Minggu, 08 November 2009

Review Serigala Terakhir

saya lebih suka poster teaser mereka yg dulu dari pada poster film yang ini

mari mengeces berjamaah *slurps*, inilah salah satu alasan saya nonton,
badan2 indah itu wakakaka love28


kemarin saya nonton Serigala Terakhir. Penasaran karena promosi film ini sudah dari jauh2 bulan terdengar. Dan yang bikin saya penasaran, film ini bergenre Action. Genre yang jarang di jumpai di deretan film2 Indonesia.

Awalnya saya nonton saya menikmati beberapa adegannya. walau banyak juga pertanyaan dan stok kata2 celaan dari saya. lama2 saya mulai menikmati alur ceritanya... jelir Eh tetapi kok malah tengah2 saya makin gregetan sama ceritanya. Lebay, menjadi kemenyek, terlalu over pada dramanya.. Ceritanya sudah drama sekali, tanpa perlu terlalu di over expose bagian2 tertentu. payah

Kisahnya itu begini, 5 orang sahabat dari sebuah perkampungan kumuh di jakarta. Nakal, bengal, dan selalu berbuat kericuhan di mana pun. mengenal slogan "senggol, pukul" bukan senggol bacok lho ya... soalnya mereka ndak punya golok buat mbacok *garing dehhh* tumbuk
Kenakalan dan adu pukul mereka dengan kelompok lain memuncak saat Jarot (Vino G. Bastian) berusaha menyelamatkan Ale (Fathir Muchtar) dari tusukan pisau salah satu musuh. Dan Jarot menyelamatkannya dengan memukulkan bata ke kepala si penusuk pisau. Hasilnya? si penusuk pisau MATI kaget

Cerita pun bergulir, walaupun mereka preman2 kampung yg bengal akhirnya tunduk juga pada hukum dan tertangkap polisi karena membunuh. ya Jarot pun masuk penjara. Apa cerita berakhir? hehehe beloommm ini baru di mulai. Kehidupan Jarot di penjara bener2 mengenaskan, diuji oleh napi lain. tapi akhirnya dia berhasil membuktikan dirinya terkuat di selnya. Hatinya semakin carut marut saat ndak ada satupun sahabat, keluarga yang datang menjenguk...

Mendadak cerita bergulir 'beberapa waktu kemudian' dan akhirnya Jarot keluar dari penjara. Perpindahan perbedan tahun ini agak njeglek (kurang halus), berkesan tiba2. Jarot di jemput oleh Fatir (Reza Pahlevi). ihikhik Owhhh siapa Fatir? ah.... seorang pemuda bisu di kampung situ yang merasa di sepelekan oleh penduduk kampung. Fatir mengajak Jarot bergabung dengan Naga Hitam, sebuah jaringan narkoba terbesar.

Tuh kan ceritanya panjang bener.... dan so drama sekali.. drama action lebih tepatnya. yang saya ceritakan itu belum selesai. dan sudah bisa tertebak cerita pun jadi panjang dan menjadi menarik apalagi Ale dan Jarot sekarang di kubu yang berseberangan. tembak Satu persatu konflik bergulir dan terus terang sudah bisa saya tebak bakal berakhir seperti apa. ihikhik

Menonton ST mengingatkan saya akan City fo God, persis! bercerita ttg preman kampung dan gembong narkoba, juga perpaduan Godfather dan beberapa khas film Hongkong tentang mafia-mafia narkoba. Semua disatukan dan dikemas dengan balutan konflik Indonesia. Jadi terlihat agak membumi.

Tentang pemilihan pemain, ahhh saya kurang setuju Ale jadi preman kampung, wajahnya terlalu bule untuk jadi anak kampung. untuk Jarot, wajahnya telalu melankolis dan kurang gahar, jangan suruh dia berakting menye2 karena dilema antara membunuh sahabat atau membebaskannya. karena air mata akan mengucur dari wajahnya yg melankolis itu. pengin ketawa saya nontonnya. gelakguling Ih nyela mulu sih saya? xpasti apa ndak ada yang bagus? Ah ada kok Reza Pahlevi, sang Fatir gangster bisu, dia bener2 total memerankan perannya yang berdarah dingin! lihatlah perubahan karakternya dari dia masih jadi pemuda lugu di kampung sampe dia petantang-petenteng bawa senjata. Cool banget! hahahaha... love

Ah saya dah gak akan bercerita banyak tentang film ini, cukup Anda tonton sajalah... durasi film ini panjang 135 menit, 2 jam lebih... ah pantas saya sudah mulai merasa gelisah di menit2 terakhir, ndak tahan untuk segera keluar dari ruang bioskop, karena saya tahu film ini akan berakhir seperti apa. respek

11 komentar:

tikapinkhana mengatakan...

woo nonton ko ga ngajak-ngajak, tapi pemainnya ko dicela semua to nek..?
cuma satu yg ngga ga adil ah dirimu

Andre mengatakan...

gak suka sih ama film2 indo yang action..kalo love story sih lumayan..

-GoenRock- mengatakan...

*tadahin ilernya Ipied*

ayamcinta mengatakan...

Uih.... badan gw banget.....
Whahahahahaha

elia bintang. mengatakan...

berarti filmnya jelek ya? untung waktu itu gw ga jadi nonton.. kl jadi kan ntar nyesel kyk lo :D

Fenty Fahmi mengatakan...

jadi pengen googling reza pahlevi :D

Anonim mengatakan...

masa anak kampung bodinya gitu ya :|

*ngiri.com*

eh tapi aku blom nontonnn.. nonton gak yaa.. (unsure)

Raffaell mengatakan...

Beuh gile pelm nya six pax six pax smua

Octo mengatakan...

ohh..... salam kenal ya....

i juga ska banget ne ma ni film, coz aku ngefans banget ma VIno... hehehe

hm... skalian promosi my blog yah... free-october.blogspot.com coz ne baru... :) thanks

Anonim mengatakan...

wah wah.... review film apaan nih...
kalau lo mau ngereview film, pake otak dong, jangan nyalahin film yang gak sampe di otak lo..
mending lo nonton sinetron aja deh,ceritanya ringan, kayaknya sesuai dengan kapasitas lo...

vidyaipied mengatakan...

yak ampun... udah Anonim tak bernama isinya nyela. hihi ya ini kan pendapat saya setelah nonton film itu ya kalo ndak suka terserah sih... monggo sajalah... tapi setidaknya sebut nama, imel dan minimal alamat blog Anda. :) Begitu loh mbak/mas tanpanama....