Rabu, 19 September 2012

Mie Jomen (Mie Ayam Ijo Kebumen)


Mi Jomen Spesial

Kalo diingat-ngat saya jarang mereview tempat kuliner di Jakarta Timur, tepatnya di dekat rumah saya. Nah akhirnya kesampaian juga saya mereview salah satu diantaranya. Namanya warung Mie Jomen (sepertinya singkatan dari mi ayam ijo kebumen)
Yang bikin unik warung ini ialah: 
  • Terletak di jalan raya Buaran diantara ruko-ruko yang jualan makanan, tempat foto kopi, tempat servis AC, warung tenda, toko mainan. Sangat mencolok banget kemunculannya apalagi warungnya sangat terang benderang.
  • Interior warungnya yang unik, dinding warung dilapisi 'wallpaper' patchwork kertas koran. Sementara langit2 warung dilapisi dengan kardus bekas. 
  • Nuansa perabot berwarna hijau segar dan perabot motif kayu. 
  • Kap lampu kandang burung (kalo kap lampu ini sudah banyak resto atau warung masa kini yang menggunakannya).
  • Mie-nya yang berwarna hijau.
  • Namanya yang Jomen. Nama yang asing tapi mudah pelafalan dan mudah juga diingat :))

Katanya hijaunya pake pewarna alami, dari daun suji.
Mi Jomen + bakso

Sebagai penggemar mi ayam, saya sempatkan mencicipinya. Warungnya bersih, ada banyak meja dan kursi. Pegawainya cukup banyak dengan berkostum kaos polo hitam. Untuk parkiran, karena warung ini terletak dipinggir jalan yang cukup ramai hanya cukup untuk parkir motor saja, sedangkan untuk mobil agak sulit hehe palingan parkir di depan toko sebelah :D.

Langit2 warung yang dilapisi kardus bekas.

Toppingnya disimpan dalam wadah plastik, terorganisir dan terlihat higienis.

Untuk menu ada bermacam2 menu dengan basic-nya mi ayam hijau (mi hijau+caysim+ayam). Topping tambahannya ada ceker, pangsit rebus, bakso, jamur, dan telur hitam (tapi saya tak yakin menggunakan telur hitam/pitan beneran seperti yg biasa digunakan di resto china, telurnya telur ayam pindang–yang biasanya suka buat lauk di menu nasi boks itu lho... :D). 

Dinding warung dilapisi patchwork kertas koran, terdapat gambar2 menu sebagai penghias.

Di malam hari, cukup ramai. 
Saya memesan Mi Jomen 6 berisi mi ayam hijau + bakso 2 butir. Si mas memesan menu Mi Jomen Spesial berisi mi ayam hijau + potongan ayam (jadi full ayam deh). Mi ayamnya kecil, porsi cukup tidak terlalu banyak, caysim cukup banyak, dan ayamnya benar2 ayam :)) potongan besar2 dan gurih dan banyak, untuk bumbu mienya cenderung asin tapi menurut saya masih kurang terasa, kurang berani. Warna hijaunya ternyata menggunakan warna alami dari daun pandan suji. Saya kira warna hijau karena mie-nya terbuat dari sayuran atau bayam gitu... eh ternyata tidak. :D Nah untuk kuah, justru kuahnya enak banget! Bening, kaldu ringan tapi berasa gurih. Lebih cocok lagi jika kita siramkan kuah ke mi ayamnya kalo mau mie-nya jadi lebih berasa. Kalo masih kurang berasa tersedia sambal, kecap, dan saus di meja kok.

Price list

Mi Jomen + bakso dibandrol Rp. 14.000. Sedangkan untuk mi Jomen spesialnya dibandrol Rp. 15.000. Untuk harga yang lainnya bisa diintip di buku menu yang kufoto hehe... :D

Lumayan... saya lumayan puas dengan mi jomen ini :) bukan yang terbaik sih... karena tetep yg terbaik buat saya bakmi ayam Roxy heheh :)) tapi dari segi pelayanan, penyajian dan tempat sangat rekomended. Nilai keseluruhan buat warung mi jomen ini 7.5/10. Nah buat yang main2 ke daerah Buaran, selamat mencicipi yah :D

Senin, 17 September 2012

Review: Jiro Dreams of Sushi (2012)


Udah lama banget saya ndak me-review film ya, setelah hampir membuat blog sendiri menjadi blog resep mari sedikit mewarnakan blog lagi dengan review film :) Kebetulan akhir2 ini saya lagi sering nonton film, film donlotan tepatnya, aslinya sih saya lagi gak pengin nonton banget tapi berhubung si mas gandrung banget nonton (setelah diamati si mas selalu nonton sebagai pengantar tidur dan teman makan) ya akhirnya saya jadi ikut nonton juga deh :p

Film yang kali ini saya tonton ialah Jiro Dreams of Sushi, film dokumenter tahun 2012 ini salah satu film dokumenter jepang tentang makanan yang bikin saya pengin makan sushi saat itu juga! (hehehe lebay deh) :p. Dari penceritaannya khas jepang, tegas, mengalir dan detail (yang mungkin ini juga salah satu daya tarik dan kewajiban film dokumenter sih...) karena menurut saya film dokumenter itu sebenernya boring. Tapi.... kalo penceritaannya mengalir, enak ditonton, detil, dan tidak membosankan saya betah-betah saja untuk menontonnya.

Hampir mirip dengan film Udon yang pernah saya review juga di blog, memasukkan unsur budaya pada dokumenter makanan juga menjadi daya tarik tersendiri. :) Penonton disuguhi tidak hanya sekedar bagaimana membuat sushi, namun juga filosofi dari bikin sushi itu sendiri.

Sushi yang enak menurut Pak Jiro Ono tentunya, yang bahannya segar pilihan ikannya pun dibedakan (saya saja yg nonton tak bisa membedakan mana salmon yang A dan yang B) :)) Masakan yang enak itu apabila selain terdiri dari bahan2 berkualitas, dibentuk dengan cantik (jepang terkenal dengan seni menghias makanannya, bisa dilihat dari hasil makan jepang selalu tampak menarik untuk dimakan), juga efek dari kebersihan alat2 memasak. Wah wah  ini bener banget, menjaga kualitas dari segi higienitas.

Saya juga terpukau dengan warung pak Jiro ini, sederhana banget, warung yang kecil tapi bersih dan cuma punya 10 bangku untuk pengunjung. Untuk bisa makan di situ pengunjung harus merogoh kocek sebesar 30.000 Yen, yang kira2 dikurskan menjadi sekitar 3 juta! Buset, dan itu sekali makan (kalo lihat di filmnya sepertinya all u can eat gitu). Untuk makan di sana juga harus pesan kursi jauh-jauh hari. Edaaan... :)) saya melongo pas menontonnya.
Emang ya kualitas warung yang sudah diakui secara internasional itu benar2 tetap menjaga kualitasnya. Mungkin ada restoran yang setelah sedikit punya nama lalu langsung memperbesar kapasitas warung atau restonya atau bahkan ekspansi ke luar daerah atau bahkan luar negeri, tapi pak Jiro tetap bertahan dengan warungnya itu, selama bertahun-tahun hingga anak pertamanya yang melanjutkan usahanya.

Pak Jiro ini punya 2 anak, 2-2nya laki2 dan seperti kebanyakan tradisi di asia, penerus usaha keluarga selalu anak yang pertama. Dua orang anak pak Jiro ini menggeluti bidang yang sama, bahkan anak keduanya juga membuka kedai sushi (anak yang pertama melanjutkan kedai bapaknya). Kemampuan mereka sama dengan bapaknya, hasil didikan bapak mereka yang kaku, dan perfeksionis. Namun kelebihan anak2 pak Jiro ialah kesupelan mereka, karena ramah dan hangat warung mereka lebih laris dari warung bapaknya. Kebayang ya sekaku apa pak Jiro ini hehe :D

Film ini menarik :D serius, apalagi jika Anda pecinta sushi, kuliner, budaya Jepang, dan dokumenter. Tapi kalau Anda penggemar film romantis, aksi laga, sains fiksi, disarankan Anda tidak menontonnya (ya iya lah!) :)) nanti bisa-bisa Anda tertidur pulas dibuatnya hehehe....

Selamat mencari filmnya yah :D

Jumat, 14 September 2012

365 hari

Senin, tepat tanggal 10 September 2012 saya menerima notifikasi dari akun instagram saya.

Ah rupanya kejutan kecil saya buat si mas sudah sampai. 

Selamat 1 tahun sayang :) Tak terasa ya sudah 365 hari kita lalui dan masih banyak beratus-ratus ribu lagi yang masih harus kita lalui. Satu tahun itu cuma sebuah langkah kecil dalam sebuah komitmen hidup, yang buat saya sudah bermakna banyak.. (dan saya yakin akan lebih banyak lagi makna hari-hari selanjutnya). Semoga selalu bersama... jangan bosan ya mas :D

Terpikir ingin memberikan kejutan kecil ini sudah lama, dari sejak masih beberapa bulan perjalanan kami. Entahlah rasanya gemas dengan cupcake hasil buatan Kucingkecil—kawan lama Plurk saya yang mendadak hilang dari ranah maya dan muncul kembali dengan KupKuiCakes-nya. Ternyata dia sudah lebih dahulu terjun dalam dunia per-kue-an ini. Suka banget lihat kue2nya hehe, penasaran pengin beli dan mencicipi rasanya. Nah ini dia momennnya ada :D


Demi mengatasi rasa penasaran saya akhirnya dipesanlah buket cupcake dengan rikues warna kuning, pilihan cupcake pun saya pesan redvelvet cupcake (soalnya saya belum pernah makan redvelvet itu kayak apa) :)) hahahaha....
Pada dasarnya saya ndak terlalu suka makanan manis jadi malah bingung kalo disuruh memilih kuenya rasa apa, krimnya rasa apa, dll apa sajalah saya manut sama bakulnya saja :D dan jadilah buket pesanan saya demikian hehehe... Cantik yah? saya rasa sayang memakannya, bahkan sempat saya cuekin buket ini dikulkas selama sehari lebih. Baru dimakan di hari ke dua :))


Kata orang romantis, yah mungkin itu saya memang punya rasa romantis walau sedikit. Bagaimana tidak, memberi buket bunga (yang walaupun cupcake) pada pria. Hihihi sempat berpikir ini bukan hal lumrah. Tapi saya pengin bikin kejutan hehe. Yah jadi deh. 

Beribu banyak terima kasih buat Kucingkecil. Saya suka kuenya *banyak kecup buat Dian*