Tampilkan postingan dengan label review mata dan pikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review mata dan pikiran. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juni 2016

Review komik anak: Komik Halal dan Haram

Keuntungannya punya tugas mereview ilustrasi buku ialah, bisa baca buku-buku baru yang kebetulan ilustrasinya saya yang mereview. Kebanyakan sih saya pegang buku anak muslim, komik anak, dan buku aktivitas.

Komik Halal dan Haram by Dian K dan Tethy Ezokanzo


Dan seneng banget saya kebagian jatah mereview buku Komik Halal dan Haram karya Dian K dan Tethy Ezokanzo. Ini komik ke-3 Dian K untuk seri buku muslim anak. Dua buku sebelumnya mba Dian K tandem bersama mba Aan W menulis Komik Sunnah itu Mudah dan Komik Akhlak dalam Al Quran. Melalui 2 buku sebelumnya ini Mba Dian K mengajak anak-anak untuk belajar melakukan sunnah yang mudah, serta perilaku akhlak muslim dalam Al-Quran. Dan 2 buku sebelumnya ini sudah terbit di Jepang loh, diterbitkan oleh Kaika Publishing. Wih kereen!


Komik Sunnah itu Mudah dan Komik Akhlak dalam Al-Quran


Gimana ceritanya dengan yang Komik Halal dan Haram ini? Kocak abis! Suer! Mba Dian selalu pandai mengemas kisah2 muslim untuk anak ini menjadi kisah yang komedi, seru dan menarik untuk di simak. Ditambah ilustrasinya dari Mas Wawan Kungkang yang yak ampun bikin ngakak :)) Ada banyak aksesoris pada komik yang mencuri perhatian dan bikin ketawa. Saya gak bisa jelaskan detil heheh daripada dicap spoiler :D Mending baca aja bukunya langsung :)

Tanpa terasa saya habis membaca 1 buku ini dan jadi belajar tentang apa itu halal dan haram lebih banyak. Haram itu gak cuma sebatas gak boleh makan daging babi, gak boleh minum alkohol saja, tapi banyak hal-hal lain yang ternyata haram juga hukumnya.

Contohnya nih... makan makanan halal tapi gak bilang-bilang pemiliknya, atau main ambil makanan orang padahal yang punya tidak menyetujui untuk membagi makannya, nah ya itu masuknya "mencuri makanan dan merampas makanan" ya kalau begini haram juga dong makan barang curian? Ya kan? Duuuh.. jadi teringat kadang saya suka iseng cicip2 kue atau makanan yang entah punya siapa di meja makan atau di kulkas. YA habisnya gimana ya? Karena diletakkan di kulkas atau meja kan ya kesannya barang milik bersama dong kan? Ternyata gak boleh begitu... huehehehe.....

Penasaran? Hihihi beli bukunya ajah... saya cuma merekomendasikan buku ini lho. Cocok untuk anak- anak yang suka baca komik, SD kayaknya juga sudah oke baca ini, dan sampe bapak ibunya aja juga bisa baca kok.

Komik Halal dan Haram
Terbitan: Qibla
Penulis: Dian K dan Tethy Ezokanzo
Ilustrasi: Wawan Kungkang
Jumlah halaman: 148 halaman (isi 18 cerita)
Harga: 125.000 (harga pulau jawa)

Kamis, 10 Maret 2016

Review buku: As Red As Blood (The Snow White Triology)

Terus terang saya jarang baca novel terjemahan. Selain karena biasanya saya mendapat novel dengan terjemahan tidak pas, kurang luwes, kurang enak dibaca, saya juga kadang susah membayangkan apa yang digambarkan di dalam novel terjemahan. Umumnya novel terjemahan bercerita tentang deskriptif suatu tempat lain yang asing buat saya dan yah... mendapat novel dengan penggambaran yang pas buat saya itu yang kadang2 sulit saya temukan. Hehe...

Tapi, mendadak saya harus membaca buku ini. Novel As Red As Blood, buku pertama dari The Snow White Triologi karya Salla Simukka, penulis asal Finlandia. Kenapa tiba2 saya bisa baca buku ini? Kok tumben banget? Hehehe karena saya penasaran dengan isinya, buku aslinya covernya terdesain dengan kuat. Menampilkan warna-warna tema triologi ini, merah, putih dan hitam. Saya jatuh cinta dengan cover aslinya (yg versi Finlandia).



Novel thriller misteri ini menceritakan tentang Lumikki, si Puteri Salju, bersekolah di sekolah seni. Suatu hari dia menemukan ratusan lembar uang yang dicuci di kamar gelap. Uang yang berlumuran darah, Lumikki pun akhirnya tahu kisah di balik uang berlumur darah itu. Dia pun terjebak dalam sebuah pertemanan dalam rahasia. Yang tak disangka juga terperangkap dalam jaringan narkoba internasional. Woops semoga saya gak terlalu spoiler memberikan gambaran isi buku ini yah.
 

Lalu apa hubungan Lumikki dengan Snow White? Salla Simukka di sini menuturkan kisah Lumikki dengan mengambil inti dari kisah dongeng Puteri Salju. Jika dalam kisah Snow White merah digambarkan dari pipi meronanya namun di kisah ini warna merahnya darah merupakan analogi dari darah dan kisah yang dialami Lumikki.


Sejauh yang saya baca sih, gaya bahasanya menarik, alurnya gak membingungkan dan enak dibaca, saya terus terang jadi penasaran banget di buku satu ini. Apa ya jadi menduga-duga kelanjutannya bagaimana hehehe.... Ternyata selain covernya yang menarik mata, isinya juga bikin saya penasaran :D




Buku ini ditangani oleh teman desainer saya dalam pembuatannya. Memang sih akhirnya konsep cover berubah dari yang asli, jadi pakai ilustrasi dari ilustrator lokal. Sempat agak2 gak sreg juga saya melihat desainnya selama dalam proses pembuatan, tapi teman saya cukup baik menanganinya sehingga covernya menjadi apik, apalagi ditambah dengan fitur kantong jinjing sebagai kemasannya.

Iya, kantong berbentuk amplop dengan pegangan dari kartonnya ini menurut saya sangat unik. Novel jadi terkemas beda dari lainnya dan menjadi eksklusif dengan cara yang berbeda. Daaan.. kok ya tepat banget keluarnya seri pertama novel ini pas pada saat kampanye diet kantong plastik digencarkan. Jadinya, tinggal ambil novel ini, bayar ke kasir dan tinggal dijinjing bawa pulang deh, tanpa harus bawa tas tambahan atau kantong plastik untuk membawa buku ini. Harusnya sih begitu... tapi kenyataannya di toko, saya agak heran, kenapa novel yang telah dikemas siap bawa ini masih harus diwrapping plastik lagi ya? jadinya kurang cakep setelah terdisplay di toko. Padahal yang bikin menarik dari novel ini salah satunya adalah kemasan jinjingnya... :( Apa konsumen di toko masih belum siap ya disuguhi buku dengan kemasan cakep, sampai harus diwrapping plastik? Dengan alasan, takut rusak kemasannya, takut basah, takut sobek? (bukankah itu gunanya kemasan dibuat?).
Atau mungkin pegawai toko kurang paham untuk mendisplay buku dengan kemasan tertentu?

Ah kok saya malah jadi mikir2 yang lainnya hahaha :D Tapi yang pasti saya masih penasaran kisah si Lumikki di seri kedua. Tak sabar menunggu buku keduanya terbit.


Bagi yang penasaran sama buku ini, As Red As Blood bisa ditemukan di toko buku terdekat kok, beli online juga bisa tingga searsh aja di google. Diterbitkan oleh Bhuanasastra, jumlah halaman novel yang telah dialih bahasakan ke 49 negara ini ada 300 halaman. Softcover, dengan kemasan jinjing dengan harga jual Rp.77.000,-

Selasa, 13 Agustus 2013

Review Novel Sketsa Terakhir

Yang dinanti-nanti akhirnya terbit juga! Apa nih? apa yang terbit? Hoho.... buku novel... bukaaan... bukan novel saya, tapi novel teman saya, Keichirou. :D

Kenapa saya bilang dinanti-nanti? Karena saya sungguh penasaran seperti apakah hasil karyanya terwujud :D Beberapa kali baca tulisan Kei di blognya dan kadang saya masih suka bingung dengan genre favorit menulisnya. Lalu tiba2 Kei ikutan kelas menulis dengan tutor Clara Ng di Plotpoint dan selama berbulan2 menggodog sebuah karya bersama partner menulis bukunya sebagai hasil dari kursus menulisnya. (Kira2 beginilah yang saya tangkap dari ceritanya selama beberapa bulan ini, bener gak begini Kei? :D)

Menulis itu menurut saya sih ndak gampang, menulis cerita dari cerita pendek sampai novel itu pasti butuh proses ide kreatif yang panjang, yang kontinu dan membutuhkan niat dari dalam hati untuk menamatkan ceritanya. Soalnya gak jarang orang punya ide menulis tapi tiba2 mandek karena kehabisan ide, kehilangan mood dan akhirnya ceritanya terbengkalai sampai gak pernah ada akhirnya. Yah kalo ini juga salah satu pengalaman pribadi saya dalam menulis! Hahahahaha penyakit yang susah sembuhnya. :D Jangankan menulis, cerpen atau novel, tetapi menulis postingan blog berseripun saya mood-moodan gak jelas... Ada banyak postingan saya cuma sekadar wacana dalam pikiran, dan boro2 berhasil saya tumpahkan dalam bentuk tulisan :p


Nah seperti apa sih bukunya Kei? Judulnya Sketsa Terakhir, perwajahan covernya menarik :D
Dan begitu saya balik bukunya untuk melihat resensi buku/cuplikan buku, yup sudah bisa terbaca, ini kisah cerita romantis yang dikemas dalam kisah cinta segitiga. Ide kisah cinta yang klasik dan tak lekang waktu, tinggal bagaimana meramunya menjadi jalinan cerita yang menarik.

Sketsa Terakhir, kisahnya sangat ringan, bukan sebuah bacaan berat. Alurnya sedikit lambat di awal namun berubah cepat di akhir.. :D Saya merasakan depresi2 di awal bab, karena sepertinya memang dikondisikan begini, heheu... yang tak pernah menderita sakit kankerpun mendadak jadi depresif pas baca, berasa gak ada gairah hidup, dan sempat sebal dengan kelakuan sang tokoh utama yg menurut saya menyebalkan! Xp Untungnya rasa depresif yg saya rasakan gak bikin saya menyerah menghentikan baca bukunya hehehe...

Cerita berlanjut masuk kedalam kenangan2 masa lalu saat masa kuliah sang tokoh utama. Penuturan deskripsinya menurutku menarik, saya sih sangat menikmati... mungkin karena saya salah satu penggemar 'ingatan masa lalu' hehe kadang saya juga masih suka mengalami hal yang seperti itu di waktu-waktu tertentu... (hais.... sempet2nya curcol :)))) hahahaha)

Hingga di beberapa bab saya sudah bisa menebak akan dibawa kemana cerita ini, nanti si anu bakal ketemu anu terus jadinya jadi begini, terus begitu dan tiba2 sudah sampe lembar terakhir saja. Perjalanan menuju ending agak gak sebanding dengan membangun mood depresi dan pengenalan cerita di awal. Bab-bab saat puncak konflik hingga akhir dibuat secepat mungkin jadi menurut saya geregetnya menjadi hilang.... Saya sih merasa ya endingnya aman... tapi terlalu cepat.. ini menurut saya lho ya.. :D

Anyway tanya2 tentang proses pembuatan cerita buku ini ternyata, saya baru tahu jika menulis Sketsa Terakhir dilakukan dengan metode tandem. Iya Kei ndak menulis sendiri tapi bersama parter menulisnya juga... katanya sih pembagian bab ceritanya apabila Kei menulis bab 1 nanti partnernya  melanjutkan bab 2 nanti Kei lanjut lagi bab 3, dan begitu selang seling seterusnya. Wah ya ndak mudah juga kalo begitu.... harus jelas awal mula bab dan akhirnya biar nyambungnya masih bisa nyambung dengan halus tidak berasa dipaksakan. Belum lagi kalo tiap bab mewakili kisah dengan karakter berbeda, ya kan? :D Ah saya salut dengan Kei, sejauh yang saya baca sih semua tampak mulus tanpa ada kejanggalan kalo ini ditulis oleh 2 orang yang berbeda ;)

Saya menikmati Sketsa Terakhir ini, ringan dibaca, walau sedikit kurang menggigit tapi tidak berkesan terlalu ringan juga. Cocok jadi bacaan yg gak terlalu mikir dan menjadi bacaan yg mengalir hingga akhir.

Teman2 ada yang sudah membeli dan membaca Sketsa Terakhir? Menurut kalian gimana bukunya? :D

Semoga setelah ini Kei akan menulis kisah2 lainnya dan membukukannya kembali... ayo Kei lanjut lagi nulisnyaa :D

Selasa, 21 Februari 2012

Halte Busway ku sayang







Sekedar tertarik mengabadikannya, yah karena mungkin sekarang sudah terlalu banyak cacatnya. Padahal dulu pada saat pembangunannya masih rapi, bersih, aman dan nyaman. Waktu pasti berlalu lah... dan sama seperti nasib fasilitas umum yang lain yang ada di Indonesia, pasti juga gak jauh beda...

Bayangkan ada di bawahnya, pada saat hujan deras, antri panjang karena sang armada tak kunjung datang...

Atau saat anda pakai rok melintas di jembatan halte tersebut...

Saran: Selalu sedialah payung sebelum hujan. Jangan males. :p
Kalau pakai rok selalu pakai celana dalam, bukan takut masuk angin tapi takut nanti diintip :D

Kamis, 05 Mei 2011

Pameran goresan Maritjee yang unik

saya dan maria

Sekitar awal tahun 2011 ini saya menyempatkan mampir ke Surabaya dalam rangkaian jalan2 pelarian diri saya :)) Apa sih yang paling mendesak saya untuk ke Surabaya? Yak, menghadiri pameran tunggal teman kuliah saya Maritjee atau Maria Goretti EM. Wah saya gembira banget pas tahu dia akan berpameran di CCCL Surabaya dari tanggal 14 Desember 2010-7 Januari 2011.

hastakarya maria

Judul pameran Maria ialah Fairybale. Pengunjung diajak memasuki dunia peri khas gambar Maria yang dia goreskan pada ricebale (karung beras dari bahan anyaman plastik). Dalam bentuk kanvas, tas, kantong, dompet, sepatu, topi dan kalender. Seingat saya sudah sejak tahun 2008 Maria menggeluti dunia rice bale ini, dengan ide2 kreatifnya Maria membuat banyak pesanan tas dan produk2 lainnya dan dijualkan melalui blognya. Penggemarnya dari berbagai negara. Ah saya sungguh salut dengan Maria… Keren banget kamu Mar! Dan sampe sekarang saya menjadi salah satu penggemarnya. Pulang dari pameran, tak lupa saya membeli kalender 2011 bikinannya hihih lumayan buat dipajang di kantor :D


Saya juga beberapa kali memesan tas bikinannya. Enaknya tasnya itu bisa kita order sesuai dengan keinginan kita, kalo mau desain lain ya tinggal diberi gambar contohnya, dan bisa rikues mau dilukis apa, warna apa, temanya apa. Pokoknya desain antara satu tas dengan yang lainnya pasti beda (ya iyalah mana ada gambar yang benar2 mirip, apalagi jika lukisan tangan). Dan yang bikin semakin unik ialah materialnya yang menggunakan bahan2 daur ulang yaitu karung beras.


Saya harap usaha yang sudah dibuatnya semakin berkembang dan makin banyak orderan dan tawaran pameran. Dengar2 kemarin dia pameran loh di INACRAFT 2011 di hall B no. 172. Ah sayang kemarin saya ndak mampir untuk melihat. Sukses terus untuk kamu ya Mar :)

Minggu, 03 Oktober 2010

Royston Tan show lah...

ahem... saya ketemu orgnya langsung pas pemutaran kemarin, tinggi besar, putih, ganteng sayang ndak doyan cewe Tears

Sabtu, 25 September 2010 saya menghadiri pemutaran Q Film Festival di CCF Salemba.. Sesi kali ini ialah Royston Show Lah... memutarkan 4 film pendek milik Royston Tan, sutradara asal Singapura.

Kalo dijelajahi lewat gugel banyaklah karya2 dia yang sudah mendunia bahkan menghebohkan! Ambillah contoh film pendeknya berjudul ‘15' yang menggambarkan daerah kumuh dan mafia di Singapura. Hal yang tabu untuk Negara Singapura dan akhirnya malah membuat film2 Royston dicekal dinegaranya sendiri karena alasan mengancam keamanan negeri. Bayang pun! Saya makin penasaran seperti apa filmnya dia yang ‘15' itu :D *tinggal dicari aja sih di gugel mudah2an dapet*


Sayangnya.. dalam pemutaran kemarin '15' tidak ada dalam listnya, tak membuat saya kecewa karena 4 film yang dibawanya bisa mengaduk2 perasaan saya dan bisa bikin mewek karena ingat ibu atau bapak dan bahkan bisa ngakak sengakak-ngakaknya karena film komedi satirnya yang nyelekit namun menghibur.


Saya beri sedikit ulasan dan komentar saya akan 4 filmnya ya :


Anniversary | 16 menit |2009|bahasa inggris

Ini film pendek tentang kesetiaan gay, lembut, indah dan manis menurut saya.. Saya sebagai cewe sih amat sangat dimanjakan dengan pemeran prianya yang ganteng2 semua.. begitu juga dengan pria2 yang duduk disebelah saya di dalam ruang sinema CCF hehehe....
Mungkin sebagian orang akan risih menonton dua pasang pria sedang memadu kasih tapi kalo untuk saya sih itu tidak terlalu mengganggu. (ya tinggal bayangin aja yang salah satu itu cewe :p masalah persepsi beres kan?)


Ceritanya sih tentang relationship antara 2 orang pria yang bentar lagi mau merayakan anniversary-nya. Kampanye tentang AIDS di sini juga kental sekali, malah saya pikir ini ialah film pendek kampanye tentang pemeriksaan dini AIDS.


Little Note|15 menit|2009
Ini film yang bikin saya mewek! crying
Menceritakan tentang hubungan ibu dan anak dari kecil hingga dia dewasa dan akhirnya harus pergi berpisah dengan sang ibu. Sebagai anak yatim, sang anak selalu diolok2 oleh teman2nya di sekolah namun sang ibu selalu mendukung dan meyakinkan pada anak untuk "Tidak takut".


Sons|10 menit|2000|bahasa china teks inggris
Hampir mirip dengan cerita Little Note, bedanya ini bapak dan anak dan cara penceritaan dari sisi sang Bapak. Lagu mandarin yang mengiringi film ini bikin ngantuk dan membosankan. Dan seperti itulah sang Bapak sebegitu membosankannya untuk si anak. Maka Bapaknya tak pernah dianggap, masakannya tak pernah dimakannya dan pulang ke rumah pun jarang. Hingga yang dirasakan ialah kesepian yang amat sangat untuk si bapak.Penuturan ceritanya seperti berpuisi (dlm bahasa mandarin) di bacakan oleh sang bapak. Kalo benar2 menyimak film ini (dalam kantuk tentunya) sungguh kata2nya indah dan mendalam sekali... 


Cut|16 menit|2004

Ini dia film yang bikin aya ngakk guling2, film ini mengkritisi masalah sensorship di Singapura. Semuanya diceritakan jelas di film ini dengan komedi dan tari (operet). Satu yang paling saya tangkap: Lembaga sensor Singapura menyensor film2 yang masuk untuk melindungi masyarakat singapura tapi siapakah yang melindungi Lembaga Sensor Singapura itu sendiri? Hahaha sumpah gw ngakak pas dengar statement itu.


Yang mengganggu dari film ini, tanpa teks Indonesia dan pemain mengucapkan bahasa inggris singapur dengan cepat, saya jadi harus tanya sana sini dulu biar ngerti :p hehe..

Oh iya film ini juga mendapat reaksi dan kecaman keran sari pemerintah Singapura, karena amat sangat mengkritik lembaga sensor mereka.


Usai nonton film2 Royston saya memuji dia untuk seluruh scoring lagu di semua filmnya, benar2 menyatu dengan film dan mampu membangkitkan emosi. Dan alur ceritanya pun pas tidak terlalu berlebihan dan banyak momen2 yang bisa bikin penonton langsung bereaksi melihatnya. Satu lagi catatan saya untuk film2 Royston, terutama Little Note dan Sons fotografinya bagus sekali.. memanjakan mata, tanpa harus saya kehilangan jalan cerita untuk mengaguminya.


Kok sepertinya saya terlalu memujinya ya? Heheh enggak juga kok, satu yang mengganggu saya ialah film2nya bersih, gambar dengan pencahayaan baik, kesannya seperti drama2 korea atau jepang yang sering saya tonton. Tak ada cacat sedikit pun. Menurutku sih kelebihannya yang berlebihan itulah kekurangannya...

Sekian laporan saya dari QFilm Festival, saya bersyukur bisa nonton sebelum terjadi demo dari FPI. heran banget padahal festival ini sudah diselenggarakan bertahun2 dan FPI ndak pernah bermasalah dg ini tapi tahun ini QFest mendadak jadi masalah. Bingung sama FPI semua2 dipermasalahkan? Curiga ini sengaja diangkat karena pengalihan isu deh...

Tapi dampak dari demo kemarin itu cukup besar buat penyelenggaraan QFest sad jadwal jadi kacau balau, sudah tidak sesuai lagi dengan jadwal yang dipampang di web mereka. Padahal banyak list film bagus yang saya nantikan pemutarannya. Juga dampak lainnya mundurnya The Japan Foundation dalam penyelenggaraan, praktis jadwal di Japan Foundation batal semua dan pemutaran cuma bisa dilakukan di Goethe House, CCF, Erasmus Huis dan Kineforum saja.

Gak mau berbanyak kata atas kejadian kemarin. Toh festival ini sudah selesai dan tetap berjalan walau ada perubahan di sana-sini. Tapi saya salut sama panitianya! RockBikin festival itu tidak mudah, dan saya pernah merasakannya. Kuharap Q Film Fest tetap bisa diadakan tahun depan.

* gambar diambil dari hasil googling
**artikel ini juga diposting di bicarafilm.com

Sabtu, 15 Mei 2010

Review Club Camilan

Sekitar seminggu ini akhirnya saya menamatkan buku Club Camilan sebuah novel yang diangkat dari kisah-kisah 3 penulis lesbian di blog Camilansepocikopi. Saya belum pernah baca blognya, tapi saya tertarik dengan munculnya buku ini. Saya pertama kali tahu buku ini ada pas launching buku ini di event QFilmFestival 2009.

Ceritanya ringan dan menarik, ada 3 buah cerita dari 3 penulis perempuan, masing2 menceritakan tentang kisah hidup mereka. Eh beneran kan yang mereka tulis itu kisah hidup mereka? atau malah hanya kisah fiksi karangan mereka? ah entahlah... tapi yang saya baca karena ceritanya benar2 nyata ya... berasanya itu semua terjadi dan seperti ada disekitar saya sih...thinking

Saya suka gaya bercerita masing penulis dan cara mengemas cerita2 pendek yang ada di sepocikopi. Berasa mengalir dan bikin jadi penasaran hehehe... saya baca per bab, bab Donat saya selesaikan lalu keesokan harinya saya baca bab Bolu terus besoknya lagi saya lanjutkan membaca Brownies. Semua saya baca saat waktu senggang diakhir minggu dan juga saya baca pulang kantor, sebelum tidur.Goodluck

Kisah yang tertulis sebenernya sangat universal, cinta dengan seseorang, lalu ada flirting sana sini, membagi hati, berselingkuh, menerima kenyataan sampe ada banyak konflik dan kejutan-kejutan di masing-masing bab. Ceritanya kadang berasa sinetron banget hahaha... iya itu yang saya baca dari semua2 cerita di buku itu. Yah bukankah hidup kita semua emang sinetron banget? ya toh cerita sinetron itu juga terinspirasi dari kisah2 di kehidupan nyata kan? walau kesannya berlebihan dan gak masuk akal sekalipun! yah tapi mau gak mau percaya deh...., hal itu bukan tidak mungkin tidak ada kan? I  dont know

Kisahnya ya sesederhana itu, hanya perbedaannya dari novel kisah cinta yang lain ialah, pasangan yang dicintai itu sesama jenis dengan penulis, iya sama2 perempuan. Dan jadilah sebuah kisah lesbian. Saya membaca dan akhirnya cuma bisa mengangguk setelah membacanya. Oh gitu tho kalo lesbian.... dilema mereka kayak apa, gimana rasanya di dalam ruang abu2 harus memilih untuk mengakui atau terus menutupi dan tetap kendala terbesar ialah: keluarga.

Saya terus terang tidak punya teman lesbian, tetapi punya beberapa teman gay. Sejauh ini sih saya tidak tahu kisah2 kehidupan pribadi mereka, yah kalo ndak cerita ngapain juga saya nanya2 ttg mereka? kan kesannya jadi ikut campur hehe.. saya gak masalah dengan semuanya. Tapi... kalo baca kisah2 di Club Camilan... ternyata memilih untuk menjadi "berbeda" di masyarakat tidak mudah juga ya... ada banyak resiko dan konsekuensi..

Jujur saya bersimpati dengan mereka, pasti gak mudah untuk merelakan pasangan mereka untuk menikah dengan pria pilihan keluarga si pasangan. Betapa hancurnya, ditinggal menikah. Dan betapa pernikahan menjadi neraka saat yang dinikahi itu bukan perempuan yang dicintainya... *jadi sedih saat baca cerita2 ini* Tearsbroken heart

Secara keseluruhan saya suka buku ini, menghibur dan bikin penasaran disetiap ceritanya. Ndak cuma homo saja yang bisa baca buku ini, yang hetero pun juga bisa baca dan mengambil hikmah ditiap2 ceritanya. Buku bisa dibeli di toko buku terdekat, harga sekitar 40.000an *saya lupa harga tepatnya* hehehe....big  grin

Minggu, 06 Desember 2009

100kata


Baru seminggu gak posting eh udah ada yang nanyain apdetan ihikhik *halah emang siapa yang mau nanya coba* maaf hehe sya sibuk dengan kerjaan saya dan penilaian rapor akhir tahun saya yang menyedihkan dan mengecewakan. Ah tapi sudahlah bukan itu kok yang mau saya tulis hari ini. sengihnampakgigi

Saya mau menunaikan tugas saya buat mereview lagi hehe seperti biasa sebagai blog curhatan yang sebagian besar isinya review, maka saya bebas menulis apapun dong hehe..


Saya pertama kali bertemu buku ini di Gramedia Cinere, tertarik dengan judul
100 kata. Dan lagi setelah saya buka WAW, konsepnya boleh banget. Yaitu menulis cerita pendek hanya dalam 100 kata. Saya mendadak jadi teringat pelajaran mengarang jaman SD yang membatasi penulisnya dengan jumlah kata dalam karangannya. *Berhubung saya tukang ngecap, kadang aturan jumlah kata itu gak saya pedulikan adanya jadi bermeter2 tulisan saya* gelakguling Eh tuh kan ini maksud tulisan dan mbeleber... back to topic lagi!

Buku ini ditulis oleh 8 orang penulis/blogger/apapun bergron kerjaan mereka yang ikut tergabung di milis 100kata, dan di blog 100kata. Milis tersebut menerima postingan-postingan cerita dengan jumlah kata seratus (tidak kurang tidak lebih), dari siapapun yang berminat menulisnya. Setiap cerita yang masuk ke milis ini akan melalui proses penyaringan yang termasuk di dalamnya penghitungan jumlah kata. Jenis karya terbatas pada selain yang mengandung SARA. Nah dari cerita2 masuk itu dipilihlah dan di bukukan jadi buku ini Kumpulan Cerita 100 Kata.


Seperti yang saya bilang tadi, idenya menarik, dan menurut saya yang tukang ngecap ini nulis 100 kata ini gak mudah lho! Gimana merangkainya agar menjadi sebuah cerita yang menarik dan bukan merupakan penggalan dari sebuah cerita panjang. Dan persis seperti saya duga, pasti kuncinya ialah di twist pada akhir cerita, yang akan menghidupkan cerita itu. Setelah saya baca ya semua cerita selalu mempunyai twist yang unik di akhir cerita, ada yang tidak terduga, ada yang sudah saya duga, ada yang menarik, ada yang sedih, pokoknya bermacam2. Seperti menonton film pendek, kesukaan saya *halah*
jelir,cerita2 tersebut ibarat menonton film dengan durasi 10-15 menit. Sederhana, singkat namun sampai pada penonton. Cuma butuh premis cerita dan ditwist pada akhir cerita dan voila! jadi!

Jadi apa bikin cerita 100 kata itu mudah?

Eng... tergantung, tapi tidak buat saya. Dan saya benar2 menikmati cerita 100 kata ini. Ada 1 cerita di buku itu yang saya suka banget, nih saya tuliskan ulang ya..

Aman
oleh Hotma Juniarti

Bu, kenapa sih Bapak dikubur?
Bapakmu sudah meninggal, Le.

Meninggal itu matanya merem ya, Bu?
Iya nggak melek lagi.

Nggak bisa liat?
Nggak bisa, kenapa tho?

Bapak nggak liat Ali manjat pohon lagi ya Bu?
Ndak bisa...

Ndak liat Ali main layangan?
Ndak bisa...

Ndak liat nilai rapot Ali Bu?
Ya ndak bisa.

Aman Bu? Bapak ndak marah-marah lagi, ya?
Iya Le...

Asiiikkk, Ali bisa main-main terus ya, Bu?
Ya ndak kan bapak ngawasin Ali dari sorga.

Sembunyi kelihatan Bu, dari sorga?
Iya

Tutup pintu kelihatan nggak Bu?
Kelihatan Le...

Kalau Ibu sama Bang Johan ngunci kamar, kelihatan juga Bu?
Oh iya para pembuatnya sekarang sedang mulai membuat lagi cerita dalam 140 karakter loh! berani terima tantangan itu? kalo berminat silakan join deh di blognya hehehe... saya masih gak habis pikir jika 140 kata itu apa yang akan dituliskan ya? ihikhik

Rabu, 30 September 2009

Wisata Air Terjun Sedudo





Liburan kemarin saya pergi kebanyak tempat di Jawa Timur, yah tapi gak semuanya sih saya kunjungi... ada beberapa tempat yang saya belum pernah ke sana dan tertarik untuk datang. Salah satunya Air Terjun Sedudo. kenapa saya tertarik ke sana? jawabnya: deket rumah tante saya di Nganjuk wahahaha... iya dari rumah tante sekitar 1 jam dengan menaiki mobil atau motor.

Kalau kata tante dan sepupuku, air terjun Sedudo terletak di Gunung Wilis -Nganjuk, tempatnya lumayan tinggi. perjalanan juga gak nyaman, jalanan beraspal dapat dilalui 2 mobil namun menanjak sekali dan kadang saya bertemu dengan belokan yang tajam di tanjakan itu.
Jadi saran saya:
  • Naikilah mobil yang berkondisi prima, jangan sedan (kasihan sedannya), mending yang SUV atau jip sekalian.
  • Jangan mendaki dengan mobil matic (wah saudara saya ada yang berangkat dengan mobil matic malah ndak bisa nanjak dengan prima).
  • Kalau bisa naik motor, motor yang berkondisi bagus, kalau perlu motor trail.

Kalau musim Lebaran, tahun baru atau tanggal 1 suro ramai banget jadi malah lebih di sarankan naiklah motor. kawasan air terjun tidak memiliki tempat parkir yang layak untuk mobil jadi di jarak beberapa puluh meter sebelum air terjun biasanya para ojek2 sudah menanti di sebuah lahan yang biasanya jadi tempat parkir yang agak luas. nanti bisa melanjutkan perjalanan lagi dengan menaiki ojek per orang 10 ribu rupiah. Malas naik ojek karena berasa mahal? serius lebih baik jangan karena jalannya menanjak dengan curamnya dan masih jauh dari tempat yang dituju.

Eh iya saya lupa dengan uang masuk ke kawasan itu, nah ini dia biaya masuknya:
  • mobil: 2000
  • motor: 1000
  • orang: 2000

lalu harga parkir nanti di bedakan lagi. kira2 parkir 2000an untuk motor dan 5000 untuk mobil.

Setelah ramai2 menaiki ojek sampai ke pintu masuk air terjun sudah terlihat. tinggi sekali sekitar 300 meter. air terjun membasahi tebing berbatu yang rawan longsor. jika musim penghujan kawasan wisata ini ditutup untuk umum karena rawan longsornya itu. udara siang itu panas, ada angin yang dingin namun tetap berasa panas, berbeda dengan hawa sejuk di Malang atau Batu.

Dari depan pintu masuk sudah bisa ditemukan banyak penjaja makanan, gorengan gembus (menjes), tahu goreng, tempe goreng dan bakwan goreng. juga ada penjual minuman dan warung2 lesehan yang menjajakan makanan seperti pop mie, nasi dengan ikan wader+sambel dan lain2. Saya dan sekeluarga sepakat untuk tidak jajan disitu karena diragukan kebersihannya :p

Lalu menuruni tangga, berjumalah 100 anak tangga turun menuju tempat curahan air terjunnya.
kawasan ini sudah modern dan terawat, tangganya sudah dibuat dengan rapih dari batu, dan semen dan tempat curahan airnyapun sudah di bikinkan kolam agar pengunjung bisa menikmatinya dari pinggir kolam maupun dari dalam kolam. airnya? jernih, iya pas jatuh jernih tapi saat sampai kolam kotor. karena banyak pengunjung yang mandi2 dibawah air terjun, bahkan ada yang membawa pulang airnya.

Kenapa ya orang2 cenderung suka mandi2 dibawah pancuran air terjun? dan kenapa juga membawa pulang airnya? ternyata di dekat air terjun terdapat papan yang bertuliskan khasiat dari air terjun itu : dapat membuat awet muda. wahahahaha saya gak tahu sih itu beneran ato enggak khasiatnya tapi lucu ajah, hampir di semua tempat air terjun pasti selalu mencantumkan khasiat itu. wekekeke....

saya terus terang menikmati jatuhnya air, indah tapi giliran lihat bawahnya (bagian kolam) ilfil karena banyak yang mandi2 atau main air di bawah :( keindahannya jadi rusak deh...

oh iya, di situ juga banyak toilet dan terdapat musholanya kok,jadi gak usah khawatir untuk solat ataupun butuh ke toilet. juga ada toko kerajinan atau toko sovenir. iseng2 saya ke sana apa sih yang dijual di sana? wahahaha ternyata kaos Barong Bali! wakaka berasa Kuta pindah Sedudo. Barulah ditumpukkan kaos saya menjumpai kaos2 yang bertulis Wisata Air Terjun Sedudo. :D

Setelah puas menikmati saya pun kembali, dan itu yang bikin bete, saya harus kembali keatas dengan menaiki 100 anak tangga lagi dan naik ojek lagi! capekkkkkk!!!! berasa treadmil 1 jam! Jadi catatan buat bapak atau ibu yang sudah berumur dan bermasalah dengan sakit kaki atau sakit pinggang jangan memaksakan turun. Bikin repot yang nemenin naik!

okeh sekian cerita saya tentang Air Terjun Sedudo, nanti lanjut ke kunjungan saya yang lain ya...

Selasa, 16 Juni 2009

I Love Series (buku anak-anak pengetahuan)

sekian lama kerja di kantor saya yang menurut saya menyenangkan ini banyak juga buku2 yang berhasil di terbitkan. wah...wah... gak sia2 saya jadi buruh di sini :D saking banyaknya sampe saya lupa belum posting cover2 yang telah saya buat. ah mulai mencicil ah... biar penuh galeri porto saya.....

memang sih... kebanyakan buku luar (import) yang saya kerjakan. dan kebanyakan cover buku anak2 itu perubahannya sedikit sekali, jadi posisi saya kadang malah cuma sebagai me-redesain saja :)) tapi toh itu tetap kerja keras saya kan?

yang saya posting kali ini buku I Love Series, buku anak2 untuk usia 4-8 tahunan.. yup buku pengetahuan anak, berisi tentang pengetahuan hewan2, disertai ilustrasi realis yang menarik tentang hewan tersebut. bukunya mudah di baca, sedikit tulisan, berwarna dengan kertas halaman art paper. jumlah halaman 24 halaman. covernya di bagian judul ada outline hologram yang akan menarik minat buat pembaca kecil. kalau si pembaca kecil belum bisa membaca dengan baik, butuh di bacakan orang tuanya.... jangan khawatir orang tuanya juga jadi bertambah ilmunya tentang hewan2 ini kok :D gak percaya?
Buaya itu bisa hidup lebih dari usia manusia bahkan sampai 100 tahun!
Berat beruang bisa mencapai 10x berat badan manusia loh.. kebayang kan gendutnya?
Burung hantu itu burung paling ganas, bahkan Elang pun takut dengan burung hantu!

Masih belum percaya juga? hehehe ya segera cari bukunya ya.... di Gramedia terdekat ya... cuma di toko itu saja loh, di tempat lain mah gak ada (halah sok promosi deh)... :D harga 25ribu rupiah saja perbuku (kalo gak salah loh, saya bukan kasirnya sihh) :p

mau lebih murah? belinya lewat saya ajah... hehehe dapat diskon wekekeke...

eits serinya ada:

  1. I Love Baby Animals
  2. I Love Owls
  3. I Love Crocodiles
  4. I Love Whales & Dolphins
  5. I Love Dinosaurs
  6. I Love Sharks
  7. I Love Bugs
  8. I Love Bears
  9. I Love Big Cats
  10. I Love Spiders

oh iya walau judulnya bahasa inggris, tapi isinya seluruhnya bahasa indonesia kok :D

Selasa, 09 Juni 2009

Review Novel Kitchen



pertama saya tertarik melihat cover bukunya, merah pada judul dan objek, memikat mata. saya ragu2 untuk membelinya karena ini buku terjemahan.. ya saya kurang suka buku terjemahan, karena kadang sayan kurang cocok dengan bahasa terjemahan. (biasanya feel bahasa asli novel suka tidak tersampaikan dengan baik).

tapi.... akhirnya saya membelinya.....
terdiri dari 2 cerita, Kitchen dan Moonlight Shadow.. semua karangan Banana Yoshimoto, nama pena dari Mahoko Yoshimoto.

Kitchen

seorang perempuan dengan nama Mikage Sakurai, menjadi sebatang kara setelah ditinggal meninggal oleh neneknya. dia sedih namun dia tidak sendiri dan kesepian karena dia memiliki tempat yang dia cintai yaitu dapur.


namun dapur keluarga Tanabe membuatnya jatuh cinta. Yuichi Tanabe seorang lelaki asing kenalan sang nenek mengajaknya tinggal di rumahnya. Mikage menemukan sebuah keluaraga baru: Yuichi Tanabe yang dingin dan Eriko Tanabe yang mepesona. Eriko Tanabe ialah ayah sekaligus ibu bagi Yuichi, yang dia adalah perempuan transeksual yang sejatinya ayah kandung Yuichi.

Suatu saat Eriko meninggal karena kasus pembunuhan, Mikage dan Yuichi menjauh dan saling terasing dalam kesedihan... Mereka memilih jalan masing2 untuk bangkit dari dukacita dan akhirnya meyadari ada cinta diantara mereka.

Kitchen bukan buku tentang memasak, tapi sebuah novel tentang arti hidup dan kematian dan keluarga. keluarga yuichi yang cukup unik dengan bapak yang yang cantik. kelembutan Eriko, dinginya Yuichi dan Mikage yang mencairkn suasana dalam keluarga itu.
Ringan dan fun, dengan gaya bertutur yang lembut namun dalam.

Moonlight Shadow

Satsuki mencintai Hitoshi, empat tahun mereka menjalin cinta. namun mau harus memisahkan mereka. dukacita mendalam dialami oleh Satsuki. dan dia berusaha menghilangkan kesedihannya dengan berlari pagi melewati jembatan kenangan dia dan Hitoshi. sampai suatu hari ia bertemu dengan Urara, perempuan misterius yang datang dari jauh mengunjungi kotanya.


Bukan hanya Satsuki yang berduka, Shu adik Hitoshi pun berduka. ia kehilangan kakak laki2 dan pacar tercintanya bersamaan. duka cita mendalampun dialami oleh Shu. setiap hari ia pergi ke sekolah dengan mengenakan seragam sekolah sailor milik kekasihnya, Yumiko.
akhirnya suatu pagi terjadi sebuah peristiwa yang akhirnya merubah mereka. bahwa hidup akan terus berjalan akan terus bergulir walau oarng yang mereka cintai sudah tiada. saat itulah mereka memutuskan masa berkabung mereka usai.... dan akhirnya mereka melangkah maju...

saya sampai berkaca2 baca cerita yang terakhir ini... sungguh maknanya sangat dalam dan saya bisa merasakan rasa sedih dan kehilangan kekasih yang mereka cintai..
diceritakan dengan lembut, namun tidak cengeng......

untuk cerita Kitchen sudah memenangkan beberapa penghargaan di jepang dan di negara Eropa, dan sudah diterjemahkan di lebih 20 negara. Banana Yoshimoto sendiri menulis kitchen pada saat dia berprofesi sebagai pramusaji restoran. dan jangan kaget ya kalau novel ini dicetak pada tahun 1988. wuih... saya kaget banget karena buku ini sejadul itu, tapi isinya tetap tidak ketinggalan jaman dan masih bisa dinikmati di masa kini. :D salut buat Banana Yoshimoto... kurasa ceritanya tak akan lekang oleh waktu :) dan yang pasti saya puas membeli dan membaca buku ini, feel yang ingin disampaikan Banana tersampaikan dengan baik.


Kitchen edisi bahasa indonesia, di terbitkan oleh KPG harganya 40 ribuan saja. selamat berburu novelnya ya teman-teman.... :D

Jumat, 13 Maret 2009

bukunya Ichanx


okey.... sebelum saya review bukunya....

saya ceritakan kenapa saya tiba2 jadi beli bukunya..

beberapa minggu yang lalu saat saya diajak oleh Imam "waterbomm" dan Dony ke wetiga saya bertemu dengan banyak temen blogger dan plurker... saya pernah melihat mereka di pesta blogger 2008 lalu namun belum pernah berkenalan secara langsung...

salah satunya ialah si Ichanx ini..... haha yang bikin saya penasaran beli bukunya karena saya gak tahu dia ngeluarkan buku wakakaka...padahal dia tanya "lu dah baca buku gw?" saya jawab "belom, judulnya apa ya?" bodohnya saya...... ya maap kalo gak tahu wekeke

main ke blognya juga gak pernah... ada di frenlist plurk saya juga gak ada. tapi yang saya tahu dia temannya Dony. ngobrol dengannya asyik... dan sepertinya bisa jadi teman yang baik, penasaran bukunya kayak apa sih? *padahal bisa aja gak usah beli bukunya , tapi baca aja blognya. bodohnya saya....*

dan review bukunya ialah......
jeng...jeng......

lucu, sumpah lucu dan kocak, saya suka dengan gaya penulisannya tidak keikut gaya penulisan siapa2, gak pake bahasa lebay, atau terlalu ke Radiya Dikaan *seperti umumnya buku perlit yang muncul* , natural; ya emang curhatan banget, berisi *yup dia berbagi tentang kerja di bank, bikin kartu atm, gimana caranya mengibuli tugas perbankannya dia*, guyonannya smart... *sumpah saya ketawa pas baca cerita dia satu pesawat dg rombongan petenis* ...

kekurangan apa ya?? kurang tebel kali ya bukunya.... hehe padahal kayaknya sih dari list postingan di blog dia, banyak yang bisa masuk buku kok....

ada beberapa gambar di bukunya terutama yang bikin kartu atm dengan nama antik sialan banget tuh cerita bikin saya gegulingan lucu banget.... wakakakakaka... itu kartu atm kelihatan kali dari bank mana... *untungnya dah ganti logo dan ganti pula desain kartu atm-nya* eh jangan2 gara2 salah satu bankirnya yg kabur ini mereka memilih ganti logo wekekekekek........gak tahu juga sih...


saran buat semua orang yang pengin mengendurkan ketegangandan butuh bacaan ringan, bacalah buku ini *hayah saya malah ikutan promo* gak rugi kok beli buku ini :-D

Selasa, 14 Oktober 2008

Berburu rumah dapat penyunting sinting!


kemarin saat hunting buku di hari minggu yang berujung apes! iya gak berhasil dapet buku Rumah Kecil di Padang Rumput malah dapatnya buku Penyunting Sinting! hahahaha dari judul aja dah gak nyambung, apalagi isinya...(ya iya lah!)

tertarik karena judulnya, memicu aura kebencian saya sama editor, wahahahahahahaha...gak ding...

tapi emang editor itu meurut saya rese, karena suka dengan semena-mena mencoret2 hasil layoutan editan saya... hahahahaha...kalo bukunya 500 halaman?? beugh!!!! gile males bener deh ngeditnya (seperti yang gw alami seminggu ini, gak kelar-kelar).

Penyunting Sinting, buku karangan Gari Rakai Sambu hasil terbitan dari penerbit Bukune...
harga Rp. 28.000,-saja...

sebenernya sempat bertanya2 sapa sih Gari? masalahnya saya jarang beredar di dunia teenlit. Oh ternyata editor toh....hehehehe (editor dan penulis buku2 teenlit)

okey kembali lagi....ke review bukunya... menarik, jenis PeLit (personal Literatur) atau catatan harian... isinya banyak ynag menarik dengan gaya bahasa yang ringan, dan untungnya tidak terlalu tertular oleh gaya menulis Mbah Pelit (alias RadityaDika). Soalnya banyak Pelit2 bermunculan tetapi selalu gaya bahasanya ngikut si penulis Kambingjantan itu....jadi sebal bacanya....

dan untungnya isinya benar2 sesuai dengan judulnya, yah berasa baca curhatan editor sih...jadi bisa merasakan kalo editor itu kerjaannya juga sama beratnya kayak desainer atau layouter....
dan gak mudah juga jadi editor... (akhirnya disadarkan oleh buku curhatan editor kalo pikiran saya selama ini salah, hehehehehe......) Banyak hal benernya sih apa yang ditulis oleh Gari...hahahaha...tapi untungnya editor di kantor saya gak senarsis dan tukang ngompol kayak mahluk aneh itu (si Gari) hihihi....

cocok di baca dikala stress, walau banyak candaanya yang terlalu lebay dan garing...tapi ini kan buku PeLit bukan kamus humor, heheheheh...