Selasa, 23 Desember 2014
Selamat 14 bulan nak!
Kamis, 09 Oktober 2014
Istirahat ya Bu, aku akan selalu merindukanmu...
Senin, 12 Agustus 2013
Rasanya Lebaran tahun 2013 ini...
| menyiapkan beras yang sudah direndam 30 menit dan selongsong ketupat yang di beli di pasar. |
| mencoba merebus ketupat dengan slowcooker, ternyata cuma muat 4 buah ketupat untuk kapasitas Takahi 1,2L hahaha.... |
| hasil karya perdana nih, ketupat padat siram opor ayam dan sambel goreng printil kentang, tak lupa kerupuk udang. |
Kamis, 12 Juli 2012
Perihal memasak dan dapur
Rabu, 22 Februari 2012
Setahun, dulu dan sekarang...

Selasa, 22 November 2011
Habibi, My Beloved...



Selasa, 20 September 2011
Hari H yang ditunggu itu...

10 September 2011
Alhamdulillah... akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba! kita bertemu lagi di sebuah meja yang tidak terlalu besar di tengah2 ruang ibadah Masjid Puri Cinere dan akhirnya kamu menjadikanku rekan seumur hidupmu pagi itu. Bahagia, haru, deg-degan tak terlukiskan dengan kata-kata kecuali senyum yang mengembang dan semakin mengembang.
Kamu tampak gagah dengan balutan baju pengantinmu sayang… aku suka :)
Selasa, 26 Juli 2011
Melankoli sekotak bekal

Senin, 04 Juli 2011
Selepas Senja

Senin, 25 April 2011
Akan ke mana kita Sabtu ini sayang?

Selalu bersyukur bisa bertemu dengan mu walau tidak setiap hari.. yah setidaknya karena wiken adalah waktu untuk kita, untuk aku dan kamu.
Bertemu, saling menatap, saling berpegangan tangan,
menikmati film berdua,
membahas hal-hal kecil di sekitar kita,
membicarakan angan2 masa depan yang tinggal menunggu realisasinya saja, menikmati masakan si bibi yang selalu pedas dan teri lagi teri lagi…
atau bahkan main game bodoh dikala senggang kita di sebuah antrian..
Selalu semuanya hinggap dalam angan2 saat aku merasa sendiri (pada kenyataannya baru juga satu hari tak bertemu) hahaha… dan jika sudah seperti itu kadang aku merajuk manja minta bertemu. ah payahnya aku selalu rindu akan hadirmu.
Tak jarang penundaan bertemu membuat saya kecewa dan sedih…
buruk... itu sifat buruk.. tapi apadaya itu yang aku rasakan.. :(
Lantas seketika senyum itu mengembang lagi saat mendadak lagu di playlistku (yang sore itu kudengarkan saat perjalanan pulang) memutarkan lagu buatanmu untukku. I love You. Teringat saat kamu memberikannya padaku, memutarkannya di radio tape mobilmu yg rewel itu. Saat aku berdebar mendengarkannya, kamu memberikan kado ulang tahun yang kau pilihkan bersamaku. Kotak merah, seperti jaket merah isinya. Manis, hangat, terharu. Kupeluk erat sambil terisak.
Mengingatnya selalu membuat berdebar. Seketika lupalah rajukanku.. ah semudah itu mud saya berubah. Yah apalagi jika teringat kenangan manis bersamamu. Sabar… wiken pasti akan datang, dan senyumku akan semakin mengembang saat hari Jumat tiba.
Akan ke mana kita Sabtu ini sayang?
catatan: harusnya cerita kado ultah berkesan itu saya postingkan bulan lalu, ah apadaya baru sempat sekarang saya menuliskannya. biarin lah ya daripada enggak :)
Selasa, 01 Februari 2011
Kata Rindu untukmu

membaca tiap kata yang tumpah dari ujung jemarimu itu membuatku ingin segera berada di sisimu saat ini segera dan memelukmu erat..
apa daya... cuma terhubung lewat serat optik
#
bukangombal
iya bukan gombal.... :D padahal jarak termasuk cukup dekat, hanya Jakarta-Depok ah tapi kok ya nyatanya lebih sering mendekatkan diri dengan media chatting atau telpon dan sms. Bukan...., media bukan hal yang buruk malah sebuah anugerah yang mampu mendekatkan jarak sejauh apapun dalam waktu yang singkat. Lebih murah (walau relatif), gak capek (ini juga relatif), dan bisa kapanpun dan dimanapun.
Tapi... kalo berharap untuk bertemu boleh kan? iya saya masih lebih suka dengan bertemu langsung, setidaknya aku bisa membelai punggungmu, menyentuh lenganmu dan nanti kau sambut dengan menggenggam tanganku. Tak terlupakan hangatnya....
Aku ke sana sekarang, tunggu aku ya...
Senin, 27 Desember 2010
Menjelang Cuti
Gundah muncul tiba-tiba, diluar kuasa, diluar keinginan.. menyeruak dengan semena-mena, membekukan keriangan menjadi hampa
Memperkuat semesta maha kuat dan dahsyat dan saya cuma mahluk kecil di hadapNya
Hyang Jagat...paringono saya kekuatan...
Gusti... bukakan saya jalan ikhlas...
Gundah mendadak muncul menjelang saya akan mengambil cuti untuk liburan.
Jika sudah begini yang muncul malah pesimis
Dalam pikiran mendadak terpikir, bagaimana liburan yang akan saya jalankan nanti ya?
Lancarkah saya sampe tempat tujuan?
Di sana saya bakalan gimana ya? ngapain ya?
Lalu jika mau pindah tempat liburan ke kota lainnya enaknya gimana ya? Naik apa ya?
Njujuk dirumah siapa ya?
Keraguankeraguan ini muncul cuma karena gundah
Karena masa depan (masa di saat itu belum dilewati) masih ngambang, masih mengira2
Padahal saya selalu menyadarkan diri saya untuk let it flow..
Terlalu banyak berencana hasilnya malah cuma akan kecewa
Just nikmati…
Let it flow…
Saya butuh ini
butuh pergi
ke sebuah tempat, meletakkan sejenak beban, mencari tempat untuk lebih menghargai hidup saya
pulang…
kalo istilah saya begitu....
Entahlah... mungkin aslinya sih ini 'melarikan diri sementara'
ironis
Selasa, 21 Desember 2010
Semacam irama racauan
Saya: Serba berlebih, lalu tumbuh besar dan akhirnya meluber dengan sia-sia yah.. yang tumpah dan kau injak itulah cintaku.
Pria: Tapi kalau tidak cintamu dimana lagi aku bisa berpijak?
Saya: Basah, lengket, amis? Ah maaf sepertinya luberannya tercampur dengan luka di dadaku.
Pria: Bukannya itu tempat tulang igaku bersarang? yang kau bawa selama ini, dan sekarang saatnya kembali?
Saya: Tunggu! kita bisa bicara, kita sama2 wanita, saya bisa paham perasaanmu. Mari kita bicarakan dengan hati.
Ah cuma sekedar racauan saya di lapak perkicau dan tiba2 disamber oleh seorang pria, dia membalas kata2 saya dan saya membalikkannya dan terdiam saat tiba2 kisahnya bercerita tentang perdebatan antar wanita. atau kisah cinta antar wanita? (entahlah)
Kisah apapun itu bisa berubah dengan cepat, mau kisah sinetron, film, maupun kisah dalam hidup. Tiba-tiba zlabb! berubah! seperti juga hati manusia mudah berubah, sedetik lalu bilang A lalu sedetik kemudian bisa jadi B ataupun C. Wajar jika terjadi salah persepsi, salah tangkap, salah tafsir.
Okey, kira2 saat saya sedang menuliskan ini apa yang sedang saya pikirkan? saat saya membuat prosa pendek di lapak perkicau itu apa yang saya pikirkan? apa yang Anda pikirkan tentang yang saya pikirkan? mumet kan? :)) lalu Anda pun menjadi berpersepsi, menghubung-hubungkan sesuatu dan akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan dan tadaaa!!! maksudnya begini, begitu, ini itu... :)) Dan saya pun cuma bisa tertawa terbahak jika itu terjadi :D
Dan jikapun tidak ditanya apapun saya juga tidak akan menjelaskan apapun :D karena memang tidak ada yang perlu dijelaskan kan? itu cuma ada dalam pikiran Anda kok bukan yang ada dalam pikiran Saya. So... silahkan bermain-main dengan imajimu... itu hakmu kok :)
Jumat, 17 Desember 2010
Puisi Sepi
Kesunyian antara padang ilalang dan pasir tepian
Alas rimba di dadaku Tak mengizinkan seorang pun untuk hidup
Air sungai mengalir dalam mata Matahari..
Keselarasan jiwa dan akal menganak tirikan Matahari atas kepalaku
Tangguhnya harapan menghempas di punggung bumi keras
Menyadari kesepian adalah bagian
Dan cinta sama rata cermincermin yang pecah
Kesepian menjauhkan diri dari kebenaran
Nafasnafas kedengkian berhembus satu persatu
Memikul rindu yang antah berantah adalah ketidakberdayaan diriku menerima segala
Pada akhirnya, aku lupa bagaimana
Meminta hati sendiri untuk bicara
Mengunci ruang rapatrapat
Kedap suara kedap nurani
Mengenaskan!
By Ibenk Sablenk-
Ibenk memberi puisi ini tepat pagi hari ini.. puisi ini muncul setelah membaca postingan saya yang berjudul “Sepi”.
Saya merasa senang, tersanjung, meluap-luap bahagia. Tulisan saya yang murung dan terlalu emosional itu bisa mengispirasi orang untuk membuat karya, Ah.. saya memang pengagummu Benk, selalu setiap kata yang muncul darimu bikin saya terdiam, tercekat, karena mengagumi setiap katanya. Indah, pedih, menusuk, dalam, rumit, ada labirin didalamnya namun melegakan. Hahaha mungkin kata2 saya berlebihan… tapi itulah yang saya rasakan.
Sekarang saya tanya padamu Benk, saya atau kamu yang layak di sebut ‘pengagum rahasia’? mungkin saya, mungkin kamu, mungkin kita memang selalu saling kagum… :)
Selasa, 23 November 2010
Hujan pagi hari dan ultahmu

23 november 2010, pagi ini hujan deras. Hujan yang tak pernah saya inginkan datang di pagi hari, hujan yang cuma bisa bikin saya terbakar amarah karena kebasahan dan juga hujan yang membuat hati saya murung. Semurung-murungnya..
Teringat suatu ketika, kita pernah diguyur hujan bersama diatas sepeda motormu. Kita lalui banjirnya jalan Jemursari dikala hujan. Saya sibuk menggerutu, dengan basah yang saya rasakan. Kita memakai jas hujan ponco belel milikmu, yang sudah robek dibeberapa tempatnya. Sementara saya memelukmu dari belakang sambil terus menggigil kedinginan. Hujan kala itu hujan angin, saya cuma bisa kesal diatas motor. Sampai akhirnya kamu mengantarku pulang sampai ke rumah bulikku.
Hujan pagi ini mengingatkanku padamu. Kuyupnya saya pagi ini, dinginnya menusuk sampai hati. Dalam perjalanan menuju kantor saya buka kembali kotak memori yang saya letakkan disudut hati. Semua berisi tentang kamu, potongan memori terkuak kembali, dan rasa hangat yang pernah saya rasa terasa kembali.. Ijinkan saya mengingatmu, di hari ultahmu ini…
Selamat ultah pemenjara hatiku, selamat ultah sang pengunci hatiku.. Banyak cinta telah saya jalani, banyak pria telah mendampingi saya, namun tak pernah ada yang bisa membuka kunci hati ini..
Banyak pesan kukirimkan padamu, banyak pesan kuminta agar penjara ini kau buka namun… pesan itu cuma akan hanyut dalam guyuran hujan, sama seperti pagi ini.
Selamat ultah Hendry… Doaku selalu yang terbaik untukmu…
Kamis, 14 Oktober 2010
Bikin Festival Film itu gak gampang

Bikin Festival Film itu ndak gampang, dan alasan kenapa harus ada Festival Film itu juga bukan sebuah pertanyaan yang mudah di jawab.
Melalui situsnya Jiffest (Jakarta International Film Festival) mereka menyatakan jika Jiffest ke 12 yang direncanakan terselenggara 27 November-3 Desember terancam gagal dan bubar gara2 masalah pendanaan. Masalah dana selalu menjadi masalah pelik di semua festival film. Dari yang sederhana yang bersifat kedaerahan atau yang skala internasional seperti Jiffest ini.
Loh memangnya jiffest gak bisa cari sponsor apa? Beberapa orang protes dengan adanya gerakan kampanye #SaveJiffest di berbagai media social. Dan merasa gerakan #SaveJiffest ini gak tepat, sementara ada banyak yang harusnya lebih layak di bantu di negara ini daripada pemerintah harus menuruti membantu Jiffest.
Jadi gini, selama ini Jiffest bisa berjalan dengan baik karena mereka mempunyai donatur dan sponsor dari luar negeri. Tapi setelah 10 tahun kontrak sponsor pun habis. Dan walau mencari dana dari sana-sini pun tetap belum bisa menutupi dana operasional festival. Jiffest setiap tahunnya minta dukungan dari pemerintah, tapi ya tahu sendiri lah bagaimana birokrasi dan banyak kepentingan yang ada di sana. Akhirnya masalah prioritas lah yang menjawab. Mungkin ini saatnya buat Jiffest untuk mencari dana lagi ke tempat lain atau bahkan menggalang dana dari penonton yang haus akan festival film alternatif.
Kenapa jiffest harus ada? Jiffest ialah salah satu festival film internasional terbesar di Asia Tenggara. Sudah mendatangkan banyak film alternatif dari berbagai negara yang film2 itu belum tentu bisa masuk ke jalur bioskop di Indonesia. Di jiffest ada workshop, master class, dan diskusi untuk mengapresiasi film yang memperkaya pengetahuan film di Indonesia. Dan biasanya pengisi workshopnya pun datang dari beberapa ahli film dari luar negeri dan negeri sendiri. Di festival ini pula film2 pendek anak negeri pun juga diputar dan diapresiasi, tidak hanya film2 layar lebar yang telah punya nama.
Mungkin untuk penjelasan lebih lanjut bisa dibaca di situs mereka.
Kalau saya melihat kasus ini tidak heran, festival film di manapun itu cuma kerja sosial saja, mereka ndak pernah mencari keuntungan, mereka ada untuk memberikan alternatif hiburan dan wawasan di masyarakat, mereka juga memperkaya penikmat dengan keanekaragaman gagasan dan budaya. Yah biar para penikmat itu pinter, gak cuma katak dalam tempurung, tapi bisa lebih terbuka dalam pemikiran. Dan bisa menginspirasi para pembuat film di Indonesia biar film di Indonesia lebih beragam dalam ide dan cerita (gak melulu cuma pocong dan seputar selangkangan mulu).
Bikin festival gak gampang, harus cari film kemana pun, jika ini festival internasional nyari filmnya pun juga sampe ke belahan dunia lain. Semua saling bertukar jejaring, nyari film di berbagai Negara. Lalu film2 itu dikurasi dan dimasukan dalam program, dalam sesi ini dipilih kira2 mana film yang cocok dengan kondisi di sini (Indonesia). Minjem film itu juga gak gratis, harus mengurus ijinnya dan pertanggung jawaban pada para pembuat filmnya.
Lalu mencari tempat pemutaran. Kesannya beberapa festival film itu terlalu eksklusif, kurang membumi. Ya karena tempat2 yang eksklusif itu yang bisa dengan terbuka menerima adanya pemutaran film yang layak. Seperti di bioskop Blitzmegaplex, atau beberapa pusat kebudayaan di Jakarta atau gedung kesenian. Sekali lagi itu juga gak gratis. Dan belum lagi jika pemutaran dilaksanakan selama beberapa hari.
Bukan cuma tempat pemutaran, ada pula tempat untuk diskusi, workshop, master class dan lain sebagainya. Kalau ditotal2 wajar lah jika bujet membengkak. Butuh volunteer yang banyak untuk mengurus semuanya agar berjalan dengan baik. Dan pada saat pelaksanaan gak jarang ada banyak kekurangan. (seperti yang pernah saya keluhkan tahun lalu).
Memangnya gak bisa tertutupi dari tiket nonton Jiffest? Tiket Jiffest itu berapa sih? 15.000 (kalo ndak salah, saya lupa soalnya) bahkan banyak pemutaran film yang gratis. Dengan pemasukan dari tiket segitu bisa menutupi biaya operasional darimana?
Lho tapi kan ini festival cuma di Jakarta doang? Dan sekali lagi yang menikmati cuma orang Jakarta aja! Ada kok Jiffest traveling yang memutarkan film2 dari berbagai Negara dan negeri sendiri ke kota2 lain selain Jakarta. Ke padang, medan, malang, jogja, solo, Makassar, Surabaya, dll
Setelah saya mengingat lagi semuanya dan saya sadar bahwa menyediakan hiburan alternatif yang bermutu itu ndak gampang, saya rasa #SaveJiffest ini tidak berlebihan kok. Ada banyak cara untuk membantu dan membangun Negara kan? Dan ada banyak cara untuk membangun dan membantu perfilman negeri ini :)
Untuk yang peduli dan ingin festival ini tetep ada bisa menyumbang ke:
Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia
No. 7420030091
BCA Percetakan Negara (untuk pembayaran dalam mata uang Rupiah)
Bukti pembayaran dapat kirimkan melalui alamat email info@jiffest.org atau jiffest@gmail.com, atau fax ke 021-31925360.
Sebagai catatan, tahun ini JIFFest membutuhkan pendanaan sekitar 2 miliar rupiah. Sampai saat ini, JIFFest masih memerlukan 1.5 miliar lagi untuk benar-benar bisa terselenggara.
Jika sampai pada tanggal 1 November belum terkumpul 1 miliar rupiah, maka dengan sangat menyesal penyelenggaraan JIFFest tahun ini ditunda sampai waktu yang belum dapat ditentukan.
Lagi2 saya curhat deh di sini, oh iya tulisan ini saya buat karena saya penikmat film2 Jiffest dan festival lainnya. Saya buat karena saya peduli dengan adanya festival film. Saya bukan panitia dan maaf jika saya terlihat sok tahu tentang ini, tapi saya tahu kinerja membuat festival karena saya pernah membuat festival film di daerah dan itu sulitnya bukan main (bahkan lebih sulit dari di Jakarta). Yah sedikit-banyak saya bisa curhat tentang kesulitannya :D hehe
Semoga Jiffest dan Festival film lainnya tetap bisa terselenggara ya... Amien...
Senin, 23 Agustus 2010
Sepi...

Sepi...
Terkadang saya merasa kesepian. Sepi.... padahal ada banyak teman disekitar, ada banyak orang yang sayang sama saya. Tapi tetap, hati rasanya kosong, ndak berarti.
Saya kadang suka termangu di pojokan kamar. Berdiskusi dengan diri sendiri, dengan pikiran saya. Berdebat dengan pendapat2 saya sendiri. Sampai rasanya perdebatan di kepala saya semakin berat dan saya tak kuat menanggungnya.
Seketika pikiran saya memaksa saya: "Saya kudu mengeluarkan isinya!" Dan isi otak pun tumpah dalam bentuk racauan, sumpah serapah, keluhan, kata2 pesimis menyayat hati, atau nyinyiran yang nantinya akan menyakiti hati orang lain.
Entah bisa saya tuliskan di blog, pada secarik kertas, di notes hape, sms, media microblogging atau apapun itu, atau bahkan saya berbicara pada kucing kesayangan saya atau bahkan tembok!
Apapun saya lakukan agar beban berat di otak ini keluar, dan akhirnya kembali ringan dan saya bisa tidur dengan nyenyak atau melakukan aktifitas seperti sedia kala.
Terdengarnya mudah, iya sepertinya mudah sekali dilakukan. Tapi sulitnya bukan main. Saat kekeruhan dalam otak ini hendak meluber, sulit sekali mengendalikan keluarnya agar teratur, tidak berebutan, agar lebih tertib dan jelas mau saya apa. Tapi tidak, semua yang ada dalam otak kecil saya ini tiba2 berlomba-lomba keluar bak domba yang menerjang pintu kandang yang terbuka, semua berlomba ingin bebas! Sedangkan mulut saya cuma 1, tangan saya cuma 2 dan mata saya cuma 2, cuma segitu jalur yang harusnya dilewati oleh luberan itu.
Kadang terjadi sembelit di lubang-lubang indera itu, rasanya sakit sekali. Memberatkan kepala, dan menekan hati semakin pedih. Emosi yang meluap2 pun menjadi tertahan dan hanya bisa tersalurkan dengan uring2an gak jelas, merajuk menyebalkan atau bahkan air mata mengalir tanpa sebab. Tapi apa yang saya pikirkan tetap tak bisa keluar. Hanya aliran emosi yang mendadak keluar karena tak tahan rasanya menahan sakit.
Selalu kejadian ini berulang entah sebulan sekali atau beberapa bulan sekali, selalu saya melewati pola2 yang sama. kadang saya bisa mengatasinya tapi kadang saya tak bisa mengatasinya.
Saya... saya cuma butuh teman ngobrol, entah untuk bicara apapun itu. mungkin saya lancar bicara hal2 yang tidak penting, walau saya sangat buruk dalam hal bicara ramah tamah. Tapi saya sulit mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran saya. Sungguh itu menyiksa saya!
Anda harusnya bersyukur melihat tulisan ini, setidaknya saya berhasil menuliskan apa yang ada dalam pikiran saya tanpa harus terlibat emosi labil dan kesulitan mengungkapkan. Tapi tulisan ini munculpun jarang, bahkan mungkin tidak pernah...
Ahhgg... akhirnya saya berhasil meracau untuk saat ini..
Saatnya kembali ke dunia nyata wahai sahabat :)
Rabu, 11 Agustus 2010
Puasa jaman kecil (1)

Senin, 26 Juli 2010
Serigala atau Keledai?

Seperti biasa pikiran saya selalu mengembara kemana-mana, kali ini berhenti pada pertanyaan: “kok rasanya lebih menyenangkan ya bila ‘tanpa ikatan’?”
Ah ternyata… mulai lagi pemikiran saya balik lagi kesini. Sungguh saya rindu rasanya jadi petualang cinta (halah kayak pernah aja hahaha), saya rindu dekat dengan laki2 tanpa ikatan apapun, saya rindu bisa jalan dengan siapa saja, nonton, jalan, ngobrol dan telpon berjam-jam dengan siapa pun kan kapan pun.Saya rindu dengan debaran2 itu, rasa penasaran saat bertemu orang baru atau apalah..
Seorang kawan mengingatkan jika itu adalah keiinginan sesaat, biarin aja lah nanti juga hilang dengan sendirinya. Hem mungkin… tapi apa gak lebih ke rasa bosan ya? Bosan dengan pasangan sendiri, bosan dengan hubungan yang dijalani (walau belum juga ada setahun). Saya merasa rasa geregetnya hilang, sudah tidak berapi2 seperti dulu. Lalu lantas saya berpikir bagaimana jika nantinya saya terikat sama partner saya sekarang seumur hidup? Seperti apakah rasanya??
Saya tahu… saat akhirnya memutuskan berpartner seumur hidup itu pasti akan datang, panggilan hati itu akan datang maka nikmatilah 'sekarang' ini sepuasnya. Tapi apakah itu akan menyelesaikan masalah? Apakah setelah saya melakukan yang ingin saya lakukan berarti keiinginan sesaat itu akan hilang dengan sendirinya? Tidak akan terulang lagi? Siapa yang bisa menjamin? Kalo sayanya sendiri gak yakin?
Okey.. saya pernah bermain api dalam kehidupan cinta masa lalu saya, ya dipicu oleh rasa bosan, jenuh. Saya butuh selingan, maka main api lah saya. Saya senang? Ya jelas, saya mendapatkan rasa yang saya cari itu. Apakah aman? Haha inilah dia repotnya jika partner resmi saya ialah orang yang sangat perasa dan sensitive. Maka kebakaranlah saya dan hancurlah hubungan saya, bahkan saya malah pernah dalam posisi memilih salah satu dari 2 pria.
Kapok, tidak mau mengulangi lagi. Ya mungkin itu cuma abang2 lambe, cuma merah lipstik yang jika sudah hilang akan dioleskan lagi di bibir. Saya masih kangen rasanya dan saya ulangi lagi. Keledai ya saya… :p Jika berhasil mengelabuhi partner resmi saya akan menjadi pongah, sepongah serigala dengan kecerdikannya. Jika saya gagal maka saya akan hancur dan bodoh, sebodoh keledai.
Kini rasa itu muncul lagi, rupanya kebosanan dalam stagnansi hubungan mulai menyergap. Akan kah saya menjadi serigala atau saya akan berubah wujud menjadi keledai kembali?
Adakah yang punya saran? Bagaimana membuat hubungan kembali menjadi bergairah? Bagaimana biar gak bosan lagi?
Yah sepertinya saya mendadak menjadi bodoh bagaimana caranya membina sebuah hubungan.







