Sabtu, 29 September 2012

Resep Chicken Strip

Chicken strip kemriyuk :9

Sabtu pagi, saatnya untuk mencoba resep! :D Kali ini saya mau bikin Chicken Strip, saya pakai resep ayam goreng tepung yang pernah di share resepnya oleh Mbak Apiwi di plurk. Mbak Apiwi pake ayam potong biasa, berhubung di kulkas adanya cuma fillet dada ayam jadi saya bikin saja jadi chicken strip :D

Chicken Strip

Bahan:

1 buah dada ayam fillet tanpa kulit, potong memanjang sesuai selera.
bumbui dengan garam dan merica bubuk secukupnya.
Minyak untuk menggoreng.

Bahan pencelup:

1 sdm tepung beras
1 sdm tepung bumbu
1 sdm tepung terigu
air hangat secukupnya.

Bahan kering:

1 sdm tepung beras
2 sdm tepung bumbu
3 sdm tepung terigu
garam secukupnya
merica bubuk secukupnya.

Cara membuat:
  1. Bahan pencelup dicampur dengan air hingga tercampur dan tidak bergumpal, tidak terlalu kental dan tidak terlalu cair.
  2. Bahan kering dicampur jadi satu.
  3. Ambil potongan ayam, masukkan dalam bahan pencelup lalu masukkan ke dalam bahan kering, masukkan kembali ke dalam bahan pencelup dan masukkan kembali ke bahan kering sambil dicubit2 tepung dan ayamnya. 
  4. Setelah tepung menempel dengan baik langsung goreng ke dalam wajan berisi minyak yg panas. Usahakan ayam tenggelam dalam minyak :)
  5. Masak hingga kuning kecokelatan dan tiriskan.
  6. Taburi dengan bubuk cabe bila suka rasa yg lebih spicy.

Keterangan:
  • Komposisi tepung untuk adonan kering bisa menjadi acuan apabila ingin membuat dlm jumlah besar. 1 : 2 : 3 untuk tepung beras : tepung bumbu : tepung terigu. Kata mbak Apiwi komposisi ini masih berasa keras setelah matang, tapi kalo menurut saya kerenyahan pas dan tahan lama ndak mudah melempem.
  • Proses pencubitan ayam dan tepung dimaksudkan agar dapat hasil kriting-kriting seperti ayam goreng fried chicken yg di resto2 gitu... :D
  • Tepung bumbu yang dipakai bisa pakai merek apa saja, kalo saya pake Tepung Bumbu Sajiku yang Golden Crispy.
  • Bubuk cabe kalo saya pake Bon Cabe original level 10.

Nah itu resepnya, mudah kan? resepnya kuambil dari tret mbak Apiwi yang ini. Ah senang banget bisa sukses bikin chicken strip ini. Tengkyu mbak Apiwi. Selamat mencoba ya teman-teman! :D




Rabu, 26 September 2012

Wisata Gunung Merapi


Merapi nan megah

Pagi ini mendadak saya menemukan kumpulan foto2 Merapi yang belum sempat saya posting. Sekitar awal Januari tahun 2012 ini saya ke sana, bertepatan dengan acara Ngunduh Mantu saya.

Melihat foto2 tersebut jadi ingin berbagi cerita kekaguman saya atas megahnya gunung vulkanik ini :) Ini pertama kali saya menginjakkan kaki di lereng gunung Merapi. Beruntung rumah bapak dan ibu mertua ada di kawasan kaliurang km 14, cukup jauh diatas dan semakin mendekati puncak merapi. Kata ibu mertua, rumah Mbah Marijan–almarhum kuncen Merapi tidak jauh dari sini. Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan wisata Merapi ini.

Sejak Gunung Merapi meletus hebat pada 26 Oktober 2010, dusun Kinahrejo, Cangkringan–Sleman mulai berbenah, kawasan ini pun mulai menghijau kembali setelah sebelumnya luluh lantak dan tertutupi abu Merapi. Puing-puing rumah tinggal masih tampak terlihat, beberapa ada yang mulai memperbaiki rumahnya kembali, warung-warung darurat mulai dibangun dan juga rumah Mbah Marijan. Kuncen Merapi ini meski sudah almarhum tapi lokasi rumah, rongsokan mobil APV wartawan tivi dan beberapa jejak2 kejadian letusan itu masih dipertahankan, dan diperbagus. Pemugaran itu sepertinya diusahakan oleh warga dusun setempat dan anak2 Mbah Marijan. Jadilah sebuah tempat wisata baru, wisata Merapi, wisata Rumah Mbah Marijan. Wisata yang dibuat demi geliat ekonomi warga setempat.

warung semi permanen yang menjual berbagai sovenir.

Pagi2 sekitar jam setengah 7 pagi, saya dan si mas menuju desa Cangkringan dengan mobil dan setelah hampir sampai puncak kami pun parkir di tempat yang telah disediakan. Tergolong baru juga, namun area parkir cukup luas, sehingga bisa menampung mobil, bis dan motor. Ada juga mushola, toilet dan warung yang dibuat semi permanen. Karcis masuk dan parkir pun juga sepertinya tak resmi alias swadaya usaha penduduk setempat. Di tempat ini pun gunung Merapi sudah terlihat sangat megah dan besar. Banyak dari turis lokal maupun manca berfoto2. Dari tempat parkir kami harus jalan sekitar 1.5–2km lagi menuju rumah Mbah Marijan–tempat yang kami tuju kali ini.

Saya kira 2km itu jarak yang pendek, sepertinya lebih sehat jika jalan kaki saja, toh desa tersebut masih berudara segar–udara gunung dan itung2 saya olah raga di pagi hari. Ternyata... jalannya menanjak minta ampun :)) saya sukses dibuat menggeh2 menanjaknya, rutin olah raga kok ya gak ngefek juga buat mendaki Merapi padahal ya cuma 2 km lho :)) medan yang tidak cocok buat ibu2 dan bapak2 sepuh.

barisan ojek motor trail.

Pantas saja tak jauh dari tempat parkir mobil tadi ada banyak penduduk setempat yang menawarkan jasa ojek, sampai rumah Mbah Marijan. Dari ojek yang bermodal motor butut (mungkin ini harta satu2nya warga yang sempat mereka selamatkan) berbiaya antar 20.000 sampai atas atau motor trail hibah dari Kawasaki (kalo gak salah) yang berbiaya 50.000 sekali antar hingga atas. Motor2 tersebut berbaris rapi menunggu turis yang akan menawar jasa mereka.

pemandangan yang subhanallah indahnya.

Saya dan si mas jalan kaki mendaki, tak lupa membawa botol minum dan mengenakan topi. Hari masih pagi tapi matahari cukup terik. Banyak juga turis lokal yang ikut jalan bersama kami dan bahkan hampir sebagian besar turis mancanegarapun lebih memilih jalan kaki daripada sewa ojek. Sembari mendaki foto sana-sini sungguh indah pemandangannya :)

numpang ngopi jahe saat lelah mendaki.

Kurang lebih setengah perjalanan di sebuah tanjakan yang nyaris bikin napas habis ada berjejer warung yang menjajakan minuman dingin dan panas, juga pop mie. Wih warung ini tempatnya strategis banget. Bagai melihat surga akhirnya sejenak beristirahat di sana. Sambil mengatur napas dan minum segelas kopi jahe ibu penjual bercerita panjang lebar tentang rumahnya yang luluh lantak kena abu. Sampe saat ini beliau masih mengungsi di rumah sodara tak jauh dari desa Cangkringan, katanya sudah tak punya apa-apa lagi, dan mash bersyukur punya sedikit modal untuk buka warung kecil ini (entah modalnya dana bantuan atau apa saya kurang tahu). Setelah cukup tenaga kami melanjutkan lagi ke rumah Mbah Marijan.

atas: rumah mbah Marijan
tengah: rongsokan mobil wartawan yang meliput kala letusan
bawah: warung anak2 Mbah Marijan

Sampai di rumah Mbah Marijan jangan membayangkan bentuk rumah, ada ruang tamu, kamar mandi atau apa wong semua sudah rata dengan tanah :p, yang ada cuma sebuah saung kecil diberi tulisan "Rumah Mbah Marijan" sekedar penanda pernah ada rumah di situ, dan bertengger mobil rongsok dan motor rongsok (yang herannya ban-nya masih ada padahal bodi 2 kendaraan tersebut sudah rusak parah XP) serta baliho besar tulisan kronologis kejadian meletusnya Merapi. Terdapat pula warung bikinan anak2 mbah Marijan.  Di warung tersebut dijajakan sovenir seperti kartu pos bergambar erupsi Merapi, foto2 gambar lahar, foto2 mbah Marijan, kaos bergambar merapi, gantungan kunci, kopi jahe merapi, ceriping ubi, dan sebagainya. Saya geli sendiri melihat sovenirnya, duh tak kuasa saya beli kartu pos gambar gunung akhirnya saya ambil sebungkus kopi jahe Merapi saja. hahaha :)) setidaknya masih bisa saya minum.

mural yang dibuat oleh beberapa street artis di puing2 rumah, lereng Gunung Merapi.

Usai berfoto-foto (lagi) saya pun turun menuju parkiran. Heran ya kenapa turun itu selalu lebih cepat dan mudah ya? (ya iya lah!) Saya pun pulang kembali ke kaliurang, sempat ditengah jalan kami menemukan rumah2 yang di grafitti yang dibuat oleh street artis. Ternyata mural2 tersebut dibuat pada awal tahun 2011.

Akhirnya kesampaian juga menginjakkan kaki di kaki lereng Merapi. Ada yang sudah pernah ke sana juga? :)


Senin, 24 September 2012

Menikmati Sasikirana Spa

 
Ada sebuah tempat spa khusus wanita yang baru buka belum lama ini di dekat rumah. Tepatnya di Jalan Kolonel Soegiono no. 23 Duren Sawit (jalan raya samping Kanal Banjir Timur). Namanya Sasikirana Spa. Penasaran dan sempat agak ragu, desain bangunannya dari luar tampak minimalis dan manis, kesannya ini tempat spa mahal. Tetapi setelah saya cek harganya di web mereka, wah ternyata standar dan tidak mahal. Apalagi mereka lagi promo soft opening, semua treatment diskon 20%. Wah kebetulan banget nih :D

Fasilitas ruang VIP di sasikirana.

Taman kecil di belakang rumah Sasikirana, pemandangan yang menyegarkan pas meni-pedi.
Saya bikin janji untuk treatment, sabtu kemarin. Berniat, merasakan Kirana Perfect Exfoliation Coffee (body scrub kopi), classic menicure-pedicure. Saya pun datang dan terkesan dengan interior Sasikirana, konsep mereka rumah modern minimalis, yang dirancang dengan pemanis khas jawa (macam ukiran kayu pada perabot dan aksen batik pada kain kimono mandi). Bersih dan nyaman, rumahnya pun luas. Terdiri dari ruang lobby, ruang penitipan alas kaki, loker penitipan tas, kamar mandi shower, ruang lulur dan massage yang terdiri 1 ruang besar dengan tempat tidur pijat bersekat kain gorden, kamar mandi bathub untuk treatment mandi susu, teras yang nyaman untuk meni-pedi–terasnya ini menghadap taman yang dilengkapi air terjun kecil, ruang salon untuk perawatan rambut, dan 2 ruang vip–pada ruang vip ini terdapat tempat tidur pijat dan bathub khusus. Oh iya dan tempat parkir di depan cukup untuk dimasuki 3-4 mobil dan motor, jangan khawatir ada petugas keamanan yang menjaga kendaraan kita dan tersedia kursi dan meja di teras depan untuk menunggu pengantar kita.

Meja massage dalam bilik bersekat gorden.

Sekitar 2 jam saya menikmati treatment Exfoliation Coffee yang akhirnya saya kombinasikan dengan Coffee Body Mask juga, hehe ditawarin mbaknya buat nambah treatment masker itu dan saya mau aja hehe... perawatannya bikin saya rileks dan sukses kedinginan :)) dasar saya yang ndeso, terlalu lama tak berbaju di ruang ber AC bikin saya cukup kedinginan (walaupun selimutan handuk tebal sih). Tapi saya menikmati pijatan dan luluran kopinya :D hehe

Setelah mandi untuk membersihkan sisa masker saya pun lanjut treatment meni-pedi di teras belakang rumah yang menghadap taman ber-air terjun kecil. Siang hari yang silau dan panas namun terbantu dengan adanya semilir angin kipas angin. Sembari kuku kaki dan tangan dibersihkan dan dibentuk dan dipijat saya sukses ketiduran :)) Proses ini memakan waktu 2 jam, cukup lama untuk proses meni-pedi tanpa pewarnaan kuku. Sepertinya kapal di kaki saya terlalu luas dan tebal untuk ditipiskan mbaknya hahaha. Untungnya saya gak punya rencana pergi siang ini jadinya santai saja berlama-lama di Sasikirana.

Mbak therapist-nya sedang sibuk menipiskan 'kapalan' di kaki saya :))
Kursi meni-pedi.

Masuk waktu sholat dzuhur sempat bingung juga akan numpang sholat di mana, apalagi ternyata si Sasikirana tidak ada mushola. Akhirnya numpang sholat deh di kamar VIP (untungnya boleh), hihihi.. sepertinya kalo ada sebuah ruangan buat mushola akan lebih lengkap juga nih fasilitas di Sasikirana :) jadi gak khawatir kalo berlama-lama di sana.

Yak total 4 jam saya berada di sana, usai semua perawatan selesai saya pun membayar. Sesuai dengan price list harga perawatan sebagai berikut:
Kirana Perfect Exfoliation Coffee: 80.000
Body Mask Coffee: 25.000
Classic Manicure Pedicure: 80.000

Total pembayaran setelah diskon 20% menjadi 148.000.
Wihhh muraaahh hihihi... dan puas dengan hasilnya. :D badan jadi segar kembali. Pembayaran bisa dilakukan dengan debet, tapi belum bisa untuk BCA dan Permata sayangnya. :)

Yup bertambah lagi tempat spa khusus wanita nyaman dengan harga bersahabat dan senangnya ini ada di Jakarta Timur, dekat rumah saya. Saya rekomendasikan buat yang mau merasakan perawatan relaxing with heart ala Sasikirana Spa :)

Rabu, 19 September 2012

Mie Jomen (Mie Ayam Ijo Kebumen)


Mi Jomen Spesial

Kalo diingat-ngat saya jarang mereview tempat kuliner di Jakarta Timur, tepatnya di dekat rumah saya. Nah akhirnya kesampaian juga saya mereview salah satu diantaranya. Namanya warung Mie Jomen (sepertinya singkatan dari mi ayam ijo kebumen)
Yang bikin unik warung ini ialah: 
  • Terletak di jalan raya Buaran diantara ruko-ruko yang jualan makanan, tempat foto kopi, tempat servis AC, warung tenda, toko mainan. Sangat mencolok banget kemunculannya apalagi warungnya sangat terang benderang.
  • Interior warungnya yang unik, dinding warung dilapisi 'wallpaper' patchwork kertas koran. Sementara langit2 warung dilapisi dengan kardus bekas. 
  • Nuansa perabot berwarna hijau segar dan perabot motif kayu. 
  • Kap lampu kandang burung (kalo kap lampu ini sudah banyak resto atau warung masa kini yang menggunakannya).
  • Mie-nya yang berwarna hijau.
  • Namanya yang Jomen. Nama yang asing tapi mudah pelafalan dan mudah juga diingat :))

Katanya hijaunya pake pewarna alami, dari daun suji.
Mi Jomen + bakso

Sebagai penggemar mi ayam, saya sempatkan mencicipinya. Warungnya bersih, ada banyak meja dan kursi. Pegawainya cukup banyak dengan berkostum kaos polo hitam. Untuk parkiran, karena warung ini terletak dipinggir jalan yang cukup ramai hanya cukup untuk parkir motor saja, sedangkan untuk mobil agak sulit hehe palingan parkir di depan toko sebelah :D.

Langit2 warung yang dilapisi kardus bekas.

Toppingnya disimpan dalam wadah plastik, terorganisir dan terlihat higienis.

Untuk menu ada bermacam2 menu dengan basic-nya mi ayam hijau (mi hijau+caysim+ayam). Topping tambahannya ada ceker, pangsit rebus, bakso, jamur, dan telur hitam (tapi saya tak yakin menggunakan telur hitam/pitan beneran seperti yg biasa digunakan di resto china, telurnya telur ayam pindang–yang biasanya suka buat lauk di menu nasi boks itu lho... :D). 

Dinding warung dilapisi patchwork kertas koran, terdapat gambar2 menu sebagai penghias.

Di malam hari, cukup ramai. 
Saya memesan Mi Jomen 6 berisi mi ayam hijau + bakso 2 butir. Si mas memesan menu Mi Jomen Spesial berisi mi ayam hijau + potongan ayam (jadi full ayam deh). Mi ayamnya kecil, porsi cukup tidak terlalu banyak, caysim cukup banyak, dan ayamnya benar2 ayam :)) potongan besar2 dan gurih dan banyak, untuk bumbu mienya cenderung asin tapi menurut saya masih kurang terasa, kurang berani. Warna hijaunya ternyata menggunakan warna alami dari daun pandan suji. Saya kira warna hijau karena mie-nya terbuat dari sayuran atau bayam gitu... eh ternyata tidak. :D Nah untuk kuah, justru kuahnya enak banget! Bening, kaldu ringan tapi berasa gurih. Lebih cocok lagi jika kita siramkan kuah ke mi ayamnya kalo mau mie-nya jadi lebih berasa. Kalo masih kurang berasa tersedia sambal, kecap, dan saus di meja kok.

Price list

Mi Jomen + bakso dibandrol Rp. 14.000. Sedangkan untuk mi Jomen spesialnya dibandrol Rp. 15.000. Untuk harga yang lainnya bisa diintip di buku menu yang kufoto hehe... :D

Lumayan... saya lumayan puas dengan mi jomen ini :) bukan yang terbaik sih... karena tetep yg terbaik buat saya bakmi ayam Roxy heheh :)) tapi dari segi pelayanan, penyajian dan tempat sangat rekomended. Nilai keseluruhan buat warung mi jomen ini 7.5/10. Nah buat yang main2 ke daerah Buaran, selamat mencicipi yah :D

Senin, 17 September 2012

Review: Jiro Dreams of Sushi (2012)


Udah lama banget saya ndak me-review film ya, setelah hampir membuat blog sendiri menjadi blog resep mari sedikit mewarnakan blog lagi dengan review film :) Kebetulan akhir2 ini saya lagi sering nonton film, film donlotan tepatnya, aslinya sih saya lagi gak pengin nonton banget tapi berhubung si mas gandrung banget nonton (setelah diamati si mas selalu nonton sebagai pengantar tidur dan teman makan) ya akhirnya saya jadi ikut nonton juga deh :p

Film yang kali ini saya tonton ialah Jiro Dreams of Sushi, film dokumenter tahun 2012 ini salah satu film dokumenter jepang tentang makanan yang bikin saya pengin makan sushi saat itu juga! (hehehe lebay deh) :p. Dari penceritaannya khas jepang, tegas, mengalir dan detail (yang mungkin ini juga salah satu daya tarik dan kewajiban film dokumenter sih...) karena menurut saya film dokumenter itu sebenernya boring. Tapi.... kalo penceritaannya mengalir, enak ditonton, detil, dan tidak membosankan saya betah-betah saja untuk menontonnya.

Hampir mirip dengan film Udon yang pernah saya review juga di blog, memasukkan unsur budaya pada dokumenter makanan juga menjadi daya tarik tersendiri. :) Penonton disuguhi tidak hanya sekedar bagaimana membuat sushi, namun juga filosofi dari bikin sushi itu sendiri.

Sushi yang enak menurut Pak Jiro Ono tentunya, yang bahannya segar pilihan ikannya pun dibedakan (saya saja yg nonton tak bisa membedakan mana salmon yang A dan yang B) :)) Masakan yang enak itu apabila selain terdiri dari bahan2 berkualitas, dibentuk dengan cantik (jepang terkenal dengan seni menghias makanannya, bisa dilihat dari hasil makan jepang selalu tampak menarik untuk dimakan), juga efek dari kebersihan alat2 memasak. Wah wah  ini bener banget, menjaga kualitas dari segi higienitas.

Saya juga terpukau dengan warung pak Jiro ini, sederhana banget, warung yang kecil tapi bersih dan cuma punya 10 bangku untuk pengunjung. Untuk bisa makan di situ pengunjung harus merogoh kocek sebesar 30.000 Yen, yang kira2 dikurskan menjadi sekitar 3 juta! Buset, dan itu sekali makan (kalo lihat di filmnya sepertinya all u can eat gitu). Untuk makan di sana juga harus pesan kursi jauh-jauh hari. Edaaan... :)) saya melongo pas menontonnya.
Emang ya kualitas warung yang sudah diakui secara internasional itu benar2 tetap menjaga kualitasnya. Mungkin ada restoran yang setelah sedikit punya nama lalu langsung memperbesar kapasitas warung atau restonya atau bahkan ekspansi ke luar daerah atau bahkan luar negeri, tapi pak Jiro tetap bertahan dengan warungnya itu, selama bertahun-tahun hingga anak pertamanya yang melanjutkan usahanya.

Pak Jiro ini punya 2 anak, 2-2nya laki2 dan seperti kebanyakan tradisi di asia, penerus usaha keluarga selalu anak yang pertama. Dua orang anak pak Jiro ini menggeluti bidang yang sama, bahkan anak keduanya juga membuka kedai sushi (anak yang pertama melanjutkan kedai bapaknya). Kemampuan mereka sama dengan bapaknya, hasil didikan bapak mereka yang kaku, dan perfeksionis. Namun kelebihan anak2 pak Jiro ialah kesupelan mereka, karena ramah dan hangat warung mereka lebih laris dari warung bapaknya. Kebayang ya sekaku apa pak Jiro ini hehe :D

Film ini menarik :D serius, apalagi jika Anda pecinta sushi, kuliner, budaya Jepang, dan dokumenter. Tapi kalau Anda penggemar film romantis, aksi laga, sains fiksi, disarankan Anda tidak menontonnya (ya iya lah!) :)) nanti bisa-bisa Anda tertidur pulas dibuatnya hehehe....

Selamat mencari filmnya yah :D

Jumat, 14 September 2012

365 hari

Senin, tepat tanggal 10 September 2012 saya menerima notifikasi dari akun instagram saya.

Ah rupanya kejutan kecil saya buat si mas sudah sampai. 

Selamat 1 tahun sayang :) Tak terasa ya sudah 365 hari kita lalui dan masih banyak beratus-ratus ribu lagi yang masih harus kita lalui. Satu tahun itu cuma sebuah langkah kecil dalam sebuah komitmen hidup, yang buat saya sudah bermakna banyak.. (dan saya yakin akan lebih banyak lagi makna hari-hari selanjutnya). Semoga selalu bersama... jangan bosan ya mas :D

Terpikir ingin memberikan kejutan kecil ini sudah lama, dari sejak masih beberapa bulan perjalanan kami. Entahlah rasanya gemas dengan cupcake hasil buatan Kucingkecil—kawan lama Plurk saya yang mendadak hilang dari ranah maya dan muncul kembali dengan KupKuiCakes-nya. Ternyata dia sudah lebih dahulu terjun dalam dunia per-kue-an ini. Suka banget lihat kue2nya hehe, penasaran pengin beli dan mencicipi rasanya. Nah ini dia momennnya ada :D


Demi mengatasi rasa penasaran saya akhirnya dipesanlah buket cupcake dengan rikues warna kuning, pilihan cupcake pun saya pesan redvelvet cupcake (soalnya saya belum pernah makan redvelvet itu kayak apa) :)) hahahaha....
Pada dasarnya saya ndak terlalu suka makanan manis jadi malah bingung kalo disuruh memilih kuenya rasa apa, krimnya rasa apa, dll apa sajalah saya manut sama bakulnya saja :D dan jadilah buket pesanan saya demikian hehehe... Cantik yah? saya rasa sayang memakannya, bahkan sempat saya cuekin buket ini dikulkas selama sehari lebih. Baru dimakan di hari ke dua :))


Kata orang romantis, yah mungkin itu saya memang punya rasa romantis walau sedikit. Bagaimana tidak, memberi buket bunga (yang walaupun cupcake) pada pria. Hihihi sempat berpikir ini bukan hal lumrah. Tapi saya pengin bikin kejutan hehe. Yah jadi deh. 

Beribu banyak terima kasih buat Kucingkecil. Saya suka kuenya *banyak kecup buat Dian*

Kamis, 23 Agustus 2012

Cempal dulu dan sekarang

Cempal atau jempal atau (tambahkan sendiri istilah yg Anda tahu) merupakan alat yang remeh namun sangat berguna. Sekadar alat penahan panas, pelindung tangan saat memegang benda dapur yang panas seperti panci, wajan penggorengan, ketel, mangkuk, pinggan, loyang, dll

Ada berbagai macam jenis cempal, dari yang sederhana hanya menutupi telapak tangan ada pula yang istimewa yang menutupi seluruh permukaan tangan seperti layaknya sarung tangan. Biasanya yg tertutup jenis ini biasa digunakan untuk melindungi tangan dr panas oven.

Kalo saya, tahu cempal ya sederhana saja. Bisa lap yang dilipat banyak bagian terus jadi deh mengangkat kuping panci yang panas. Atau lebih fancy sedikit, bahan busa yang diselubungi dengan kain dan berhias pita, atau bahan daur ulang dari karton bekas susu yang dilipat sedemikian rupa menjadi cempal. Apapun itu yang penting fungsinya penahan panas.

Kalau saya sih pastinya menerapkan ajaran ibu di dapur saya. :)) sudah ketebak dong saya bakal pakai apa? Betul banget, pakai lap dan karton susu itu tadi. Praktis dan ekonomis, gak perlu beli lagi. Walau ya...dari segi ergonomis sangat minim sih... Dan si mas terbengong-bengong lah dengan cempal karton itu. Ada berbagai macam argumen dalam keheranan si mas. Hahaha :)) ya gimana dong namanya sudah jadi emak-emak ya azas irit secara naluri pasti saya jalankan dong!

Saya masih setia memakai cempal karton itu.

Sampai kemarin saat jalan2 di mol klapa gading, menemukanlah si mas, cempal berbahan karet. Dengan bentuk mulut kadal yang lucu dan warna sesuai sama warna celemek saya di rumah. Saya ndak terlalu ingin, biasa saja, hanya sekedar bertanya2 memegang panci panas dengan cempal karet apa rasanya ya?... Eh kok ya ndilalah si mas membelikan sepasang. Katanya buat menggantikan karton susu saya. ;))) ya sudah lah, akhirnya cempal ala ibu harus saya gantikan dengan cempal karet yg lebih fancy dan modern.

Ah... Semoga saya semakin semangat dan rajin memasak :)

Terimakasih ya sayang. :)

Rabu, 08 Agustus 2012

Berpantang pada saat puasa


Puasa hari ke-20 (saya kemarin ikut puasa tanggal 20 Juli) dan dalam rentang waktu ini saya baru sekali minum kopi, itupun kopi banci alias kopi sachetan, Nescafe pula mereknya.  Berbeda dengan kebiasaan saya minum kopi tubruk hitam tanpa gula setiap harinya, selama bulan Ramadhan ini pola minum kopi saya berubah. Malahan saya lebih cenderung mengonsumsi teh setiap sahur dan berbuka.

Kenapa nih? Mendadak saya jadi pantang minum kopi gini? :D Ya gak mendadak juga sih... kalo diingat-ingat Ramadhan tahun lalu pun juga seperti ini, pola minum kopi saya berubah. Ada banyak sih penyebabnya:


  1. Takut maag kambuh. Saya tahu banget kalo kopi kadang memicu asam lambung apalagi jika diminum saat perut kosong. Duh gak usah minum kopi, cuma puasa aja kadang asam lambung saya suka naik, apalagi harus ditambah kopi? :p 
  2. Waktunya gak ada, biasanya saya minum di pagi hari sembari mengerjakan kerjaan kantor sekitar jam 9 pagi saya sudah mulai menyeduh kopi saya. Lah jam segitu kan saya puasa :D
  3. Minum kopi malam setelah santap buka malah bisa2 saya tidak bisa tidur malamnya. Wah malas banget kalo sampe sulit tidur, sedangkan saya harus bangun jam setengah 4 buat menyiapkan makanan sahur, enggak deh!


Bukannya gak kangen sih dengan minum kopi, pernah suatu ketika saya berbuka dengan segelas kopi susu hangat, enak sih... tapi sejam kemudian perut agak-agak2 gimana gitu.. wah memang Ramadhan ini saya kudu libur ngopi dulu. Nanti lagi deh setelah lebaran tiba baru ngopi dilanjut lagi :)

Apa cuma ngopi saja pantangan saya? hem gak juga... saya juga pantang makan yang asam dan makanan terlalu pedas. Lagi-lagi karena menjaga suasana perut saya yang lumayan rewel pas puasa. Tapi sesekali boleh lah, toh saya juga kalo masak suka yang pedas2 di rumah :D palingan senjatanya ya minum obat maag. :)

Namun, sepertinya pantangan saya bertambah lagi nih, beberapa waktu lalu saya ke klinik kantor, minta resep dari dokter karena sakit flu dan batuk saya ini, eh kok ya si dokter tahu kalo saya punya sakit maag. Dan dia pun berpesan, jangan makan mie ya, mi apa aja yang warna kuning. Tapi kalo bihun boleh.... Yahh... :( itu juga salah satu makanan kesukaan saya, mi ayam, mi goreng, mi godhog... duh disajikan hangat enaknya bukan main... :(
Terpaksa deh absen dulu selama puasa, tapi masa sesekali gak boleh sih?? =)) *jiaaah nawar*

Emang ya, manusia kalo dikasih pantangan akan semakin menjadi buat selalu memakannya. Wong tobate, tobat sambel :)) hahahahaha...


Senin, 06 Agustus 2012

Lintingan Keju Aroma yang bikin nagih!

Biarin deh biar blog saya jadi blog resep juga nih lama-lama, soalnya saya posting reseeep mulu :D


Jadi saya mau posting resep lagi nih? Begini... Kamis lalu, akhirnya saya kopdar dengan Ratrichibi dari Bandung. Salah satu temen online yang saya kenal via plurk. Chibi ke Jakarta juga dalam rangka mau mengambil buku pesanannya setelah kalap belanja obralan di kantor saya. Hitung-hitung irit ongkos kirim dan sekalian kopdar, akhirnya Chibi main ke Jakarta. Wah sekalian dong saya titip oleh-oleh. Terlintas dipikaran saya Keju Aroma!


Keju aroma ini, salah satu menu favorit di Rumah Makan Legoh Bandung, tempat Chibi biasa kerja dan nongkrong di situ. Bolak-balik dia selalu promo keju aroma ini. Penasaran dong saya, kayak apa sih rasanya? Saya Pesan 1 kotak plastik isi 5 linting, seharga 6000 rupiah  *berasa ngeganja mainnya linting-lintingan* hahaha jangan salah lintingan yang ini juga bikin nagih! Saya mantab memesan 5 kotak. Jaga2 saya dan si mas ketagihan, jadi pesen banyak :p


Saya coba selinting, saya gigit, agak kriyuk *kalo udah kena angin agak melempem*, rasa kesan pertama diluar dugaan manis! *saya pikir malah asin* baru kunyahan selanjutnya terasa asin dan gurihnya keju di dalamnya. Eh enak juga lho... Inget dulu jaman tahun 2000an booming pisang cokelat aroma? yang biasa dijual di abang2 deket kampus atau sekolahan? nah iya keju aroma persis seperti itu, tapi bedanya lintingan keju ini kecil2 memanjang seperti cerutu dan gak sengelomoh (berminyak) pisang cokelat aroma. Rasanya enak! Wah gak salah dong saya pesen banyak, tiba2 saja saya tak sadar sudah habis berlinting-linting :))


Terlalu jauh untuk ke Bandung atau terlalu jauh untuk delivery RM Legoh? Pemiliknya malah bagi2 resepnya tuh di blog. Dan bikinnya sangat mudah :)


disimpan di wadah toples biar awet


Keju Aroma ala RM Legoh


Bahan:
Lembaran Kulit Lumpia (kulit lumpia berbentuk bulat, tipis, kering, ada di supermarket atau pasar)
Gula pasir secukupnya
Keju Cheddar dipotong memanjang sesuai selera (khas RM Legoh, kecil-memanjang)
Putih telur atau air
Minyak untuk menggoreng


Cara membuat:

  1. Ambil selembar kulit lumpia, tata keju yang sudah diiris memanjang diatasnya. Taburi gula secukupnya
  2. Gulung kulit lumpia hingga berupa lintingan cerutu, dan lem ujung kulit lumpia yang terakhir dengan putih telur atau air.
  3. Setelah lintingan banyak, lalu goreng di dalam minyak panas.
  4. Setelah cokelat kekuningan, angkat. Sajikan.

selamat menikmati.... (fotonya) :p



Tuh gampang banget kan? Dan resep ini menurut saya bisa dimodifikasi sesuka kita. Karena saya kurang suka manis, jadi bisa saja saya tidak pake gula, cukup keju saja dilinting. Atau bisa juga mengganti gula dengan susu kental manis, secukupnya. Biar rasanya manis susu keju :D Atau seorang kawan malah memodifikasi mengisi kulit lumpia dengan keju dan daging asap, walah apa ndak makin enak tuh? *ngeces* hehehe mungkin pake kornet dan keju juga oke hihihi


Rasa penasaran saya pun hilang, nemu lagi deh resep baru cemilan nan simpel. Kepikir untuk membuat ini pas lebaran nanti, kok ya sepertinya cocok buat hantaran lebaran atau cemilan menjamu tamu :)
Gimana? ada yang berminat mencoba resepnya? Siap2 ketagihan pas memakan tiap lintingannya ya! :))





Minggu, 05 Agustus 2012

Resep Ayam Suwir Pedas

Sesuai niatan saya, tiap wiken dengan testing resep baru. Hem akhirnya saya buka-buka lagi kitab *halah* memasak saya di rumah. Saya ujicoba salah satu resep yang ada di buku 240 Resep Hidangan Sehari-hari untuk 2 Bulan, Seri 1 Uji Resep Sedap. Mendadak pilihan jatuh pada Ayam Suwir Pedas... Dalam bayangan saya, ayam ini disuwir besar-besar, pedas, gurih dengan tekstur kering dan saya pikir cocok buat makanan sahur. Cuma tinggal menghangatkan saja, beres. Nah bikinnya ribet gak ya? Kalo baca resepnya sih simpel.

Ayam Suwir Pedas

Bahan:
3 buah paha ayam atas bawah, potong 2 bagian
8 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
2 batang serai, memarkan
6 tangkai kemangi, petik
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
600 ml santan (saya pakai 65ml santan kemasan segitiga yang dicairkan dengan air)
1 sdt air jeruk lemon/nipis
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu tumbuk kasar(kalo saya diblender semua hehehe :D)
6 buah cabe merah
8 butir bawang merah
2 siung bawang putih
5 butir kemiri, sangrai
1 sdt terasi bakar

Cara membuat:
  1. Tumis bumbu yang tadi ditumbuk/blender sampai harum. Tambahkan daun jeruk dan serai. Aduk rata.
  2. Masukkan ayam, aduk hingga berubah warna, tambahkan garam dan gula.
  3. Tuang santan. Masak sampai setengah matang
  4. Angkat ayam dan suwir2 kasar.
  5. Masukkan lagi suwiran ayam ke dalam bumbu. Aduk rata, Tambahkan kemangi. 
  6. Masak Sampai meresap dan berminyak.
  7. Masukkan air jeruk nipis/lemon. Aduk rata dan sajikan.

Untuk 5 porsi

Catatan:
  1. Agar terlihat suwiran ayammnya, lebih baik pake ayam paha bawah, saya pake paha atas tapi daging malah tercabik-cabik pendek dan kurang cantik. Kayaknya suwiran bentuknya lebih cantik kalo tekstur dagingnya panjang seperti daging paha bawah.
  2. Saat menyuwir, tunggu hingga dingin dulu, tapi pada prakteknya berhubung saya tidak sabaran, akhirnya saya menyuwirnya dengan garpu dan hasilnya jadi acakadut dan tidak berbentuk suwiran hahahaha :))
  3. Saya hanya pake 2 potong ayam saja, jadi bumbu saya kurangi secukupnya. Maklum di rumah yang makan kan cuma 2 orang :p
  4. Saya pakai santan kemasan kecil (yang kemasan segitiga, dan saya cairkan lagi sesuai selera) ini berpengaruh pada kuah ayamnya, kalo suka kuah sedikit cairkan saja sedikit :)
  5. Oh iya saya kurang percaya dengan percampuran garam dan gula saya, jadi masakan ini saya tambahkan sedikit masako/royco. Tapi ini secukupnya saja, biar sedikit berasa. Kalo tidak juga tidak papa :D

Resepnya mudah, tapi pengerjaannya agak lebih lama karena harus menyuwir ayam :D Memang sih hasilnya tidak kering, tapi agak basah karena ada kuah santan dan minyaknya sedikit. Tapi gak papa juga itung-itung nyoba masak yang tidak biasa, biar masakan gak melulu sop dan tempe goreng lagi hehehehe...

Silahkan mencoba ya, semoga berhasil. Kalo si mas sih suka, katanya gurih-gurih dan sedikit pedas :D cocok jika dimakan dengan nasi hangat kemepul :D

Senin, 30 Juli 2012

Resep Pie Makaroni Skotel

Pie Makaroni Skotel

Masih tentang variasi pie, wiken kemarin saya mencoba resep pie yang asin/gurih. Browsing resep nemu resep ini, memang sih takaran resepnya berdasarkan gram, tapi saya coba deh dengan membuatnya versi takaran cup. 

Pie Makaroni Skotel

Bahan Pie:

  • 1/2 cup margarin 
  • 1/2 sendok teh garam kalo margarin sudah asin tidak perlu lagi
  • 1 kuning telur 
  • 1 cup tepung (kombinasi 2 sdm tepung beras dan sisanya tepung terigu) 
  • 4 1/2 sendok makan air es 
  • 1 kuning telur untuk olesan
  • 1 sdt gula


Bahan Isi Makaroni Skotel:

  • 1/2 buah bawang bombay, tumis dengan 1 sendok makan margarin
  • 1 buah kornet kemasan bungkus 
  • 1 buah sosis sapi, dipotong kotak
  • 50 gram makaroni, direbus
  • 5 buah jamur merang, potong kecil
  • 1 sendok teh garam 
  • 1/4 sendok teh merica bubuk 
  • 1/2 sendok teh pala bubuk 
  • 2 butir telur 
  • 150 ml susu cair 
  • 20 gram keju cheddar parut 



penggabungan makaroni skotel yg dicetak dalam kulit pie



Cara Membuat :
  1. Pie: aduk bahan pie dengan garpu/jari tangan sampai berbutir. Gumpalkan. Diamkan 15 menit dalam lemari es.
  2. Giling tipis adonan. Cetak di cetakan pie diameter 20 cm. Tusuk-tusuk.
  3. Oven 15 menit dengan suhu 170 derajat Celsius.
  4. Isi: campur bawang bombay, daging giling, daging burger, makaroni, garam, merica, dan pala.
  5. Tambahkan kocokan telur yang dicampur dengan susu cair dan keju parut. Aduk rata. Tuang di atas pie. Oven lagi 25 menit dengan suhu 170 derajat Celsius.
  6. Giling tipis sisa adonan. Pilin2 memanjang.Tempelkan di atas pie hingga penuh.
  7. Oles kuning telur. Oven lagi 35 menit dengan suhu 170 derajat Celsius sampai matang.


Untuk 12 potong



hiasan di bagian atas pie bisa dibuat bisa juga tidak, karena pengin pie saya cantik jadi saya bikin deh :)
Hasilnya gimana? hem... saya baru kali ini mencoba bikin pie dengan kombinasi ada tepung beras dan ada kuning telurnya. Tekstur pie nya jadi sangat rapuh, biasanya kalo saya bikin tekstur jadi keras dan tidak mudah rapuh. Entah ya sepertinya kombinasinya masih belum tepat, mungkin lain kali saya perlu mencoba mengutak atik kombinasi untuk kulit pie ini. Atau mungkin bagi yang suka masak ada pengalaman dengan tips membuat kulit pie?


Untuk rasa, hahaha memasak saat puasa itu gampang2 susah ya. saat isi makaroninya terasa sudah pas eh rasa pada kulit pie-nya saya teledor untuk memasukkan garam. Lupa kalo margarin yg saya pakai margarin biasa yang sudah asin, jadi seharusnya tidak perlu ditambah garam lagi. Jadi rasanya agak asin sedikit deh, sehingga rasa skotelnya kebanting. Hiks :'( Lain kali resep ini perlu diulang lagi! hehehe
sepotong gak cukup, pengin lagi... :p


Oh iya dimakan biasa pun juga sudah enak, tapi sepertinya jika dicocol sambal botolan lebih maknyus lagi. Rasa Pie sekilas mengingatkan gw sama rasa Kaastengels :)) padahal kulit pie saya bikin tidak dengan campuran keju lho.. entah kenapa jadi gurih :D apa mungkin karena cairan susu telor skotelnya meresap dalam kulit ya? sehingga menyatu dan gurih :p





Jumat, 27 Juli 2012

Resep Sup Tomat

Puasa-puasa gini terus terang males masak ribet, selain jam makan jadi bergeser, waktu semakin sempit untuk memasak. Saya memasak pada malam hari, saat pulang kantor. Masakan baru siap sekitar jam 9 malam dan jadilah saya dan si Mas makan malam jam segitu. Tuh malam banget ya... Lalu masakan malam itu disisakan untuk makan saat sahur. Waktu tidur jadi semakin berkurang jika saya masak ribet, alhasil saya jadi cuma masak yang rebus2 (seperti rebus kangkung atau bayam buat pecel) dan goreng2 (macem goreng tempe, ayam, nugget, telor). Mendadak jadi gak kreatif sama sekali.


Tapi perut berkata lain (halah) pengin makanan yang neko-neko, tapi menekan jajan di resto atau warung. Pengin makan sup tapi yang seger, dan agak bule kaya di resto Soup Spoon.
Saya kepingin bereksperimen dengan bikin sup tomat. Menggunakan tomat yang diblender, jadi tekstur sup kental berwarna merah, rasa gurih dan kecut segar. Mencarilah resep tersebut di ranah maya dan menemukan ini, resep di blog ini bisa jadi basic sup yang saya buat, tapi saya tidak pakai bola udangnya melainkan saya isi dengan isian yang ada di kulkas saya hehehehe :D




Sup Tomat


Bahan – bahan:
4 buah tomat ukuran besar
1 dada ayam potong dadu, tulangnya dipakai untuk membuat kaldu
1 wortel potong dadu
1 kentang besar potong dadu kecil-kecil
1 buah sosis potong2
500 ml air untuk merebus
2 sdm margarin untuk menumis
1 buah bawang Bombay, iris halus
2 siung bawang putih, cincang halus
1 sdm terigu
¼ sdt pala bubuk
Garam, merica bubuk secukupnya
1 sdt gula pasir
500 ml air
1 sdm saus tomat/tomat pasta
daun bawang seledri dicincang halus

Cara membuat:

  • Rebus tomat hingga kulit mengelupas, tiriskan lalu blender.
  • Panaskan margarin di dalam panci, masukkan bawang bombai dan bawang putih tumis hingga layu dan masukkan tepung terigu, aduk cepat, lalu masukkan tomat blender. aduk hingga gumpalan tepung halus, tambahkan air.
  • Masukkan ayam + tulangnya, garam, gula, merica, pala. Masak hingga mendidih.
  • Masukkan kentang dan wortel, sosis dan saus tomat/tomat pasta. Aduk2 dan masak hingga sayuran empuk.
  • Sajikan dengan taburan daun bawang seledri.
Tips:
  • Menambahkan air saya mengira2, kalau kurang cair tambahkan lagi airnya, kalo ingin kental airnya jangan terlalu banyak. 
  • Masak dengan api kecil-sedang dan sesekali harus diaduk. Karena sup mudah mengental mudah gosong/lengket jika tidak diaduk.
  • Bisa ditambahkan dengan sayuran lain (kacang polong, jagung, dll) atau makaroni.
untuk 4 porsi

Sup ini enak disajikan hangat, rasanya segar, bisa dimakan sambil dicocol roti tawar hehehe, tapi agak kurang cocok jika dimakan bareng nasi. Tapi alhamdulillah ternyata si Mas suka sup ini. Katanya kayak di resto-resto. #ihik aih saya jadi maluu :))

gambar diambil dari ayahbunda, maklum supnya habis ludes sebelum difoto :p 

Kamis, 12 Juli 2012

Perihal memasak dan dapur


Dapur impian saya, yang agak besar dan ada meja kerja ditengahnya kaya gini. Biar bisa masak kue/roti semaunya. Sepertinya terlalu terinspirasi karena keseringan nonton Asian food channel :))

Urusan masak memasak saya paling suka, entah kenapa memasak buat saya menyenangkan. Kadang menjadi terapi saya untuk mengontrol emosi saya. 
Kenapa saya bilang seperti itu? Karena dengan memasak saya memperoleh solusi, ketenangan, kebahagiaan, dan rasa inovasi dalam membuat sesuatu. 
Ini sih cuma kesimpulan abal2 saya saja sih… mungkin jika saya paham dengan ilmu psikologinya mungkin tulisan saya akan lebih ilmiah menjabarkannya. Sayangnya pengetahuan saya tentang itu sangat terbatas, jadi mari kita bahas dari berdasar pengalaman saja :)

Saya lagi kesel, lagi bete, lagi rasanya ingin ngomel sama, orang atau lagi gundah bukan kepalang. Cuma sekedar ambil panci, masak indomie penuh dengan sayuran dan bakso serta rawit, itu sudah menjadi solusi saya seketika. Perut kenyang hati tenang kembali. Atau jika pengin makanan manis2, tiba2 saya ambil mangkuk, mixer dan mulai membuat kue :D (tapi kalo lagi gak mood sebaiknya jangan bikin kue, bisa bantat hasilnya-ini bukan cuma mitos, tp saya sudah membuktikannya) Xp

Mendadak disela-sela pekerjaan, jenuh saya kebayang2 mau makan cake anu, atau kue anu, atau puding anu atau masakan anu. Sembari kerja tiba-tiba saja sudah googling resep makanan yg ada dlm pikiran saya, lalu belanja dan sampe rumah/pas wiken langsung praktek deh! Saya sering begitu, rasa penasaran saya selalu muncul kalo lagi stress hehe, jadinya selalu tergerak mencoba resep2 yg belum pernah saya coba. Tapi…. sempet down juga sih, saat mencoba sebuah resep sampe gagal 3 kali hehe…

Saya lebih nyaman masak di dapur sendiri. Tempatnya saya sudah hapal, letak bumbu-bumbu dan peralatannya saya sudah hapal, bahkan sifat2 kompor yg suka meletup2, oven yang gagangnya pembukannya suka copot serta hama pengganggu dapur saya hapal semua :D Itu yang bikin saya nyaman dan pede masak di dapur sendiri. Dan mungkin itu sebabnya saya kurang lihai jika masak di dapur orang, contoh di dapur kantor. Setiap hari kelompok memasak saya di kantor selalu bagi2 tugas untuk masak dan belanja. Memang sih masaknya terbatas menggunakan slowcooker tapi dari situ jadi bisa belajar masak apa aja yang memungkinkan pake panci ajaib itu. :) Tapinya karena dapur kantor, alat terbatas, bumbu juga, dan yang make juga banyak karena dapurnya merupakan fasilitas umum. Kadang ada aja yg bikin sebel, entah peralatannya dipinjam orang dan gak dikembalikan ke tempat semula, yang joroknya minta ampun, yang habis pake alat gak dicuci, yang habis pake alat gak bilang2 juga… sungguh itu membuat saya gak nyaman dan bikin agak ogah masak sendiri di kantor Xp

Satu dapur harus 1 juru masak, maksud saya cuma 1 orang yg berhak menentukan masakan, dan bumbu juga cara memasak. Kalo ada 2, 3, 4 juru masak kacau balau jadinya. Jadi gini: kalo di rumah, bukmer datang menginap, saya biasanya cenderung mempersilahkan dia yang memasak, saya cuma bantu2 saja. Atau kalo bukmer yang suruh saya masak ya saya yang masak, nanti bukmer biasanya masak menu lain sesudah saya masak. Begitu… jadinya dapur saya yang kecil, tidak terlalu berantakan banget dan menu masakannya jelas :D
Tapi… kok ya sulit sekali menerapkan hal ini di dapur kantor. Masak berkelompok itu banyak gak enaknya (menurut saya), kadang ada yg suka suruh2 ini itu, padahal ya sudah ada jadwalnya, kadang ada yang males, jadi masak pun gak jalan, kadang ada juga yang suka protes karena masakannya gak sesuai rasanya. Jujur saya bingung kalo masak barengan gini apalagi kalo gak patuh sama jadwal dan aturan. Jadi makan hati :| hiks…

Tapi kalo punya dapur model sudut gini pun saya juga tetep suka, yang laci dan lemarinya banyak kalo perlu yang bisa buat gantung2 perabot dan perlatan masak. :) duh kapan ya bisa punya dapur kaya gini hihihi :D

Saya lebih suka masak di dapur yang bersih, sebisa mungkin sebelum dan sesudah saya masak, dapur saya bersihkan, lap kompor, dan mejanya dari minyak, kembalikan bumbu ke tempat semula dan peralatan ke tempat semula. Saya pecinta dapur rapih pokoknya. (walau dapur saya sekarang masih jauh dari rapih) :)) saya sedang berusaha menata dapur warisan ini. Sedikit sedikit saya ingin membuatnya menjadi nyaman, sehingga masak makin-makin menyenangkan buat saya :) 

Ih curhatan masak saya kok banyak juga ya? hahahaha :)) Saya terlalu menghayati urusan dapur rupanya :D


gambar saya cari via googling. :)

Selasa, 10 Juli 2012

Piring beling, sendok-garpu dan sebotol kecap

Tiba-tiba ingin posting suatu hal yang aneh dan gak penting deh... Jadi begini ceritanya, hari Minggu lalu, saya belanja bareng si Mas di Giant Plaza Semanggi. Membeli kebutuhan rumah, seperti beras merah, 2 boks plastik besar, beberapa sayur mayur dan buah, saya lupa tepatnya apa saja. Belanjaan saya tidak terlalu banyak, biasa saja. Hanya si Mas sempat tergoda dengan penawaran SPG Nu Milk Tea yang jika membeli produknya: beli 3 botol akan gratis 1 botol. Si Mas Tertarik dan membeli penawaran tersebut.


Usai membayar belanjaan saya pun mengambil bonus Nu Milk Tea tersebut di meja pengambilan hadiah. Saya berikan struk pembelanjaan kepada petugas yang bersangkutan. Beliau memanggil SPG Nu Milk Tea sembari menelaah barang2 apa saja yang telah saya beli.  Tiba2 dia beranjak ke balik lemari dan datang2 memberikan sebuah piring beling, sendok dan garpu makan dan sebotol kecap. Lho?!? apa ini? Saya merasa tidak membeli barang yang berkemungkinan mendapatkan barang2 itu kok. Beli sabun/detergen/pencuci piring juga tidak, beli kecap/bumbu dapur tertentu juga tidak. 






Saya tanya ke petugas yang meberikan benda2 tersebut. "Apa ini pak?" "Oh itu, hadiah dari pembelian sebotol Pepsodent Mouthwash" Saya membatin, sebanyak ini? wow baik hati sekali jika bonusnya sebanyak ini. Dan dapet sebotol kecap ABC Black Gold pula? wah lumayan nih buat stok persediaan di rumah :D Saya girang bukan main dong... pas menerima barang2 tersebut dan meletakkannya di kantong belanjaan saya. Eh bentar kok botol kecapnya ringan ya?


"Pak ini buat apa ya?" "Iya itu gratis botol kecap, botolnya saja... buat diisi kecap" HAH?! Botol doang? Saya amati berulang kali apa keistimewaan botol yang biasa2 ini. Bentuk juga biasa, kemasannya juga plastik, seperti botol kecap pada umunya, bukan yang berlapis  berlian atau bertabur permata yah mana mungkin juga kaliii. Lalu apa keistimewaannya sampe jadi hadiah?? Sungguh saya bingung. Akhirnya SPG Nu Milk Tea datang memberikan produk bonusnya dan saya pun membawa pulang semua barang2 tadi.


Jadi ada yang bisa menjelaskan maksud barang2 bonus tersebut dengan barang yang saya beli gak?


Beli 1 botol Pepsodent Mouthwash Herbal berbonus piring beling+sendok+garpu+botol kecap black gold ABC.


Kalo bisa menjelaskannya, saya hadiahkan botol kecapnya buat Anda! :p

Senin, 02 Juli 2012

Bon Chon Chicken, ayam goreng ala Korea

Korea sedang naik daun (dalam hal ini Korea Selatan), dari drama Korea-nya yang sudah lama merajai tayangan tivi swasta, boyband dan girlband Korea yang sangat digilai remaja2 di Indonesia, komik2 Korea yang sudah lama juga membanjiri pasar komik di toko buku, hingga makanan Korea.

Ngomong2 makanan Korea ternyata variasi jenisnya pun banyak, tak cuma sekedar Kimchi (sejenis acar sawi yang asam dan pedas, umumnya menjadi pelengkap di berbagai hidangan Korea)  dan Bulgogi (sejenis daging bakar seperti Yakiniku yang dimakan bareng dedaunan dan bumbu khas Korea).

Nah yang mau saya tulis kali ini ialah tentang makanan Korea-nya. Berawal dari tayangan Kimchi Chronicles di tivi kabel Star World. Tayangan ini mengupas semua hidangan Korea, dari yang tradisional, hingga yang sudah modern, dari yang bersifat snack/jajanan hingga makanan mewah yang cuma disajikan dilingkup kerajaan saja. 

Ada episode yang bikin saya ter-ngeces2 saat menontonnya. Episode membahas tentang segala makan olahan ayam. Jujur untuk masakan Korea dalam pikiran saya ya Bulgogi=Daging Sapi. Saya pikir semuanya tentang daging sapi, ternyata tidak. Ada juga berbagai masakan ayam. Yang bikin saya ingin mencicipi ialah ayam goreng, yang dimasak sangat pop, digoreng layaknya chicken wings namun dengan bumbu khas dan rasanya kriuk. Jika dilihat dari tayangan tampak berbeda jauh dengan ayam goreng KFC di sini. Dan angan pun termimpi2 ingin mencicipinya. 


Berhubung saya  belum punya paspor dan tak cukup biaya buat mengubek2 Korea langsung, pucuk dicinta ulam pun tiba. Seorang kawan sempat memberitahu jika sudah mencicipi jenis menu ini. Ternyata, ayam goreng Korea ini di jakarta sudah ada, restorannya pun bervariasi. Ada resto Omo! Chicken, 4 Fingers Crispy Chicken, Bon Chon Chicken, dan lain lain (saya gak hapal dan belum survey lagi, hehe)

Nah... yang direkomendasikan kawan saya ini ialah Bon Chon. Mumpung letak salah satu cabangnya dekat kantor saya jadi melipirlah saya ke Grand Indonesia untuk mencicipinya.
Tempatnya tidak terlalu besar, ya tak jauh beda lah besarnya dengan KFC yang ada di sebelahnya. Paketan menunya macam2, ada yang paket ayam (seharga 29rebuan belum termasuk pajak) terdiri dari nasi/kentang dan ayam (bisa 2 paha, 4 wings, atau 3 paha atas), ada paketan ikan krispi, ada paketan bulgogi, dll. Menu pendamping ada Kimchi, Soup Kimchi, Gyoza, Mochi es krim, dll. Beli ayamnya pun juga bisa ala carte, jadi pesan ayam saja ada sesuai jumlah mau berapa potong. Saya sempat pesan, 4 wings harga 25rebu belum termasuk pajak.

Soal rasa karena saya pesan yang spicy rasanya cukup pedas (saya katakan cukup karena saya pernah makan ayam yang lebih pedas dari ini) , pas digigit ayamnya kemriyuk, renyah, padahal permukaan ayam mengkilat seperti terlihat basah. Kriuknya ini sepertinya berasal dari karamelisasi gula/madu pada bumbunya. Ayamnya dalamnya kering, tidak basah seperti ayam goreng tepung.. Tekstur ayam  yang kering dan kriuk hasil karamelisasinya inilah yang unik buat saya, dan bikin nagih. Soal rasa saya cukup puas, soal ukuran saya merasa sedikit tertipu. 4 wings dalam bayangan saya 4 buah sayap ayam, namun yang saya dapatkan 2 buah sayap ayam yang dibagi 2 sehingga berjumlah 4 potong. Yah kalo begini namanya mah sedikit ya... :p dan kalo dilihat dari segi harga, jadi cukup mahal jatuhnya. Sedikit kecewa di sini sih.

Untuk rasa Sup kimchi saya cukup suka, lebih light dibanding kalo makan kimchi langsung. saya agak kurang suka dengan rasa masamnya kimchi, namun setelah dikombinasikan menjadi sup yang bersi, kimchi, tahu/tofu dan potongan ayam serta potongan daun bawang rasa sup menjadi enak dan segar. :D

Bonchon selalu tampak rame, ternyata banyak juga pasangan kekasih yang makan di sini. Agak lucu saya buat saya jika mengajak pacar makan di sini, kencan tapi makan ditempat makan yang membuka gaya makan kebinatangan anda, gimana tidak, kencan sambil makan ayam dengan nikmat pake tangan, menyisakan tulang belulang jauh dari cantik dan elegan, padahal sebelumnya datang ke situ dan duduk manis bak putri. :)) Ini hasil pengamatan saya loh ya, kebanyakan yang datang itu mbak2 dan mas2 yang berbaju rapih, modis layaknya kaum hipster yang menjamur di jakarta. Kok ya setelah melihat mereka makan dengan lahapnya itu saya jadi sadar ya mereka cuma manusia biasa hehehe...Ya iya lah yaa.... :))

Jumat, 29 Juni 2012

Resep Pancake Menul-menul

Entah mengapa saya selalu badluck jika memasak pancake. Pasti jadinya hanya tepung dadar goreng yang bantat dan mengempis, membuatnya jadi sedih makannya jadi terpaksa.

Sempet iri juga dengan adik saya yang pintar memasak itu. Suatu kali dia pulang ke rumah, langsung saya todong untuk memasakkan saya pancake. Serius, pancake bikinannya enak, fluffy, menul2, lembut. Padahal katanya, "loh Mbak ini aku masak sesuai resep kok!"
Selalu, memasak sesuai resep adalah jawaban andalannya, yah karena jika tidak pakai resep adikku itu gak bisa masak :p

Karena gemas, dan penasaran saya mencoba lagi bikin pancake sendiri. Saya cari resep pancake basic, dan dapetlah resep dari blognya Martha Stewart yang terkenal di jagad food blogging. Resepnya simpel, sesuai dengan peralatan saya (yang gak punya timbangan masak), baiklah mari kita coba. :)


Pancake


Bahan-bahan:
1 cup tepung terigu, (saya pake flour-raising)
2 sdm gula halus
2 sdt baking powder (karena pake flour-raising baking powder pake 1 sdt saja)
1/2 sdt gula
1 cup susu
2 sdm minyak goreng
1 butir telur besar
1 sdm minyak goreng

Topping, potongan stroberi segar, potongan peach kalengan, madu,/selai/sirup gula, gula halus, atau es krim.

Cara membuat:
  1. Di mangkuk kecil, campur tepung, gula, baking powder, dan garam.
  2. Di mangkuk sedang, kocok susu, minyak goreng, (2 sdm) dan telur. (dalam resep Martha pakenya whisk, saya gak punya jadi saya apke mixer. Pake kecepatan sedang dan tidak terlalu lama mengocoknya).
  3. Lalu masukkan bahan2 kering dari mangkuk kecil. Masih menggunakan mixer, ubah kecepatan rendah. Sampai tercampur saja.  
  4. Pada resep Martha memasak menggunakan oven, saya memilih masak menggunakan wajan anti  lengket seperti biasa.
  5. Panaskan wajan, beri sedikit minyak. Dan tuangkan adonan pancake dengan sendok sayur (1-2 sendok saja). Ratakan dengan menggoyangkan wajan. Gunakan api sedang. Balik jika sisi bawah pancake sudah berwarna kuning kecokelatan.
  6. Masak hingga kedua sisi  matang. Langsung balik wajan ke atas piring. Voila, pancake cantik dengan ketebalan menggoda sudah matang.
  7. Sajikan dengan topping sesuai selera.
  8. Resep ini untuk ukuran wajan 20cm, jadi 6-7 pancake.


Catatan:
  • Ini resep saya adaptasi dari terjemahan ngawur saya setelah baca blog Martha, saya tetap memasak menggunakan wajan anti lengket, karena masak pake oven cukup ribet buat saya.
  • Pastikan kekentalan adonan sedang, tidak terlalu encer. (pengalaman saya dari resep yang bantat dahulu hasil adonan saya terlalu encer).
  • Jika dalam resep tertulis 1 sdt baking powder, biasanya yang dimaksud ialah 1 sdt baking powder munjung. Karena kalo kurang pancake jadi tidak mengembang, tapi kalo kebanyakan malah jadi pahit :p


Hasilnya.... berhasil! :D senang! Saya akhirnya bisa bikin pancake yang menul2, tebel, empuk, seperti yang ada di resto2 pancake. Horeeeee gak perlu sering2 jajan lagi, bikin sendiri akhirnya berhasil kok :) hehehe...