Senin, 16 Maret 2009

Jermal


kemarin sabtu saya nonton film ini salah satu film indonesia lagi yang dananya mendapat funding dari negara di eropa...

judulnya Jermal, bagi yang tidak tahu apa itu: jermal itu ialah sebutan tempat penangkapan ikan di lepas pantai yang biasanya pekerjanya ialah anak2 kecil... umumnya berada di lepas pantai Sumatera. dari jermal kita bisa dapat hasil seperti teri medan, dan ikan asin lainnya.

kalau pengeboran lepas pantai para pekerja bekerja di lepas pantai dan dapat cuti atau istirahat di daratan, berbeda dengan jermal. para pekerjanya hidup dan tinggal di bangunan diatas jermal yang terbuat dari kayu tanpa ada libur...., terisolasi dari peradaban.

Film Jermal ini di sutradarai oleh 3 sutradara yaitu Rhavi Bharwani, Rayya Makarim dan Utawa Tresno (Orlow Seunke). mereka bertiga juga menulis film ini. Rhavi barwani sebelumnya juga pernah membuat Film berjudul Impian Kemarau (The Rain Mkaer)

Film ini berseting jermal asli di lautan Cermin di daerah Sumatera Utara. bercerita tentang Jaya, sepeninggal ibunya, Jaya terdampar di jermal demi menemui ayahnya, Johar. tapi ternyata Johar tak mengakui dia sebagai anaknya. dan akhirnya kehidupan sebagai anak jermal di mulai juga. tempatnya jauh terasing, panas, sulit air bersih, bekerja dengan keras, mendapat perlakuan tidak baik dari anak2 jermal, di plonco, tidak kenal dengan sekolah, sampai akhirnya kehidupan keras itu membangun Jaya jadi seperti anak2 jermal lainnya...

inti cerita dari film itu sebenarnya tentang hubungan bapak dan anak yang gak pernah ketemu dari sejak sang anak lahir..., namun sang bapak tahu tentang tumbuh kembang anaknya hingga umur 12 tahun... yaitu dari surat2 yang dikirimkan ibunya dari daratan... setelah surat itu di ceritakan dalam film terbukalah siapa sang bapak..tetapi pada saat cerita ini bergulir mebahas hubungan bapak anak ini entah kenapa terasa dingin dan kurang hangat... memang si anak , jaya sempat mendapat perlakuan yang buruk, yang mebuat dia menjadi benci dengan bapaknya namun harusnya saat sang bapak mau menerima suasana itu jadi cair dan harusnya lebih dramatis lagi.. sayang itu tidak terlalu muncul di film itu....jadi cerita tentang hubungan ayah bapak itu jadi malah terasa sebuah tempelan di film itu, kurang nge-blend lah....

ini film yang berpotensi sebagai nominator atau bahkan pemenang di film festival. apa yang terlihat itulah keadaan yang sebenarnya tanpa di buat2, akting semua pemain walau tidak banyak yang terkenal sangat menarik dan kuat. apalagi film ini minim dialog, lebih banyak dituangkan dalam laku dan gerak.

saya suka film ini, indonesia sekali, dan membuka pandangan saya bagaimana hidup di lepas pantai yang tak pernah terpikirkan oleh saya :-D

7 komentar:

Dhe mengatakan...

hwakakakak..
di sini ga da bioskop^^
jadi wa harus nunggu kasetnya aja dah^^

Dony mengatakan...

liat thrillernya kemarin sepertinya keren yah pied

thanks buat reviewnya

http://donyariya.com

rizky mengatakan...

nonton g ya,, nonton g ya??? keknya g nonton de,, mending nunggu di puter di Tipi aja :P

genial mengatakan...

klu di indonesia, dmn ya jermal adanya?

Fenty Fahmi mengatakan...

oohh yang ada di ceriwis itu ya ... baru tau judulnya jermal ... jadi pengen nonton :-?

~Agi~ mengatakan...

iya pemandangannya bagus2 di film itu...keren...

tedy mengatakan...

wooooo, nunggu kucingkecil donlot aja aaaahhhh...(dance)