Sabtu, 16 Januari 2010

Menuju Sumenep, Madura

masih banyak jalan2 yang isinya makan-makan di surabaya, tapi apa itu saja yang mau saya tulis di sini hihihih... tentu tidak! keinginan saya liburan kali ini ialah mengunjungi pulau Madura. Bukan cuma mengujungi saja tapi juga mau jalan2 di sana, mau melihat dari dekat cerita Hen tentang tanah kelahirannya. B-)

saya berangkat 1 hari setelah hari kedatangan saya di Surabaya. Berangkat dengan naik motor, berboncengan. HAH?! naik motor? hahaha gak salah tuh? beneran kok gak salah... Tujuan saya ialah ke kota Sumenep, Madura. Berangkat pagi jam setengah 6, baju lengkap, celana jins panjang, berjaket, bersepatu dan berhelm, tak lupa menggendong tas ransel. Banana Lv 1

Saya berangkat melewati jembatan Suramadu, bukan naik ferry dari pelabuhan Tj. Perak. Sebenernya perjalanan Surabaya-Sumenep kurang lebih memakan waktu 6 jam jika naik ferry dari tanjung perak. tapi kali ini saya mencoba ke Sumenep lewat Suramadu, berapa jam lebih cepat sih? Thinking

Karena masih pagi, jalanan masih sepi dan sejuk, sekitar jam 6 saya sudah berada diatas jembatan Suramadu. Tarif tol jembatan Suramadu ini, Rp. 3000 saja untuk kendaraan motor. baru kali ini ada motor boleh masuk tol hahahaha. Jalur yang dilalui jalur khusus motor yang berada di sisi paling luar dari jembatan *sisi paling kiri dan sisi paling kanan*. Sementara jalur unutk mobil, bus, truk, dll melewati jalan yang berada di tengah2.


foto diatas jembatan Suramadu

pulau madura terlihat dari atas jembatan

Melihat matahari pagi di balik awan mendung , pagi itu tidak terik sama sekali, jadi melewati jembatan Suramadu terasa menyenangkan, sekaligus deg-degan. hee hee Hihihihi kanan dan kiri lautan semua, sambil dari kejauhan melihat kapal2 nelayan. Saya pengin seperti mobil2 itu yang dengan nakal berhenti di tepi jalan cuma buat foto2 berbegron jembatan. *padahal ada larangan berhenti di sepanjang kalan tol itu*. Unsure Kadang2 ada polisi yang patroli di sepanjang jalan itu. Masalahanya jalanan motor itu lebih sempit dan kecil, cuma muat dilalui 2 motor jika berjalan beriringan. Jika berhenti di pinggir jalan untuk sekedar berfoto pun pasti akan mengganggu perjalanan. Jadinya saya berfoto dari atas motor saja. jepret sana jepret sini, motor saya berjalan perlahan biar bisa dapat gambar.

Tepat diatas jembatan *jalanan diantara 2 tiang pancang besar* angin bertiup agak kencang. Agak berbahaya untuk kendaraan motor apabila cuaca buruk dan berangin kencang, karena bisa mengganggu aktifitas menyetir.
Puas menikmati pemandangan di atas jembatan saya pun sampai di ujung jembatan, dan langsung disambut oleh berbagai macam lapak2 penjual pernak-pernik dan oleh2 khas Suramadu dan khas Madura. Beberapa motor juga tampak beristirahat di lapak2 penjual makanan dan minuman, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Madura.

Saya tetap melalanjutkan perjalanan.
Keluar tol Suramadu saya langsung belok kanan melanjutkan perjalanan menuju Sampang. Dengan lewat Suramadu bisa mempersingkat perjalanan Bangkalan-Sampang sampai setengah perjalanan! dancing Jalanan Bangkalan sampai Sampang masih enak di lalui, aspalan masih halus dan mulus, saya berkali2 melewati hutan, kebun jagung, kebun buah naga. Tapi giliran meninggalkan kota Sampang sampai Pamekasan hingga Sumenep jalanan agak bergelombang, tidak rata. Jadi kalo mau memacu motor dam mobil dengan cepat tetap harus berhati-hati. Rawan kecelakaan soalnya... OK OK

Jalan raya di Madura ini semuanya menyusuri tepi pantai, jadi sepanjang perjalanan dari Sampang-Pamekasan, di tepi jalan raya dis
uguhi pemandangan laut, pantai yang penuh kapal nelayan tertambat. Memasuki kabupaten Sumenep masih terlihat laut tapi mulai berkurang, di daerah ini juga lebih banyak terlihat pantai dengan hutan bakau-nya. Perjalanan pagi itu lancar, cuaca mendukung, mendung dan tidak panas *seperti kebanyakan orang bilang kalo Madura itu panas*. Evil Smirk

Rencananya hanya akan berhenti di Sampang saja untuk sarapan tapi ternyata motoran jarak jauh itu bikin kaki cepat kram dan pegal jadi terpaksa saat memasuki kabupaten Sumenep pun harus turun dulu, beristirahat melemaskan kaki.

Sampai kota Sumenep jam 10.30. Total perjalanan 4 jam, 1 jam di potong untuk behenti makan dan istirahat. Nah mulailah perjalanan mencari tempat peristirahatan. Fiuhhh ini perjalanan paling melelahkan. Muter2 kota kecil di Sumenep ini cuma ada 5 hotel dan penginapan. Dan semua penuh! Rupanya saya datang ke Madura bertepatan dengan rombongan pulang haji kloter Madura. Semua hotel kelas standar penuh terpesan. *kelas standar: Rp 100.000/ hari*. Cuma tersisa beberapa kamar yang kelas VIP dan VVIP wew dan selisihnya bisa Rp 25.000-Rp 50.000 rupiah. Mahal juga padahal saya berencana beberapa hari di sini. Oh iya satu lagi resenya hotel di madura ialah harus menunjukkan surat nikah jika ingin menyewa 1 kamar barengan! walau Anda sudah menikah sekalipun! hahah ribet juga nih kalo ingin menyewa kamar untuk di share beberapa orang. pasti sulit. Dan kebanyakan hotel di Madura menerapkan sistem seperti ini. Teaser

peta perjalanan saya kali ini

Akhirnya.... saya memutuskan menginap di rumah teman SMP si Hen di Kalianget. Desa paling timur di ujung pulau Madura, juga tempat kelahiran si Hen. tongue

jalan-jalannya belum berakhir, nanti dipostingan saya selanjutnya mau saya ceritakan kemana sajakah saya selama di Sumenep. Tunggu yaaa... Goodluck

22 komentar:

Fenty Fahmi mengatakan...

ditunggu postingan selanjutnya ... aku malah belum pernah ke Sumenep :p

memeth mengatakan...

wuah... suka ama laporan ipied kali ini :D
ditunggu sekuelnya.. yg lengkap, deskriptif ya nek :P

elia|bintang mengatakan...

oo jadi madura ribet yah pied? gue orang madura loh.. :p

fahmi! mengatakan...

wah, sumenep! sempat mampir ke pantai lombang juga kah? :D

Aubrey.ade mengatakan...

wuih enak kayaknya ya... *mupeng jalan2* tapi potohnya kurang banyak pied :D

sama ama yang lain, mau nunggu sekuelnya :D

kopisusu mengatakan...

Ehem, gitu yah, ndak ajak ajak :D

si Rusa Bawean mengatakan...

wahhh
lewat suramadu yaaaa

keren kan Suramadu
:)

Iman Sulaiman mengatakan...

Motoran 4 jam? (woot) muanteb pasti pegelnya hehehe.

Poto2nya kurang nih kayaknya. Pingin lihat madura lebih jauh lagi *nggak puas mode*

Belum pernah ke Pulau Madura, kayaknya pingin juga kapan2 ke sana :)

almascatie mengatakan...

*gelar tikar menunggu laporan lanjutan*

clingakclinguk mengatakan...

makanya klo jalan-jalan, buku nikahnya jangan ditinggal pied, biar gampang klo nginep di hotel, hahahahaha....

Fathoni Arief (MF Arief) mengatakan...

Weh weh jadi kepingin keliling ke pulau Madura...malah belum pernah padahal asli Jawa Timur...hehe ditunggu cerita selanjutnya

dhodie mengatakan...

Buset tuh hotelnya ribet amat.. gimana gw mau backpackeran bareng kalo mesti nunjukkin surat nikah T__T

isnuansa mengatakan...

Ribet juga kalo harus nunjukin surat nikah. Ortu saya aja pergi ke manapun nggak pernah tuh bawa surat nikah segala....

annosmile mengatakan...

belum pernah kesana (doh)
belum ada dana juga (doh)
piye ikiii...

bakulrujak mengatakan...

nah kalo barengan sama2 cowok.. apa iya tetep suruh nunjukin surat nikah? :D

fachmi mengatakan...

wah itu fotonya pas blom diresmikan ya,, kok sepi

Warkop Catur Troya mengatakan...

Aku malah belom ke Suramadu huehuehue

yos mengatakan...

perjalanan yang mengasikan tuh..

elmoudy mengatakan...

Wah gw pengen juga jalan2 lewat Suramadu..
dah lama denger n lihat foto2 nya hebaat..
gw diajaak dunk Vid kl kesana lg hehee

kucingkeren mengatakan...

wah kereenn... sy pengen banget k suramadu tp blm kesampaian.. seru ceritanya!

sugiman mengatakan...

Kalo ke Surabaya lagi mbok mampir...:D

dennyeko mengatakan...

hiaaaa... blog ini semakin ramai saja setelah jarang berkunjung...

aku pingin lewat suramadu belum kesampaian :( terakhir ke madura make ferry...