Sabtu, 20 Juli 2013

Resep Tuna Cheese Cupcake

Lama ndak menyambangi blog dan mendapati sudah banyak sarang laba2 di sana sini... terakhir posting september 2012 lho... sungguh keterlaluan! :)) Banyak momen2 yg terlewatkan saya catat di sini, kerjaan kantor sungguh menggila membuat saya ndak sempat posting lagi. Pun hanya untuk posting resep Xp

Ngomong2 resep, saya habis uji coba resep lagi nih. Dan hasilnya endes bangettt!!!

Puasa kali ini emang bikin saya jadi rajin browsing resep dikala siang hari. Berasa semua resep kayaknya bakal saya eksekusi semua. Padahal punya waktu buat ujicoba resep ya cuma Sabtu-Minggu doang hehehe...

Kali ini saya nyoba resep yg saya browsing via apps Masak Apa, apps yg kebetulan terinstal di ipad mini saya hihihi.... dan setelah ditelusuri ternyata apps ini merangkup resep2 di detik food. Pilihan resep jatuh pada cupcake gurih. Saya pengin memasak sekaleng tuna yg teronggok manis di lemari dapur saya.

Tuna Cheese Cupcake


Bahan:100 g mentega
60 g gula pasir halus
2 butir telur ayam
50 g keju cheddar parut
50 g ikan tuna kalengan, tiriskan, sobek halus
Ayak jadi satu:120 g tepung terigu
1 sdt baking powderTaburan:2 sdm keju cheddar parut
50 g ikan tuna kalengan, sobek halus

Cara membuat:
  • Kocok mentega dan gula halus hingga lembut.
  • Masukkan telur satu per satu sambil aduk rata.
  • Tambahkan campuran terigu, aduk rata.
  • Masukkan keju dan ikan tuna, aduk rata.
  • Tuang adonan ke dalam cupcake.
  • Beri bahan Taburan.
  • Panggang dalam oven panas 170 C selama 20 menit.
  • Angkat dan dinginkan.

Untuk 6 buah


sempat berpikir akan bantat, karena terlalu lama proses pengocokan gula+margarinnya eh ternyata hasil nya ngembang dan teksturnya oke... senang!

Catatan:
  • Apabila gula halusnya menggumpal, dihaluskan dahulu bisa dg cara diblender atau diuleg :p
  • Saat mengocok gula halus dan margarin jgn terlalu lama, cukup sampai tercampur dan lembut saja, lalu baru masukkan telur. Jika mengocok margarin terlalu lama menyebabkan margarin jd berminyak.
  • Waktu pemanggangan memang 20 menit saja tp berhubung saya suka agak cokelat permukaannya jadi saya tambahkan waktu pemanggangan 10-15 menit dengan api atas. Agar permukaan cupcake berwarna  kecokelatan.
  • Saya menambahkan jagung pipil beku sebagai tambahan isi cupcake. Kira2 2 genggam jagung pipil beku yang dicairkan terlebih dahulu.


Dan hasil dari jajal resep ini sukses! Aroma tuna dan keju terpanggangnya benar2 menerbitkan air liur saya. Sukses ngeces pas ngabuburit. Hahahaha, cobain deh bikin ternyata cupcake gurih itu gak kalah enak lho.... :D

Resep diambil dari sini dengan sedikit hasil modifikasi.

Sabtu, 29 September 2012

Resep Chicken Strip

Chicken strip kemriyuk :9

Sabtu pagi, saatnya untuk mencoba resep! :D Kali ini saya mau bikin Chicken Strip, saya pakai resep ayam goreng tepung yang pernah di share resepnya oleh Mbak Apiwi di plurk. Mbak Apiwi pake ayam potong biasa, berhubung di kulkas adanya cuma fillet dada ayam jadi saya bikin saja jadi chicken strip :D

Chicken Strip

Bahan:

1 buah dada ayam fillet tanpa kulit, potong memanjang sesuai selera.
bumbui dengan garam dan merica bubuk secukupnya.
Minyak untuk menggoreng.

Bahan pencelup:

1 sdm tepung beras
1 sdm tepung bumbu
1 sdm tepung terigu
air hangat secukupnya.

Bahan kering:

1 sdm tepung beras
2 sdm tepung bumbu
3 sdm tepung terigu
garam secukupnya
merica bubuk secukupnya.

Cara membuat:
  1. Bahan pencelup dicampur dengan air hingga tercampur dan tidak bergumpal, tidak terlalu kental dan tidak terlalu cair.
  2. Bahan kering dicampur jadi satu.
  3. Ambil potongan ayam, masukkan dalam bahan pencelup lalu masukkan ke dalam bahan kering, masukkan kembali ke dalam bahan pencelup dan masukkan kembali ke bahan kering sambil dicubit2 tepung dan ayamnya. 
  4. Setelah tepung menempel dengan baik langsung goreng ke dalam wajan berisi minyak yg panas. Usahakan ayam tenggelam dalam minyak :)
  5. Masak hingga kuning kecokelatan dan tiriskan.
  6. Taburi dengan bubuk cabe bila suka rasa yg lebih spicy.

Keterangan:
  • Komposisi tepung untuk adonan kering bisa menjadi acuan apabila ingin membuat dlm jumlah besar. 1 : 2 : 3 untuk tepung beras : tepung bumbu : tepung terigu. Kata mbak Apiwi komposisi ini masih berasa keras setelah matang, tapi kalo menurut saya kerenyahan pas dan tahan lama ndak mudah melempem.
  • Proses pencubitan ayam dan tepung dimaksudkan agar dapat hasil kriting-kriting seperti ayam goreng fried chicken yg di resto2 gitu... :D
  • Tepung bumbu yang dipakai bisa pakai merek apa saja, kalo saya pake Tepung Bumbu Sajiku yang Golden Crispy.
  • Bubuk cabe kalo saya pake Bon Cabe original level 10.

Nah itu resepnya, mudah kan? resepnya kuambil dari tret mbak Apiwi yang ini. Ah senang banget bisa sukses bikin chicken strip ini. Tengkyu mbak Apiwi. Selamat mencoba ya teman-teman! :D




Rabu, 26 September 2012

Wisata Gunung Merapi


Merapi nan megah

Pagi ini mendadak saya menemukan kumpulan foto2 Merapi yang belum sempat saya posting. Sekitar awal Januari tahun 2012 ini saya ke sana, bertepatan dengan acara Ngunduh Mantu saya.

Melihat foto2 tersebut jadi ingin berbagi cerita kekaguman saya atas megahnya gunung vulkanik ini :) Ini pertama kali saya menginjakkan kaki di lereng gunung Merapi. Beruntung rumah bapak dan ibu mertua ada di kawasan kaliurang km 14, cukup jauh diatas dan semakin mendekati puncak merapi. Kata ibu mertua, rumah Mbah Marijan–almarhum kuncen Merapi tidak jauh dari sini. Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan wisata Merapi ini.

Sejak Gunung Merapi meletus hebat pada 26 Oktober 2010, dusun Kinahrejo, Cangkringan–Sleman mulai berbenah, kawasan ini pun mulai menghijau kembali setelah sebelumnya luluh lantak dan tertutupi abu Merapi. Puing-puing rumah tinggal masih tampak terlihat, beberapa ada yang mulai memperbaiki rumahnya kembali, warung-warung darurat mulai dibangun dan juga rumah Mbah Marijan. Kuncen Merapi ini meski sudah almarhum tapi lokasi rumah, rongsokan mobil APV wartawan tivi dan beberapa jejak2 kejadian letusan itu masih dipertahankan, dan diperbagus. Pemugaran itu sepertinya diusahakan oleh warga dusun setempat dan anak2 Mbah Marijan. Jadilah sebuah tempat wisata baru, wisata Merapi, wisata Rumah Mbah Marijan. Wisata yang dibuat demi geliat ekonomi warga setempat.

warung semi permanen yang menjual berbagai sovenir.

Pagi2 sekitar jam setengah 7 pagi, saya dan si mas menuju desa Cangkringan dengan mobil dan setelah hampir sampai puncak kami pun parkir di tempat yang telah disediakan. Tergolong baru juga, namun area parkir cukup luas, sehingga bisa menampung mobil, bis dan motor. Ada juga mushola, toilet dan warung yang dibuat semi permanen. Karcis masuk dan parkir pun juga sepertinya tak resmi alias swadaya usaha penduduk setempat. Di tempat ini pun gunung Merapi sudah terlihat sangat megah dan besar. Banyak dari turis lokal maupun manca berfoto2. Dari tempat parkir kami harus jalan sekitar 1.5–2km lagi menuju rumah Mbah Marijan–tempat yang kami tuju kali ini.

Saya kira 2km itu jarak yang pendek, sepertinya lebih sehat jika jalan kaki saja, toh desa tersebut masih berudara segar–udara gunung dan itung2 saya olah raga di pagi hari. Ternyata... jalannya menanjak minta ampun :)) saya sukses dibuat menggeh2 menanjaknya, rutin olah raga kok ya gak ngefek juga buat mendaki Merapi padahal ya cuma 2 km lho :)) medan yang tidak cocok buat ibu2 dan bapak2 sepuh.

barisan ojek motor trail.

Pantas saja tak jauh dari tempat parkir mobil tadi ada banyak penduduk setempat yang menawarkan jasa ojek, sampai rumah Mbah Marijan. Dari ojek yang bermodal motor butut (mungkin ini harta satu2nya warga yang sempat mereka selamatkan) berbiaya antar 20.000 sampai atas atau motor trail hibah dari Kawasaki (kalo gak salah) yang berbiaya 50.000 sekali antar hingga atas. Motor2 tersebut berbaris rapi menunggu turis yang akan menawar jasa mereka.

pemandangan yang subhanallah indahnya.

Saya dan si mas jalan kaki mendaki, tak lupa membawa botol minum dan mengenakan topi. Hari masih pagi tapi matahari cukup terik. Banyak juga turis lokal yang ikut jalan bersama kami dan bahkan hampir sebagian besar turis mancanegarapun lebih memilih jalan kaki daripada sewa ojek. Sembari mendaki foto sana-sini sungguh indah pemandangannya :)

numpang ngopi jahe saat lelah mendaki.

Kurang lebih setengah perjalanan di sebuah tanjakan yang nyaris bikin napas habis ada berjejer warung yang menjajakan minuman dingin dan panas, juga pop mie. Wih warung ini tempatnya strategis banget. Bagai melihat surga akhirnya sejenak beristirahat di sana. Sambil mengatur napas dan minum segelas kopi jahe ibu penjual bercerita panjang lebar tentang rumahnya yang luluh lantak kena abu. Sampe saat ini beliau masih mengungsi di rumah sodara tak jauh dari desa Cangkringan, katanya sudah tak punya apa-apa lagi, dan mash bersyukur punya sedikit modal untuk buka warung kecil ini (entah modalnya dana bantuan atau apa saya kurang tahu). Setelah cukup tenaga kami melanjutkan lagi ke rumah Mbah Marijan.

atas: rumah mbah Marijan
tengah: rongsokan mobil wartawan yang meliput kala letusan
bawah: warung anak2 Mbah Marijan

Sampai di rumah Mbah Marijan jangan membayangkan bentuk rumah, ada ruang tamu, kamar mandi atau apa wong semua sudah rata dengan tanah :p, yang ada cuma sebuah saung kecil diberi tulisan "Rumah Mbah Marijan" sekedar penanda pernah ada rumah di situ, dan bertengger mobil rongsok dan motor rongsok (yang herannya ban-nya masih ada padahal bodi 2 kendaraan tersebut sudah rusak parah XP) serta baliho besar tulisan kronologis kejadian meletusnya Merapi. Terdapat pula warung bikinan anak2 mbah Marijan.  Di warung tersebut dijajakan sovenir seperti kartu pos bergambar erupsi Merapi, foto2 gambar lahar, foto2 mbah Marijan, kaos bergambar merapi, gantungan kunci, kopi jahe merapi, ceriping ubi, dan sebagainya. Saya geli sendiri melihat sovenirnya, duh tak kuasa saya beli kartu pos gambar gunung akhirnya saya ambil sebungkus kopi jahe Merapi saja. hahaha :)) setidaknya masih bisa saya minum.

mural yang dibuat oleh beberapa street artis di puing2 rumah, lereng Gunung Merapi.

Usai berfoto-foto (lagi) saya pun turun menuju parkiran. Heran ya kenapa turun itu selalu lebih cepat dan mudah ya? (ya iya lah!) Saya pun pulang kembali ke kaliurang, sempat ditengah jalan kami menemukan rumah2 yang di grafitti yang dibuat oleh street artis. Ternyata mural2 tersebut dibuat pada awal tahun 2011.

Akhirnya kesampaian juga menginjakkan kaki di kaki lereng Merapi. Ada yang sudah pernah ke sana juga? :)