jadwal jadi kacau balau, sudah tidak sesuai lagi dengan jadwal yang dipampang di web mereka. Padahal banyak list film bagus yang saya nantikan pemutarannya. Juga dampak lainnya mundurnya The Japan Foundation dalam penyelenggaraan, praktis jadwal di Japan Foundation batal semua dan pemutaran cuma bisa dilakukan di Goethe House, CCF, Erasmus Huis dan Kineforum saja.

Gak mau berbanyak kata atas kejadian kemarin. Toh festival ini sudah selesai dan tetap berjalan walau ada perubahan di sana-sini. Tapi saya salut sama panitianya! RockBikin festival itu tidak mudah, dan saya pernah merasakannya. Kuharap Q Film Fest tetap bisa diadakan tahun depan.

* gambar diambil dari hasil googling
**artikel ini juga diposting di bicarafilm.com

Kamis, 22 Juli 2010

Warung Bebek Goreng Gemes

tidak sulit mencari warungnya,
di depan warungnya ada spanduk besar Bebek Gemes

Sabtu lalu saya mengunjungi warung bebek Gemes, warung yang menjual bebek goreng khas Surabaya bikinan salah satu teman blogger: merahitam. Dah lama rasanya saya ndak makan bebek goreng, dan akhirnya terpuaskanlah saya makan bebek goreng khas surabaya. Pengalaman saya sih jarang nemu bebek goreng yang enak dan empuk seperti bebeknya merahitam ini (biasanya bebek yang dijual di kaki lima jakarta alot dan kecil).


es sinom (es kunyit asam) salah satu minuman andalan Bebek Gemes

ini paket 15.000 rupiah (tidak termasuk tempe goreng)

Menu yang dijual merahitam sederhana saja, ada bebek goreng, ayam goreng, tahu, tempe, nasi dan lalapan beserta sambal dari sambal mangga sampe sambal terasi juga sayuran pelengkap ada oseng-oseng genjer atau oseng-oseng daun pepaya. sambalnya juga bisa minta sambal pete (pesen dulu tapinya hehe).

Malah baru-baru ini merahitam membuat menu baru yaitu bebek goreng kremes dan ayam goreng kremes. Yang khas dari bebek goreng gemes ialah ada bumbu kuning sebagai siraman nasinya, iya bumbu kuning ini biasanya ada di masakan bebek goreng khas surabaya. bumbu kuningnya itu yang bikin rasanya enak (menurutku sih).

Harganya berapa? murah saja, di klik deh coba daftar harga yang saya foto itu hehe...
kalo masih kurang kelihatan menu yang saya pesan (yang seperti dalam foto) itu menu paket seharga 15 rebu (sudah termasuk nasi loh ya) tapi belum termasuk tempenya. tempenya dihargai 1500 dapet 2 potong. sambalnya pun saya diberi 2 macam, yaitu sambal mangga dan sambal terasi. saya sih lebih cocok makan bebek gorengnya dengan sambal terasi, tapi kok menurutku sambel terasinya kurang pedas ya? mungkin efek cabe sedang mahal kali ya....

Warungnya sederhana, ada 2 sekat ruangan yang di dalam dan yang di depan (dekat dengan etalase makanannya). 2 ruangan itu di sekat dengan lemari kayu yang berisi pajangan pernak pernik milik merahitam. 2 ruangan itu dilengkapi dengan meja kayu dan kursi plastik, dan dimejanya disusun air mineral kemasan gelas. sederhana namun rapi dan yang pasti bersih. saya saja sampe bingung pas mau masuk warung, ini sepatu dipake apa dicopot ya? :)) hahaha (jadi berasa masuk masjid deh..) habis lantainya bersih jadi agak sayang untuk saya injak dengan sepatu hehe...

Sempat tanya2 gimana dengan penjualan bebeknya. kata merahitam lumayan lah sejak tanggal 1 Juli di buka untuk umum merahitam sudah mendapat banyak pesanan untuk makan siang di kantor2 yang berdekatan dengan warung bebek Gemes.
Harga yang relatif murah, rasa yang pas dilidah kurasa bisa jadi modal yang besar untuk dicintai oleh penggemar bebeknya. Semoga warung Bebek Gemes merahitam makin lancar ya.. makin sukses dan banyak pembelinya... semangat ya mer!

Coba deh temen2 main ke Warung Bebek Gemes di jalan Pedati Panti Asuhan no. 6 Cipinang Cempedak-Jakarta Timur.

ps: eh ini artikel review asli dari penulis loh ya bukan pesanan :)) *sikut merahitam minta 1 porsi bebek goreng gratis* :)) hahaha....