Tak berapa lama sepeda pun datang dan jeng.. jeng..... cuma ada 4, itupun salah satu gak ada remnya, terus yang satu setang sepedanya kendor jadi agak sulit mengendalikannya, dan hanya 2 yang beres! Kami pun berebutan sepeda dengan semena2 dan saya sudah pasti tidak dapat sepeda! lah wong sepeda cuma 4. Akhirnya saya di bonceng si Dia. Aihhhhhhhh rongmangtisnya sih....
Sepanjang jalan menyusuri jalan tepi pantai, dibonceng oleh si Dia, diterpa desau angin, dan terdengar gemuruh ombak. Kata Myaw dan kucingusil 'sontrekmu sudah bukan lagu Cayman Island nya KOC tapi jadi Tidung Island'. ahahaha......
Matahari semakin tergelincir ke ufuk barat, saatnya kami berkejaran dengan waktu menuju barat untuk berburu sunset! Wuih jalannya gak bersahabat, berpasir dan menembus semak2 pohon2 yang tinggi dan lebat, juga minim penerangan. Kalau gak bersama rombongan lain yang ingin melihat sunset mungkin kami akan kembali ke penginapan sambil gelap2an dan sepi! hii.....

Ini foto yang paling kusuka, diambil oleh si Dia hahah siluet kami bertiga, keluarga kucing dengan begron sunset yang indah. hahaha rusak dah begron yang indah itu dengan adanya siluet kami bertiga! Charlies Angel's in action! 
Lelah menggenjot sepeda, lelah pula berjalan mencari gambar tadi siang, akhirnya..... makan malam! Seharian perut belum terganjal makanan yang layak *nasi maksudnya*. Akhirnya pesanan ikan tongkol bakar pun datang, nasi satu mangkuk besar dan munjung! *buset dah* Dan setelah kenyang, dan tentu saja nasi tidak habis *kami sudah kehabisan gaya buat ngabisin nasinya*, kami pun ngobrol2, tuker2 hasil jepretan dan tertidur. Rasa lelah luar biasa rupanya bikin kami semua tidur cepat. Besok kami masih punya agenda mengejar sunrise di jembatan Tidung!
Pagi2 jam setengah 5 kami dengan malas membuka mata dan dengan muka bantal ini segera mengayuh sepeda menuju timur pulau. Udara dingin, angin dari semalam bertiup ganas, hingga pagi itu pun... Tiba di jembatan ternyata seluruh wisatawan yang berkunjung ke pulau itu memiliki tujuan yang sama. Menanti sunrise di pulau Tidung! Segera semuanya mencari spot2 terbaik untuk mengabadikan munculnya sang matahari.
Langit berawan, mendung, dengan angin yang masih saja kencang. Semburat merah di ufuk Timur pun muncul, dan perlahan2 semua langit dibagian itu menjadi memerah dan menguning dalam waktu yang cepat. Gelung2 awan mendungnya menambah pesona pagi hari itu. Merah, kuning, oranye, biru, abu2 jadi satu. Cukup lama kami disana hingga gak terasa sudah pagi dan harus segera sarapan. Kembali pagi itu kami sarapan tidak bergizi lagi. makan mi bakso yang dekat sekali dengan penginapan. Sarapan pagi agak jarang didapat, ada tukang jual bubur ayam pun cepat habis terjual.
Masih berusaha mencari pinjaman snorkeling tapi ternyata masih tidak berhasil. Ah terpaksa kami hanya main air di laut dekat jembatan saja. Siang menjelang dan kami harus segera kembali ke Jakarta, kapal berangkat jam 1 siang ini. Usai bersih diri dan packing kami makan siang terakhir. Menu lebih bervariasi, kali ini ikan kembung goreng, nasi tetap dengan porsi yg sama seperti semalam, sarden kuah pedas manis, dan gado2, ples sambel kecap.
Kapal telah siap dari jam 1 namun baru diberangkatkan jam 2. Ternyata perjalanan pulang terasa lebih berat, kapal yang saya naiki bukan kapal yang terlalu besar. Selama perjalanan angin kembali bertiup kencang, mempermainkan ombak laut menjadi gelombang2 besar. Kapal mendadak berubah menjadi wahana permainan kora-kora seperti di Dufan, disertai juga guyuran gerimis disepanjang perjalanan. Cipratan air laut masuk melalui jendela2 kapal. Dan satu persatu pun penumpang kapal tumbang. Mual, pusing, mabuk laut!
Finally tiba di Jakarta akhirnya... tiba dengan selamat tanpa kurang suatu apapun... Cuaca buruk pun mereda dan laut kembali tenang...
Begitu deh perjalanan saya ke pulau Tidung, mungkin diakhir perjalanan agak memabukkan tapi secara keseluruhan saya suka dengan pulau itu, indah banget dan gak perlu jauh2 ke Bali atau Lombok untuk menikmatinya. Cocok untuk perjalanan long wiken, atau libur yang tidak lama dengan bujet terbatas. Perjalanan ke sana tergolong murah, apalagi jika berangkatnya rombongan. Oh iya satu lagi pesan saya sediakan duit cash lebih dan baju lebih *jaga2 ada pengeluaran tambahan karena harus bermalam lagi karena ketinggalan kapal/cuaca buruk*.
okeh happy holiday di Pulau Tidung yaaaa.... 
baca juga postingan saya: Biru yang menentramkan di Pulau Tidung (1)
baca juga postingan saya: Biru yang menentramkan di Pulau Tidung (1)
5 komentar:
sambel ijo itu ada tambahan perasan jeruk limau, namanya sambel branyut ... liat ijonya aja bikin nyut-nyutan *muka ijo*
perjalanan pulang itu rasanya hampir gila. kapal kayak mau kebalik gitu ... urgh
aiiihh... foto-fotonya bikin ngiri bgt sih, ipied?
itu sepedanya dipinjemin gratis atau disewakan sama si bapak?
btw, kayaknya aku jg tipe2 yg mabuk laut. howeek..
padahal seneng banget sama yg namanya laut. hihihi...
huwaaa... jd pengen liburan yg jauh, euy!
si Dia itu kok gak ada gambarnya secara jelas pied? :p
eh foto sepedanya kaya di dorama2 jepang gitu deh... awww :D
terletak dimana pulau ini pied? penasaran saya
wah menyenangkan ya...
jadiii pengen :D
Posting Komentar